
Propertynbank.com – Upaya PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk terus memperkuat implementasi environment, sustainability, and governance (ESG) dalam portofolio bisnis menunjukkan tren positif. Tercatat hingga Januari 2025 lalu, pembiayaan kendaraan kendaraan listrik oleh Bank Syariah Indonesia mencapai Rp185 miliar, terjadi lonjakan mencapai 266% secara year on year.
Anton Sukarna selaku Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia menjelaskan, pencapaian ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung ekosistem kendaraan Listrik (electric vehicle atau EV) dan memberikan stimulus insentif pajak. Ditambahkan Anton , perseroan terus membuka kolaborasi dengan pelaku pasar untuk memperkuat penyerapan kendaraan listrik.
“Tahun ini kami akan menggandeng salah satu produsen ramah lingkungan untuk optimalisasi penyerapan pembiayaan EV. Serta melakukan optimalisasi program kerja sama COP [car ownership program]. Selain itu, di internal BSI juga telah menerapkan penggunaan green operation melalui mobil operasional ramah lingkungan,” ujar Anton dalam keterangan tertulis.
Baca Juga : Dukung Implementasi ESG, BSI Luncurkan Mobil Operasional Listrik dan Digital Carbon Tracking
Hal ini juga sejalan dengan program Astacita pemerintah, dimana Bank Syariah Indonesia terus mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek 3P (people, profit, planet). Mulai dari green business hingga green operation.

Anton menambahkan, tren pembiayaan kendaraan listrik terus meningkat, didorong oleh berbagai stimulus pemerintah, salah satunya insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan listrik hingga 31 Desember 2025. “Insentif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, sehingga kami optimis permintaan pembiayaan EV akan terus meningkat,” imbuh Anton.
BSI Gandeng Produsen
Terkait dengan hal tersebut, awal tahun 2024 lalu Bank Syariah Indonesia telah menggandeng beberapa produsen otomotif EV melalui penandatangan kerjasama pembelian EV dan juga dealer penyedia EV. Di internal Bank Syariah Indonesia sendiri, pada tahap pertama tahun ini, telah disiapkan 139 kendaraan listrik yang digunakan sebagai kendaraan operasional. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal mendukung program Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 melalui pengurangan emisi karbon kendaraan.
Baca Juga : Sentra UMKM BSI Bedugul BSI Diresmikan, Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bali
Disamping itu, BSI juga menawarkan berbagai promo menarik untuk pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. “Kami menjalin kerja sama dengan beberapa merek kendaraan listrik, mengoptimalkan potensi dari 21 juta nasabah BSI, serta menyediakan DP rendah dan hadiah menarik untuk nasabah pembiayaan kendaraan listrik,” tegas Anton.
Lebih lanjut Anton mengatakan bahwa Bank Syariah Indonesia optimistis dapat terus berkontribusi dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan ekosistem transportasi ramah lingkungan.















