Property & Bank

Harga Rumah Tembus Rp 30 miliar, Pebisnis Kelas Kakap Lirik Bekasi Jadi Tempat Tinggal

Soultan Island, bekasi
Soultan Island merupakan masterpiece dari Summarecon Bekasi

Propertynbank.com – Bekasi yang sebelumnya identik sebagai kawasan industri, kini mulai menyasar segmen menengah atas sebagai pilihan tempat tinggal maupun industri ritel, yang menunjang kebutuhan dan gaya hidup. Sejumlah pengembangan rumah mewah dan pusat belanja elit gencar dilakukan pengembang di Bekasi dan sekitarnya.

Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property, Martin Samuel Hutapea mengatakan, secara historical Bekasi diincar oleh pekerja di kawasan industri di daerah Bekasi, Karawang dan sekitarnya. Oleh karena itu, perumahan di Bekasi lebih menyasar segmen masal, namun banyak juga yang bekerja di Jakarta.

Meskipun terkenal dengan segmen masal, kata Martin, namun di tiap kota pasti ada juga kalangan atas. Fenomena unik akhir- akhir ini yaitu perumahan mewah yang menyasar kalangan atas yaitu di kisaran Rp 5-10 miliar per unit yang dikembangkan oleh Sinarmasland yaitu di Grand Wisata. Pembelinya adalah mereka yang berasal dari pemilik bisnis yang memiliki omset lumayan yang membuat mereka mampu membeli rumah semahal itu.

Belakangan ada perumahan mewah dengan harga hingga Rp 30 miliar di Soultan Island Bekasi yang dikembangkan oleh Summarecon. Mereka juga berasal dari kalangan pebisnis tetapi dengan skala yang lebih besar, misalkan pemilik bisnis di Bekasi dan sekitarnya, baik dalam bentuk pabrik, perdagangan skala besar dan sebagainya yang merupakan kategori High Net-Worth Individual.

Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati mengatakan, klaster Soultan Island Bekasi dirancang khusus bagi mereka yang mendambakan ketenangan absolut dengan tingkat privasi tinggi, menjadikannya oasis eksklusif di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban. Dikelilingi lanskap hijau yang asri, keindahan danau yang memikat, serta arsitektur megah berkelas dunia. Soultan Island bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sebuah perwujudan kehidupan elegan dalam pelukan alam.

“Kami perkirakan omset dari bisnis mereka bisa mencapai miliar-an rupiah per bulannya. Tetapi kategori perumahan mewah itu sangat niche dan ekslusif, tidak masal, oleh karena jumlahnya juga sangat terbatas dan peluncurannya belum tentu ada setiap tahunnya. Tentu saja ekslusifitas, keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, fasilitas, kualitas perumahan serta gengsi menjadi kunci dari perumahan mewah yang dikembangkan oleh developer,” ungkap Martin.

Baca Juga : Tren Menyewa Hunian Meningkat, Township Berfasilitas Lengkap Diminati

Menurut Martin, penduduk Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi saat ini sekitar 5,8 juta dan menjadi memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan area saingannya yaitu Bogor-Depok-Tangerang. Keunggulan Bekasi saat ini adalah ketersediaan LRT dan Whoosh.

“Namun keberadaan Whoosh tidak serta merta digunakan tiap hari untuk pergi ke kantor, melainkan untuk traveling ke Bandung baik untuk rekreasi maupun perjalanan bisnis. Oleh karena itu, moda transportasi secanggih ini tidak mempunyai korelasi langsung dengan pesatnya harga perumahan di Bekasi. Buktinya, Tangerang yang tanpa kereta cepat saja sudah melihat keberadaan rumah yang harganya mencapai Rp30 miliar di BSD terlebih dahulu,” tegas Martin.

Harga Rata-rata Rumah di Bekasi

Ditambahkan Martin, harga pasar secara rata- rata perumahan tapak di Bekasi secara keseluruhan mencapai Rp1,6 miliar per unit atau telah meningkat sebesar 7,8% per tahun sejak 5 tahun lalu yakni pada 2020, yang saat itu masih di angka Rp1,1 miliar per unit secara rata-rata. Kenaikan harga termasuk tinggi, karena harga rata- ratanya keseluruhan masih relatif terjangkau. Dalam hal range, kisaran harganya adalah IDR 300 juta – IDR 2 miliar pada umumnya. Namun, trendnya ke angka Rp 1,5 miliar.

Baca Juga : Dalam 2 Jam, Cluster Mewah Soultan Island Summarecon Bekasi Raup Penjualan Rp 150 Miliar

Martin mengatakan, bila dilihat perkembangan Bekasi di atas, kondisi ini mirip dengan Tangerang yaitu khususnya di BSD di tahun 2020-an yang dikembangkan perumahan tapak hingga Rp 30 miliar. Pembelinya adalah pengusaha kelas kakap. Mereka berasal dari berbagai macam kategori bisnis, misalkan pemilik pabrik, usaha perdagangan besar, dan sebagainya. Mereka adalah HNWI dengan kategori end-user yang mengakomodasikan untuk keluarga inti mereka.

“Di setiap kota dengan skala bisnis besar pasti ada kalangan HNWI nya. So far yang tercermin adalah Tangerang dan Bekasi (Selain Jakarta). Namun, supaya dekat dengan usaha mereka di Bekasi misalnya, maka mereka akan lebih nyaman untuk beli rumah mewah di Bekasi tetapi yang dekat dengan komunitas yang se-level dengan mereka. Tetapi tidak menutup kemungkinan mereka juga memiliki bisnis di Jakarta,” pungkas Martin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan