Gaet Pembeli Dengan Teknik Omnichannel

Strategi pemasaran secara online dan in-store

0
kiri – kanan : Yoga Priyautama, Albert Sanjaya, Theresia Rustandi, Michael Ignetius Kauw

PROPERTI – Meningkatnya penggunaan internet di Indonesia, mendorong industri properti untuk beralih ke teknik pemasaran omnichannel dengan kemudahan proses pencarian properti. Omnichannel marketing menitikberatkan kepada implementasi strategi pemasaran yang mengkombinasikan penjualan secara online dan in-store yang terhubung dengan satu branding narasi yang konsisten.

VP Corporate Sales Lamudi.co.id, Michael Ignetius Kauw mengatakan, dalam omnichannel marketing, strategi periklanan terintegrasi dan bertujuan pada pengalaman konsumen dibandingkan mengedepankan kuantitas. Makin tereksposnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan teknologi digital, kata dia, menjadi tantangan sendiri.

“Hal ini merupakan tantangan untuk para pengembang properti. Penerapan omnichannel marketing memastikan bahwa pengalaman pelanggan tetap konsisten di semua channels, dengan menyatukan semua titik penjualan dengan satu narasi yang selaras dengan identitas brand itu sendiri,” ujar Michael Ignetius Kauw.

Dikatakan Michael, Riset Tren Pasar Properti semester I-2021 yang dilakukan Lamudi.co.id, dalam lima tahun terakhir demografi pencari properti usia 25 sampai 45 meningkat dan dipimpin oleh mereka yang ada di umur 25 sampai 34 sebagai kelompok pencari properti yang terbanyak.

Lebih lanjut dikatakan Michael, meningkatnya preferensi para pengembang properti terhadap metode pemasaran hybrid (offline dan online) menunjukan bahwa industri properti tanah air makin terbuka terhadap penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanannya.

Skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo, telah mengkategorikan industri real estat sebagai sektor ekonomi prioritas, penerapan strategi omnichannel dalam pemasaran properti menunjukan bahwa teknologi tidak semata-mata menggantikan pelaku industri properti melainkan mendukung perkembangan sektor itu sendiri.

“Sebagai pelaku industri properti sudah semestinya kami beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Perlu ditekankan kepada seluruh developer Indonesia bahwa pemasaran online dan offline bukanlah sebuah opsi melainkan sebuah keharusan,” jelas Theresia Rustandi Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI).

Sementara itu, General Manager Cimanggis Golf Estate by Artha Graha Network, Albert Sanjaya menegaskan, metode pemasaran online tidak akan menghapus pentingnya pemasaran yang selama ini dijalankan secara in-store.

“Adanya peningkatan preferensi pengembang terhadap metode pemasaran online tidak akan menggantikan penjualan in-store yang sudah dijalankan selama ini. Justru pemasaran online harus berjalan seiringan dari penjualan offline untuk meningkatkan kepuasan generasi milenial dan generasi Z ini. Itulah esensi dari strategi omnichannel marketing,” ujar Albert.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link