Property & Bank

D-HUB SEZ BSD City Jadi Episentrum Diskusi Nasional Penguatan KEK dan Investasi

D-HUB SEZ BSD City
Kegiatan digelar digelar di Experience Center, Biomedical Campus, BSD City pada 2 Desember 2025

Propertynbank.com – Di antara 24 KEK yang beroperasi, KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten atau D-HUB SEZ BSD City, kembali memperkuat posisinya sebagai wadah strategis bagi dialog nasional.

Melalui kolaborasi dengan SUAR, KEK ETKI menjadi tuan rumah Roundtable Decision bertema Kawasan Ekonomi Khusus Akseleratif, Atraktif: Tingkatkan Investasi dan Lapangan Kerja yang berlangsung pada 2 Desember 2025 di Experience Center, Biomedical Campus BSD City.

Sebagaimana diketahui, sejak pertama kali digagas pada 2009, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga Juni 2025 mencatat, total realisasi investasi kumulatif KEK menembus Rp286,8 triliun, sebuah capaian positif yang menegaskan efektivitas kebijakan pengembangan kawasan khusus.

Acara ini menghadirkan sejumlah pejabat tinggi dan pemangku kepentingan, di antaranya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Kemenko Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso, serta perwakilan Dewan Nasional KEK dan pelaku KEK dari berbagai sektor.

Baca Juga : Program FLPP Diperluas, Cleaning Service dan Keluarga Muda Bisa Miliki Rumah Sendiri

Dalam paparannya, Menkes Budi Gunadi menekankan pentingnya membangun industri kesehatan di dalam negeri. Ia menyebut bahwa pertumbuhan belanja kesehatan dalam satu dekade terakhir tidak sepenuhnya berkontribusi pada GDP karena sebagian besar produk masih impor. “Inisiatif pembangunan fasilitas industri kesehatan di KEK menjadi peluang besar untuk menumbuhkan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Susiwijono menyoroti peran strategis KEK dalam agenda transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, KEK harus menjadi pusat pertumbuhan industri baru melalui penguatan hilirisasi, integrasi rantai pasok global, serta inovasi teknologi.

Mulyawan Gani, Strategy Advisor KEK ETKI Banten, menambahkan bahwa dukungan regulasi pemerintah telah memperkuat daya tarik investasi jangka panjang di kawasan ini. “Insentif fiskal dan kemudahan perizinan menjadi daya tarik utama bagi investor domestik maupun internasional,” tegasnya.

Ditunjuk pemerintah pada Oktober 2024, KEK ETKI Banten dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan riset, inovasi, dan industri di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif. Infrastruktur modern serta dukungan kebijakan menjadi fondasi kuat untuk menarik investasi berkualitas dan mempercepat transformasi digital nasional.

Baca Juga : Leads Property : Kondominium Masih Tertekan, Township Bergeser ke Segmen Luxury

Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, menyatakan bahwa forum tingkat nasional ini menegaskan posisi D-HUB SEZ sebagai platform kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. “Kami berkomitmen membangun ekosistem yang dapat menghadirkan peluang kerja baru melalui investasi berkelanjutan,” jelasnya.

Diskusi para panelis juga menyinggung persaingan global dalam pengembangan KEK. Indonesia yang memiliki 24 KEK masih tertinggal dari negara seperti India, Filipina, hingga Vietnam yang memiliki kawasan ekonomi jauh lebih luas. Di tengah kompetisi ketat tersebut, kepastian regulasi dan harmonisasi kebijakan lintas kementerian menjadi kunci untuk menjaga minat investor.

Para peserta sepakat bahwa penguatan peran Administratur KEK dan koordinasi antarpemerintah menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal. Hasil diskusi ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi seluruh KEK di Indonesia untuk meningkatkan daya saing, mempercepat arus investasi, dan memperluas penciptaan lapangan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan