ASN Di Perbatasan Akan Tinggal Di Rusun

Kerjasama Kementerian PUPR dan Kementerian KKP

0
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid berbincang dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antam Novambar

PROPERTI – Para aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia tak lama lagi bisa tinggal di rumah susun (rusun). Hal ini bisa terlaksana dengan adanya rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun rusun bagi ASN yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia.

Agar rencana tersebut bisa terlaksana, maka Kementerian PUPR meminta KKP untuk mempersiapkan lahan untuk lokasi pembangunan hunian ASN serta mengajukan permohonan usulan pembangunan rumah khusus (Rusus) maupun rumah susun (Rusun).

Rencana tersebut dibahas hari ini, Rabu (29/9) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antam Novambar dengan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta. Tampak hadir mendampingi Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan, Yusniewati dan Kepala Biro Keuangan KKP, Cipto Hadi Prayitno.

Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan rumah untuk para ASN merupakan salah satu target Program Sejuta Rumah yang dilaksanakan Kementerian PUPR. Hal itu dikarenakan masih banyak ASN baik yang bertugas di daerah saat ini belum memiliki rumah.

“Berdasarkan arahan Menteri PUPR pembangunan rumah untuk ASN khususnya mereka yang belum memiliki rumah perlu dilaksanakan dengan baik. Jadi mereka bisa tinggal di tempat yang layak huni serta fokus dalam bekerja,” tegas Khalawi Abdul Hamid.

Kementerian PUPR, sambung Khalawi, siap berkoordinasi dengan berbagai Kementerian/ Lembaga serta pemerintah daerah yang membutuhkan bantuan pembangunan perumahan khususnya untuk para ASN yang memang benar-benar membutuhkan. Salah satunya dengan membangun rumah ASN yang bertugas di wilayah perbatasan serta pulau-pulau terluar.

Disamping itu, lanjut Khalawi, dirinya juga menerangkan bahwa ASN juga bisa memiliki rumah dengan membeli rumah bersubsidi yang angsurannya sangat terjangkau. Dengan demikian, mereka bisa memiliki aset rumah dan membayar angsuran dengan ringan dan biaya terjangkau.

“Rumah dinas untuk ASN saat ini memang sangat terbatas sehingga dengan pembangunan rumah ini diharapkan bisa membantu mereka untuk tinggal di rumah yang layak huni khususnya di wilayah perbatasan dan pulau terluar. Kami minta KKP untuk mendata lokasi serta usulan kebutuhan rumah ASN ke Kementerian PUPR,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antam Novambar mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada kementerian PUPR yang sudah membangun perumahan ASN KKP yang bertugas di wilayah Karawang, Kendari dan Sorong. KKP juga ingin mengajukan beberapa program peningkatan kesejahteraan ASN KKP yaitu permohonan untuk membangun perumahan dinas untuk ASN KKP di wilayah Indonesia di wilayah perbatasan dan pulau terluar serta beberapa lokasi prioritas seperti di  provinsi Papua, NTT dan daerah Ambon.

“Terus terang selama ini di KKP untuk perumahan dinas sangat minim boleh dikatakan tidak ada. Baru Kementerian PUPR yang membangun rumah untuk pegawai KKP. KKP ini kan masih tergolong Kementerian paling bungsu dan infrastrukturnya kemarin dikhususkan dan diutamakan untuk kantor-kantor dan sekarang Menteri KKP juga fokus pada penyedian tempat tinggal pegawai dan kami siap untuk menyediakan lahan untuk rumah khusus maupun Rusun sehingga pemanfaatan lahan lebih optimal,” pungkasnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link