Property & Bank

Cushman & Wakefield Sebut Tangerang Paling Prospek Tahun 2024

perempuan, Cushman & Wakefield
Rumah di kawasan Tangerang

Propertynbank.com – Konsultan Properti Cushman & Wakefield Indonesia dalam risetnya menyatakan, selama paruh kedua tahun 2023, tercatat peningkatan konsisten dalam kepercayaan pasar terhadap produk perumahan tapak di wilayah Jabodetabek.

Menurut Cushman & Wakefield, pertumbuhan ini didorong terutama oleh permintaan yang stabil dari segmen menengah, yang menyumbang sekitar 33,8% dari total permintaan, sementara segmen atas mengikuti dengan kontribusi sebesar 26,5% dari total unit yang terjual selama Semester II 2023.

Dapat diamati bahwa mayoritas permintaan ini berasal dari end-user, yang mencakup 78% dari para pembeli. Mereka terdiri dari kombinasi pemilik rumah baru dan keluarga yang lebih mapan yang mencari tempat tinggal yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan mereka yang berkembang.

Baca Juga : Tahun 2023, Kualitas Udara di Tangerang Selatan dan Bandung Raya Paling Buruk

“Rata-rata tingkat penyerapan bulanan sebanyak 27,4 unit per perumahan tercatat dalam paruh kedua tahun 2023, mencerminkan kenaikan tahun ke tahun sebesar 26,4%,” jelas Arief Rahardjo, Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia mengutip dari Realestat.id, Senin (12/2/2024).

Angka ini setara dengan nilai penyerapan rata-rata sebesar Rp55,3 miliar per perumahan per bulan, meningkat 37% dari tahun sebelumnya, menunjukkan meningkatnya daya beli pasar untuk produk perumahan tapak. Rata-rata nilai transaksi per unit berada sekitar Rp2,02 miliar, meningkat 8,4% dibandingkan dengan paruh kedua tahun 2022.

Tingkat penyerapan rata-rata per perumahan tertinggi tercatat di Tangerang, dengan rata-rata 40 unit per bulan, sementara Bekasi mengikuti dengan 20,5 unit per bulan.

Pada akhir November 2023, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan PPN penuh untuk pembelian rumah baru di bawah Rp5 miliar dengan nilai pajak maksimum Rp2 miliar, yang berlaku hingga Juni 2024.

Mulai Juli hingga Desember 2024, insentif PPN akan dikurangi menjadi diskon PPN 50%. Selain itu, pada November 2023, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 7% untuk mengelola inflasi di tahun 2024. Pengembang menganggap kenaikan ini cukup moderat, tanpa dampak signifikan pada Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Baca Juga : Tangerang Pilihan Para Property Seeker, Gading Serpong Kawasan Paling Favorit

Suku bunga KPR utama yang ditawarkan oleh bank-bank relatif stabil sepanjang tahun 2023. Banyak bank juga telah melonggarkan regulasi KPR mereka, dan pengembang secara proaktif memperkenalkan opsi pembayaran yang kompetitif seperti program angsuran uang muka dan KPR ekspress.

Meskipun demikian, KPR tetap menjadi metode pembayaran favorit pada paruh kedua tahun 2023, mencakup 73% dari transaksi, diikuti oleh pembayaran angsuran tunai sebesar 18%, dan pembayaran tunai keras sebesar 10%.

Riset Cushman & Wakefield Untuk Rumah Tapak

Meskipun suplai kumulatif perumahan tapak tetap stabil sepanjang tahun 2023, pertumbuhan pasokan yang signifikan terlihat pada semester kedua dibandingkan dengan paruh pertama tahun tersebut. Sebanyak 9.019 unit diperkenalkan ke pasar, yang meliputi wilayah Jabodetabek dan Karawang.

Masih menuru Cushman & Wakefield, Tangerang terus mendominasi pasokan baru dengan menyumbang sebagian besar, yaitu sebesar 65%, dengan perumahan baru seperti CitraGarden Bintaro dan Park Serpong, diikuti oleh wilayah Bogor-Depok dengan persentase gabungan sebesar 14%.

Unit segmen atas tetap menjadi mayoritas pasokan baru selama semester ulasan, menyumbang sebesar 27,5% dari total pasokan, sementara segmen menengah mengikuti dengan persentase sebesar 25,9%. Keyakinan pengembang dalam menawarkan rumah mewah, yang teramati pada semester sebelumnya, masih berlanjut, mencerminkan optimisme pasar.

Harga tanah rata-rata di Jabodetabek menurut Cushman & Wakefield mencapai sekitar Rp12.438.119 per meter persegi per bulan pada Desember 2023, menunjukkan kenaikan tahun ke tahun sebesar 1,6%. Kemajuan infrastruktur transportasi yang beragam teramati berdampak pada kenaikan harga tanah di sekitar koridor yang terdampak.

Perumahan Tapak Jabodetabek

Peningkatan pasar perumahan tapak di seluruh Jabodetabek diharapkan terjadi pada tahun 2024, dengan beberapa pengembang sedang mempersiapkan peluncuran produk-produk baru dalam tahun mendatang.

Mayoritas pasokan diperkirakan akan terdiri dari rumah segmen menengah, yang ditargetkan untuk kaum milenial dan keluarga muda, serta rumah segmen atas, yang ditargetkan untuk keluarga yang lebih matang.

Cushman & Wakefield memperkirakan, inflasi yang memengaruhi biaya konstruksi dan perkembangan infrastruktur yang berkelanjutan di Jabodetabek, termasuk proyek-proyek seperti MRT, LRT, dan perluasan jalan tol yang menyebabkan kenaikan harga tanah, akan lebih meningkatkan harga jual rata-rata rumah pada tahun 2024.

Meskipun begitu, diharapkan para pengembang akan tetap aktif dalam meluncurkan produk-produk baru sebagai tanggapan terhadap permintaan yang terus berlanjut.

Walaupun optimisme pasar dan tawaran insentif dari pemerintah telah ada untuk meningkatkan permintaan, para pengembang akan terus menggunakan berbagai strategi promosi untuk mendorong penjualan. (Nabilla Chika Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini