Property & Bank

Kabar Baik ! Industri Perhotelan Tahun 2024 Diprediksi Makin Pulih

Whiz Luxe, perhotelan
Grand Deluxe Room. Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya

Propertynbank.com – Pada tahun 2023, industri perhotelan mengubah cara properti beroperasi dan melayani tamunya. Mulai dari energi terbarukan hingga desain hotel baru, penginapan alternatif, dan segala sesuatu di antaranya, hotel beradaptasi untuk memenuhi perubahan kebutuhan dan preferensi wisatawan.

Salah satu tren paling signifikan dalam industri perhotelan adalah meningkatnya fokus pada keberlanjutan. Banyak hotel yang menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti menggunakan sumber energi terbarukan, mengurangi limbah, dan menghemat air. Tren ini didorong oleh permintaan konsumen akan akomodasi yang ramah lingkungan dan komitmen industri perhotelan untuk mengurangi jejak karbonnya.

Pemulihan kunjungan dan pergerakan wisatawan mendorong investasi baru di bidang perhotelan. Walaupun begitu, sasaran investasi tersebut masih terfokus di wilayah-wilayah tertentu saja yang menjadi destinasi favorit wisatawan.

Baca Juga : Kembali Dikuasai Pemerintah, HGB Kawasan Hotel Sultan GBK Berakhir

Pascapencabutan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, kunjungan dan pergerakan wisatawan berangsur pulih. Sejumlah destinasi pariwisata favorit kembali ramai dikunjungi wisatawan. Pemulihan ini memicu pengembangan hotel baru.

Menurut data Jakarta Property Market Outlook Jakarta dari Leads Property, pasar hotel saat ini menunjukan tanda-tanda pemulihan secara bertaham meski terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pasar global. Saat ini terdapat 55.900 jumlah kamar hotel Indonesia yang tersebar dengan populasi terbesar berada di Bintang 3 yaitu 37%, disusul Bintang 4 sebesar 35% dan Bintang 5 sebesar 28%.

Tingkat hunian hotel saat ini berada di nilai 62% dan tarif yang ditawarkan juga relatif berbeda untuk setiap kamar berdasarkan Bintang hotel tersebut. Rata-rata harga yang ditawarkan untuk perhari adalah Rp 1,4 juta perkamar untuk per malam. Hotel bintang 5 mulai harga USD 152,6 atau Rp 2,3 Juta, hotel bintang 4 mulai USD 44,3 atau Rp 674.000 dan hotel Bintang 3 seharga USD 28,9 atau Rp 439.000.

Tren meningkatnya jumlah wisatawan asing seiring dengan meningkatnya kembali kegiatan perjalanan bisnis maupun kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) akan membantu performa pasar perhotelan sehingga setara dengan level pra-pandemi.

Pasokan hotel di tahun 2020-2022 berada di 1,5% dan bertambah di tahun 2022-2024 menjadi 2,4%, sedangkan permintaan kamar hotel juga naik dari tahun 2020-2022 berada di nilai 21,3% pada tahun 2022-2024 naik menjadi 29%.

Seiring dengan bertambahnya pasokan baru dari kelas atas (upper class) dan juga kenaikan biaya operational karena tekanan inflasi akan mendorong kenaikan harga kamar rata-rata secara umum. Seperti hotel Bintang 5 pada tahun 2017 berada di bawah harga Rp 2 juta kini menyentuh harga Rp 2,5 Juta permalam, sedangkan untuk hotel Bintang 4 dan 3 sejak tahun 2017 untuk segi harga masih relatif stabil di harga sekitar Rp 500.000.

Pengembangan Bisnis Perhotelan

Di prediksi pasar hotel kedepannya akan mengalami potensi pengembangan hotel yang terintergrasi, hotel-hotel akan diintegrasikan ke dalam mixed used projects sehingga akan mengalami tingkat hunian yang lebih tinggi. Pengembangan hotel mewah juga akan meningkat, selain di Jakarta perkembangan hotel kelas mewah juga siap berkembang di destinasi wisata popular seperti Bali dan Labuan Bajo.

Pariwisata juga dikatakan pulih sehingga banyak hotel baru akan bermunculan. Pembangunan hotel yang sebelumnya terhenti karena pandemi diprediksi akan selesai dalam waktu dekat. Selain itu kedepannya rebranding hotel juga akan berlangsung. Strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan posisi pasar dan profitabilitas hotel secara keseluruhan.

Baca Juga : Intip Layanan Hotel Horison Kertajati, Setelah Tol Cisundawu Beroperasi

Potensi pasar juga dikatakan akan meningkat dari acara pemilu yang akan berlangsung kedepan. Permintaan akan ballroon dan ruangan meeting diprediksi akan meningkat untuk beberapa bulan pertama di tahun 2024, seiring dengan acara-acara pemerintah yang akan diselenggarakan terkait pemilu.

Dampak besar konser musik juga akan menambah permintaan seseorang untuk tinggal di hotel. Hadirnya acara musik offline yang akan menampilkan artis internasional memberikan pengaruh positif terhadap hotel.

Tren staycation juga akan berlanjut, tren ini diprediksi akan terus berlanjut dengan permintaan yang akan di dominasi oleh wisatawan lokal, biasanya mereka akan memilih untuk stay location disekitar perkotaan dengan city view terbaik atau stay location di daerah yang dekat alam.

Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pemesanan kamar hotel biasanya akan terus meningkat, ditambah populernya tren staycation saat ini. Hal ini juga terjadi di hotel-hotel di Jakarta maupun di luar Jakarta. (Nabilla Chika Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini