
Propertynbank : Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan spiritual, tetapi juga perencanaan finansial yang matang. Bagi jemaah asal Indonesia, kebutuhan transaksi menggunakan mata uang Saudi Riyal (SAR) selama berada di Tanah Suci menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah.
Mulai dari kebutuhan konsumsi, transportasi, hingga belanja kebutuhan pribadi dan oleh-oleh, seluruh aktivitas transaksi jemaah di Arab Saudi mengandalkan penggunaan Saudi Riyal. Karena itu, kesiapan finansial yang transparan, terencana, dan sesuai prinsip syariah menjadi semakin relevan.
Data The Halal Times 2025 mencatat, pengeluaran jemaah haji dunia berkisar antara USD3.000 hingga USD10.000 selama perjalanan ibadah. Indonesia sendiri menjadi salah satu kontributor terbesar jemaah haji global dengan porsi lebih dari 13% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.
Besarnya potensi pengeluaran tersebut tercermin dari pola belanja jemaah Indonesia di Arab Saudi. Berdasarkan data Statista 2024, rata-rata pengeluaran jemaah mencakup kebutuhan makan dan minum sekitar SAR600, transportasi SAR300, serta belanja dan oleh-oleh mencapai SAR1.500.
Sejalan dengan itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui kebijakan penyelenggaraan ibadah Haji 1447 H/2026 M telah menetapkan alokasi living cost sebesar SAR750 tunai per jemaah. Dana tersebut dibagikan menjelang keberangkatan untuk mendukung kebutuhan dasar selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Meski demikian, kebutuhan tambahan di luar living cost tetap menjadi perhatian jemaah, terutama untuk kebutuhan personal dan transaksi harian lainnya. Kondisi ini mendorong pentingnya solusi finansial yang praktis, aman, dan mudah diakses.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menghadirkan layanan transaksi valuta asing, termasuk Saudi Riyal, melalui platform digital banking D Bank PRO. Melalui layanan ini, nasabah dapat melakukan transaksi mata uang asing secara online dengan lebih praktis sebelum maupun selama berada di Arab Saudi.
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui produk tabungan multicurrency Danamon LEBIH PRO serta Danamon LEBIH PRO iB berbasis prinsip syariah. Produk ini memungkinkan nasabah menyimpan dan bertransaksi hingga 12 mata uang dalam satu rekening, termasuk Saudi Riyal, tanpa perlu membuka rekening tambahan.
Selain kemudahan transaksi, nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas tarik tunai di ATM berlogo Mastercard, Maestro, dan Cirrus di Arab Saudi dengan nilai tukar yang kompetitif. Danamon turut menghadirkan program cashback 5% hingga Rp500 ribu melalui penggunaan Danamon Global Currency Card untuk transaksi domestik maupun internasional.
Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon, Herry Hykmanto mengatakan, kesiapan finansial menjadi salah satu faktor penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.
“Pelaksanaan ibadah haji menuntut kesiapan finansial yang matang, tidak hanya dari sisi biaya keberangkatan, tetapi juga pengelolaan transaksi harian selama berada di Tanah Suci. Melalui kemudahan transaksi Saudi Riyal secara digital di D Bank PRO, kami membantu nasabah mempersiapkan kebutuhan Saudi Riyal sejak sebelum berangkat, mengelolanya secara lebih terencana, dan tetap fokus menjalankan ibadah,” ujarnya.
Tidak hanya mendukung kebutuhan selama ibadah, Danamon juga mendorong penerapan halal lifestyle setelah jemaah kembali ke Tanah Air. Melalui ekosistem layanan syariah yang dimiliki, nasabah dapat melanjutkan kebiasaan finansial berbasis prinsip syariah, mulai dari menabung, bertransaksi, hingga memanfaatkan layanan sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Di sisi lain, Danamon juga menyediakan berbagai solusi pembiayaan berbasis syariah untuk kebutuhan jangka panjang, seperti pembiayaan rumah, ruko, apartemen, kavling siap bangun, hingga pembiayaan multiguna. Skema yang digunakan antara lain IMBT (Ijarah Muntahiyah Bittamlik) dan MMQ (Musyarakah Mutanaqisah), yang dirancang agar nasabah dapat memiliki aset secara bertahap dan sesuai prinsip syariah.
“Bagi kami, haji bukan hanya perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga proses pembentukan nilai dan kebiasaan hidup. Kami berharap semangat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang dijalani selama ibadah haji dapat terus diterapkan setelah kembali ke Tanah Air melalui penerapan halal lifestyle, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan berbagi kepada sesama,” tutup Herry.
















