Property & Bank

FFCCCI Beri Peluang Pengusaha Indonesia untuk Kerjasama

peluangPropertynbank : Perdagangan internasional merupakan suatu kegiatan transaksi jual beli antara suatu negara dengan negara lainnya. Tak heran dengan adanya kegiatan tersebut banyak manfaat yang dapat dirasakan para pengusaha, terutama dalam kegiatan ekspor impor.

Isu memaksimalkan peluang kerja sama antara Indonesia dan Filipina mengemuka pada pertemuan Federation of Filipino-Chinese Chambers of Commerce and Industry (FFCCCI), di Manila, Jumat lalu (11/11/2022).

Sebagai negara tetangga di kawasan ASEAN, hubungan Indonesia dan Filipina sangatlah penting. Tak pelak, potensi kerja sama antara Indonesia dan Filipina masih terbuka lebar, di antaranya di sektor pertahanan, energi, intrastruktur, kelapa sawit, tekstil, investasi, pariwisata serta industri halal.

Masih banyaknya peluang untuk menggali, meningkatkan serta memaksimalkan kerja sama kedua negara.

Beranggotakan lebih dari 170, FFCCCII menjadi kamar dagang yang amat vital, karena merupakan penggerak ekonomi terbesar di Filipina yang beroperasi di sektor swasta dan menyerap jutaan tenaga kerja. Tak hanya itu, FFCCII yang saat ini dipimpin oleh Chairman dan CEO Sterling Paper Henry Lim Bon Liong memiliki peran besar dalam penanggulangan Covid -19. Mereka merupakan pendonor terbesar dalam mengatasi pandemi.

Irman Gusman, mantan Ketua DPD RI (2009-2016) mengungkapkan soal peluang perluasan kerja sama investasi dan perdagangan antara Filipina dan Indonesia.

Data dari Kementerian Luar Negeri menyebutkan nilai perdagangan kedua negara pada 2021, menyentuh USD9,8 miliar atau tumbuh sebesar 52,12% dari tahun sebelumnya. Total eskpor Indonesia berada di angka USD8,6 miliar dan nilai impor tercatat USD1,2 miliar.

Irman menyatakan, Indonesia dan Filipina memiliki hubungan yang harmonis di berbagai bidang. “Sebagai negara yang sama-sama tumbuh, Indonesia dan Filipina saling membutuhkan. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan seluruh peluang yang bisa dikerjasamakan,”ujar Irman Gusman, sekaligus pengusaha yang diundang sebagai tamu kehormatan International Business Forum yang di Manila, Filipina.

Irman menambahkan, Filipina merupakan negara penting bagi Indonesia dan juga sebaliknya.

Hal ini tercermin juga dari dipilihnya Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Pemimpin baru Filipina tersebut bersua Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia belum lama ini.

Presiden Marcos Jr menyatakan, Indonesia bukan hanya dekat secara geografis namun juga etnisitas dan budaya.

Dorong Peluang Berkolaborasi

Irman mengapresiasi digelarnya International Business Forum dan mendorong wadah seperti ini agar dilakukan secara berkala.

“Bila Forum Bisnis Internasional semacam ini dapat lebih sering dilakukan di ASEAN, pelaku bisnis dari seluruh dunia dapat memperoleh lebih banyak peluang untuk berkolaborasi, dan dalam prosesnya, menjadikan ASEAN sebagai tujuan paling menguntungkan untuk kegiatan bisnis global,” papar Irman seperti dikutip dari laman sindonews.

Bahkan tambahnya, dengan India dan China telah berkolaborasi dengan ASEAN di dua kawasan perdagangan bebas yang besar, bersama dengan Perjanjian Kemitraan Komprehensif negara-negara ASEAN dan mitra luar mereka, ASEAN berada di jalur yang tepat untuk menjadi mesin ekonomi raksasa untuk mendorong pertumbuhan yang lebih luas di kawasan Asia-Pasifik,” imbuhnya.

Ketua Pembina Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau itu juga mengatakan sejak menjabat sebagai Ketua DPD pada 2009-2016 dia mendorong investasi asing untuk berkontrubusi di berbagai sektor di 34 provinsi di Indonesia.

“McKinsey memprediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam satu dekade mendatang. Lembaga pemeringkat internasional lainnya telah membuat proyeksi serupa. Proyeksi tersebut telah memperkuat kepercayaan investor,”paparnya.

Pada International Business Forum ini juga dibahas berbagai tantangan pasca-pandemi Covid-19 di dunia usaha, serta upaya solusi terbaik menghadapinya. “ASEAN harus pulih dengan kuat bersama-sama, dan pulih secara berkelanjutan. Itu sebabnya kita berkumpul di sini untuk bertukar pandangan dan mencari solusi untuk melakukannya,” ujar Irman Gusman.

Henry Lim Bon Liong, mengungkapkan kerja sama yang sudah dilakukan mencakup perdagangan dan investasi. “Ekspor teratas Filipina adalah refined copper, integrated circuits dan office machine parts. Prioritas investor bagi Filipina energy terbarukan, data centers, e-commerce, teknologi broadband, argikultur, dan lainnya,” ujar Bon Liong.

Dia menambahkan, sebagai negara tetangga di ASEAN, APEC dan juga BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, East ASEAN Growth Area) kerja sama ekonomi antara Filipina dan Indonesia akan terus tumbuh besar.

“Penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Filipina ditekankan saat Presiden Ferdinand Marcos Jr , memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk dikunjungi, September lalu,” papar Bon Liong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *