
Propertynbank.com – Indonesia terus memperluas kemitraan strategis di bidang perdagangan multilateral, investasi, serta transformasi digital. Komitmen ini ditegaskan dalam The 1st Future Investment and Trade Partnership Ministerial Meeting (Indonesia FMM) yang berlangsung di Singapura, di mana Indonesia hadir sebagai salah satu negara kunci dalam membangun arsitektur kerja sama ekonomi kawasan.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, penguatan kolaborasi internasional sangat penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus membuka peluang kemitraan baru dengan negara-negara yang dinilai strategis.
“Kemitraan ini menawarkan respons kolektif untuk memperkuat sistem perdagangan berbasis aturan, memajukan perdagangan digital, serta mendorong investasi yang berkelanjutan,” ujar Airlangga dikutip dari berbagai sumber, Selasa (18/11).
Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia memandang Future Investment and Trade Partnership (FIT) sebagai platform kolaboratif yang mampu memperkuat koordinasi antarnegara dalam menghadapi risiko global. Bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan basis ekonomi pertanian besar, FIT dianggap penting dalam memperkuat ketahanan rantai pasok pangan, energi, maupun industri.
Baca Juga : Para Senior REI Kompak Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
“Kerentanan dalam rantai pasok adalah isu yang nyata. FIT membantu memperkuat regulasi sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk terintegrasi dalam supply chain global,” jelasnya.
Digitalisasi Perdagangan Jadi Sorotan Indonesia FMM
Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan bahwa digitalisasi perdagangan (digital trade) menjadi faktor penentu masa depan perdagangan internasional. Airlangga menyampaikan bahwa harmonisasi sistem digital lintas negara adalah langkah wajib untuk mempercepat arus barang dan jasa di kawasan.
Menurutnya, penggunaan dokumen elektronik terstandar, proses digital end-to-end, serta interoperabilitas sistem kepabeanan akan memangkas biaya logistik dan birokrasi yang selama ini menghambat pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Standarisasi dokumen elektronik, keamanan siber, dan interoperabilitas digital sangat penting untuk memotong biaya dan mempercepat arus perdagangan,” tegas Airlangga.
Baca Juga : Program 3 Juta Rumah Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serap Jutaan Tenaga Kerja
Ia menambahkan, perdagangan tanpa kertas (paperless trade) merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem perdagangan yang modern, efisien, dan tangguh.
Transformasi digital juga diharapkan memberi manfaat langsung bagi UMKM melalui penyederhanaan kepabeanan, perluasan akses pasar global, serta biaya operasional yang lebih rendah.
Indonesia menilai digitalisasi perdagangan merupakan bagian dari strategi menuju ekonomi hijau dan mendukung komitmen net-zero emission. Melalui FMM, Indonesia memiliki kesempatan untuk menegaskan peran aktif dalam transformasi ekonomi global berbasis teknologi.
Ekonomi digital Indonesia sendiri diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada 2030, sehingga implementasi perdagangan digital memiliki dampak signifikan terhadap daya saing nasional.
Baca Juga : Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan Insentif PPN DTP 100 Persen Diperpanjang
Airlangga juga menekankan bahwa digitalisasi perdagangan membantu memperkuat ketahanan ekonomi domestik dan mendorong integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi persaingan global.
“Paperless trade adalah pendorong utama efisiensi, transparansi, dan inklusivitas. Indonesia melihat FIT sebagai wadah penyelarasan standar digital dan pemberdayaan UMKM untuk menembus pasar global. Kami sedang mempertimbangkan untuk menjadi anggota FIT,” tandasnya.
Keikutsertaan Indonesia dalam FMM dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem perdagangan multilateral, menjaga stabilitas ekonomi nasional, serta memastikan ekosistem perdagangan modern yang lebih aman, cepat, dan inklusif. (Laporan Arsya)
















