Wednesday , September 30 2020
Home / Indeks Berita / Akses Terisolir Akibat Longsor di Sukajaya, Bogor Sudah Bisa Dilewati

Akses Terisolir Akibat Longsor di Sukajaya, Bogor Sudah Bisa Dilewati

pupr
Akses terisolir akibat longsor di Bogor sudah busa dilewati

UMUM – Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di dua desa Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2). Dua desa yang dikunjungi tersebut adalah Desa Harkatjaya dan Desa Pasir Madang.

Ini merupakan kali kedua Jokowi mengunjungi Sukajaya. Pada awal Januari 2020 lalu, Presiden Jokowi bersama jajarannya juga meninjau lokasi yang sama untuk bertemu dengan para korban banjir dan longsor di Desa Harkatjaya mengingat desa lainnya sebagian besar masih terisolasi sehingga tidak bisa dilewati.

BACA JUGA :   Pratama Widya Tbk Cetak Laba Rp 22,08 Miliar Di Tengah Pandemi

Saat ini Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembukaan akses jalan menuju beberapa desa yang sempat terisolir akibat hujan deras pada Rabu 1 Januari 2020 yang membuat Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap dan mengakibatkan beberapa wilayah sekitarnya mengalami banjir dan longsor.

Sejak kejadian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 30 Januari 2020, tercatat Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Ditjen Bina Marga telah menurunkan 16 kendaraan alat berat untuk membuka akses menuju desa-desa yang terisolir bisa diakses. Berdasarkan data yang terkumpul, total sebanyak 121 titik longsor pada 12 ruas jalan sepanjang 35,96 km di Kecamatan Sukajaya, Bogor sudah selesai dibuka.

BACA JUGA :   Covid-19 Mewabah, Bisnis Perhotelan dan Restoran Terancam

Dua belas ruas jalan tersebut yakni, ruas jalan Desa Sukamulih-Desa Pasir Madang (2,3 km) sebanyak 9 titik longsor, Desa Pasir Madang-Desa Cileuksa (5,3 km) sebanyak 20 titik longsor, Desa Pasir Madang-Kampung Cibarani (3 km) sebanyak 22 titik longsor, Kampung Cileuksa Utara-Kampung Cileuksa Hilir (3,5 km) sebanyak 8 titik longsor, Desa Harkatjaya-Desa Kiarapandak (2,36 km) sebanyak 16 titik longsor, Desa Kiarapandak-Desa Kiarasari (9,89 km) sebanyak 11 titik longsor, Kampung Parigi-Kampung Banar (1,16 km) sebanyak 8 titik longsor, Kampung Pasir Walang-Desa Pasir Madang (5,1 km) sebanyak 10 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Desa Cisarua (2,15 km) sebanyak 9 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Kampung Cibarani (1 km) sebanyak 7 titik longsor, dan Kampung Pasir Walang-Kampung Nyomplong (0,2 km) sebanyak 1 titik longsor.

Presiden Jokowi juga menyatakan telah meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin segera menentukan lokasi relokasi warga Bogor yang terdampak banjir dan longsor. Relokasi diperlukan untuk menghindari terulangnya bencana yang sama kepada warga.

BACA JUGA :   Paramount Land Luncurkan Milano Village New Design Options  

Dikatakan Presiden, bila lahan relokasi sudah siap, pembangunan infrastrukturnya akan ditugaskan ke Kementerian PUPR untuk membangun rumah-rumah bagi warga yang direlokasi. “Begitu land clearing, Kementerian PUPR masuk secepatnya. Kita sudah siap. Hanya tinggal penentuan lokasi di gubernur dan bupati,” kata Presiden Jokowi.

Berdasarkan identifikasi sementara, setidaknya terdapat. 2194 unit rumah warga terdampak banjir dan longsor yang harus direlokasi. Diperkirakan kebutuhan lahan untuk relokasi seluas 81,7 hektare dengan lahan yang tersedia sebagian dari milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Cikasungka, sebagian milik perusahaan non PTPN, dan sisanya lahan milik masyarakat.

BACA JUGA :   JGC Raih Penghargaan Di BTN GPA 2017

Presiden mengatakan, jika lahan yang akan digunakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN), pemerintah pusat akan turun tangan. “Kalau memang itu memakai lahan PTPN itu bagian dari pemerintah pusat. Perintahkan kepada Menteri BUMN agar segera diberikan. Secepat-cepatnya,” ujar Presiden.

Selain pembukaan akses jalan dan kesiapan pembangunan hunian relokasi, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan sarana air bersih dan sanitasi yakni Hidran Umum (HU) sebanyak 27 unit, toilet portable 5 unit, WC Knockdown 2 set, biofil 1 unit, genset 5 unit, pompa alkon 4 unit, dan Pipa HDPE sepanjang 1.300 meter. Hidran umum yang tersedia dapat melayani kurang lebih 5.400 KK.

Check Also

Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Metland Catat Penjualan Rp540 Miliar

Properti – Pendapatan versi marketing sales PT Metropolitan Land Tbk, hingga Juni 2020 tercatat sebesar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link