Home / Indeks Berita / BCA Syariah Kembali Terpilih BPKH Kelola Keuangan Haji

BCA Syariah Kembali Terpilih BPKH Kelola Keuangan Haji





PERBANKAN :  PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) melanjutkan kerjasamanya dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) periode tahun 2021-2024.


Penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara BCA Syariah dengan BPKH dilakukan secara  virtual oleh Direktur BCA Syariah Pranata dan Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu.


 


Dalam penandatanganan kerja sama ini BPKH kembali menetapkan beberapa hal diantaranya: 30 Bank Syariah atau Unit Usaha Syariah (UUS) untuk melaksanakan fungsi sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH); 28 Bank Syariah/UUS sebagai Bank Penempatan; 24 Bank Syariah/UUS sebagai Bank Mitra Investasi; 18 Bank Syariah/UUS sebagai Bank Pengelola Nilai Manfaat; 7 Bank Syariah/UUS sebagai Bank Pengelola Likuiditas, dan 1 Bank Syariah sebagai Bank Operasional.


Terpilih kembali sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, “BCA Syariah akan tetap memberikan dukungan terhadap program-program yang dijalankan BPKH diantaranya dengan bersinergi  untuk menyukseskan Program Haji Muda serta mendukung peningkatan pelayanan haji Indonesia melalui sinergi dengan BPS BPIH, BCA sebagai induk usaha dan BPKH,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi propertynbank.com


Untuk meningkatkan layanana kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji, Pranata menambahkan BCA Syariah akan melakukan sinergi dengan BCA sebagai induk usaha dalam menyediakan layanan setoran biaya ibadah haji melalui Layanan Penerimaan Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (LPS BPIH) di Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) yang berada di 100 cabang BCA di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.


“LSBU memudahkan akses masyarakat untuk melakukan setoran biaya ibadah haji melalui BCA Syariah di cabang BCA terdekat”, ujar Pranata.


Dari Laporan Keuangan BPKH, per Desember 2020, dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp144,91 triliun, atau meningkat 16,56% dibandingkan dengan 2019 yang tercatat Rp124,32 Triliun.


Alokasi dana haji terkonsentrasi di BPS-BPIH sebesar Rp45,33 triliun (31,3%) berupa deposito dan giro. Sampai dengan Juni 2021, BCA Syariah mengelola sekitar Rp12 miliar dana haji dalam bentuk deposito dan giro.


Dana haji yang ditempatkan oleh BPKH pada rekening simpanan di Bank Syariah atau BPS BPIH ini dijamin sepenuhnya oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai UU No 24 Tahun 2004 mengikuti skema beneficiary yaitu berlaku penjaminan simpanan maksimum Rp2 miliar per nasabah per bank untuk masing-masing calon jemaah sesuai nama yang tercantum.


Laporan keuangan BPKH tahun 2020 sendiri telah diaudit dan mendapatkan Opini WTP dari Badan Pemeriksa keuangan (BPK) untuk ketiga kalinya sebagai bukti bahwa dana haji telah dikelola secara profesional, hati-hati, transparan, dan akuntabel.


 

Check Also

Pemerintah Gulirkan Stimulus, Triniti Dinamik Optimis Penjualan Tumbuh 15%

Lobby The Smith, Tangerang PROPERTI – Berbagai kemudahan dan stimulus yang diluncurkan pemerintah, diyakini dapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 180

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link