
Propertynbank.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan BP Tapera melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI), dalam rangka mendorong penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP.
Kegiatan ini berlangsung di kantor Pusat Bank BNI, dan penandatanganan dilakukan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setiawan.
Menurut Putrama Wahju Setiawan, rangkaian kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk hari jadi BNI ke 79 dengan menggelar akad massal KPR Sejahtera FLPP kepada 779 debitur BNI yang tersebar di 38 titik.
Sementara dalam sambutannya, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa menginjak semester 2 ini perlu adanya dorongan yang lebih kuat pada mitra kerja bank penyalur, termasuk BNI.
“Tren selama 5 tahun ini, semester II umumnya akan terlihat laju pertumbuhannya,” ujar Heru optimis. Kendati demikian, lanjut Heru, BP Tapera dalam evaluasi kinerja bank penyalur semester I akan segera mengambil kebijakan terkait pengoptimalan kuota kepada bank penyalur yang berpotensi.
Baca Juga : BP Tapera Raih Penghargaan Dalam Ajang Property and Bank Awards 2025
Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait juga meyakini, bahwa BNI sebagai salah satu mitra kerja bank penyalur akan mampu memenuhi target. “Tahun ini bersama BNI telah menyalurkan kepada pekerja migran yang diharapkan mencapai 20.000 penyaluran. Setelah ini kami juga mendorong para petani juga memiliki kesempatan yang sama,” tegas Maruarar Sirait.
Sebelumnya, bersama Menteri PKP, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho hadir dalam kegiatan seremoni penyerahan kunci bagi warga Jawa Barat dan Kabupaten Subang. Kegiatan ini diinisiasi oleh PT. Sarana Multigriya Finansial yang berkolaborasi dengan PT. Permodalan Nasional Madani.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyampaikan bahwa kolaborasi bersama PNM ini adalah sebagai jawaban atas arahan Menteri PKP untuk membantu masyarakat dengan mempercepat proses pengajuan dari yang sebelumnya 5 hari saat ini menjadi 3 hari.
Baca Juga : Sukseskan Program 3 Juta Rumah, BP Tapera Bangun Kolaborasi dan Sinergi
“Tugas utama kami menyediakan bantuan pembiayaan perumahan, terkadang akses untuk ke sana masih sulit, dikarenakan masyarakat masih terjebak olehh renternir dengan bunga yang menjebak,” ujar Ananta.
BP Tapera Dukung Kolaborasi
Sementara Heru Pudyo Nugroho menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. “Secara tidak langsung tentu dapat mendukung capaian target yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini,” ujar Heru. Lebih lanjut Heru menyampaikan realisasi penyaluran FLPP tahun 2025 per 21 Juli 2025 BP Tapera telah mencapai Rp16,28 Triliun untuk 141.376 unit rumah.

Provinsi Jawa Barat sendiri masih menempati urutan pertama kontribusi penyaluran tahun 2025, yakni sebesar 30.803 unit rumah subsidi senilai Rp3,85 Triliun atau 23,45%.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa saat ini masih terjadi dilematika perumahan, dimana satu sisi lahan semakin terbatas, namun di satu sisi lainnya masyarakat membutuhkan hunian. Oleh karena itu, pihaknya mendukung adanya solusi baru seperti kredit perumahan bagi rumah bertingkat, atau dorongan ketersediaan rumah vertikal.
Baca Juga : BP Tapera Fasilitasi Akses 8.000 Hunian untuk Pengemudi dan Karyawan Blue Bird
“Kebanyakan orang saat ini adalah mindset beli rumah itu berat. Padahal dapat dengan membangun atau mencicil rumah. Jangan pernah ragu untuk mengambil rumah atau khawatir tidak dapat membayarnya. Karena nilai asetnya selalu meningkat,” pungkas Dedi Mulyadi.
Menteri PKP, Maruarar Sirait meminta dukungan dari seluruh pihak karena pihaknya saat ini tengah mengusulkan program renovasi rumah sebagai program unggulan bersama dengan FLPP. “Kami telah sampaikan ini kepada Presiden pada rapat kabinet resmi. Saat ini pun sedang diupayakan untuk merealisasikan kredit usaha perumahan bagi para pengembang untuk mendorong ketersediaan hunian,” terangnya.
















