
Propertynbank.com – PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia/INPP) menghadirkan proyek komersial terbaru bertajuk 88 Plaza Balikpapan. Proyek ini dikembangkan di kawasan strategis Jalan Manuntung, Sepinggan Baru, yang dikenal sebagai salah satu lokasi premium dengan pertumbuhan aktivitas bisnis yang pesat.
Hadirnya proyek komersial ini di Balikpapan, karena melihat potensi kota tersebut sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar properti paling prospektif di Kalimantan Timur. Pertumbuhan infrastruktur, stabilitas ekonomi daerah, serta kualitas tata kota yang baik mendorong meningkatnya kebutuhan ruang komersial modern yang mampu mengikuti perkembangan gaya hidup masyarakat urban.
Sebagai mana diketahui, selama ini Balikpapan dikenal sebagai kota industri energi dan pertambangan yang memiliki fondasi ekonomi kuat. Namun, daya tarik kota ini tidak hanya berasal dari sektor industri. Penataan kota yang berorientasi lingkungan, perpaduan kawasan pesisir dengan hutan mangrove, serta ruang terbuka hijau yang terjaga menjadikan Balikpapan kerap meraih penghargaan Adipura sebagai kota bersih dan tertata di Indonesia.
Kondisi tersebut menciptakan ekosistem perkotaan yang nyaman bagi aktivitas bisnis maupun hunian. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional, sektor properti di Balikpapan pun menunjukkan tren positif, terutama pada segmen komersial dan investasi jangka panjang.
Faktor konektivitas menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kota. Selain itu, kehadiran Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan mempermudah akses nasional dan regional, sementara pembangunan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) mempercepat distribusi logistik serta mobilitas antarwilayah. Didukung transportasi darat dan laut yang lengkap, Balikpapan berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.
Konsep 88 Plaza Balikpapan
Berbeda dari pusat ritel konvensional lainnya, 88 Plaza dirancang sebagai kawasan urban district modern yang mengedepankan konsep ruang terbuka atau open plaza. Konsep ini dihadirkan untuk menciptakan lingkungan komersial yang lebih nyaman, interaktif, serta ramah bagi pengunjung maupun pelaku usaha.
Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, anak perusahaan Paradise Indonesia, Diana Solaiman, mengatakan bahwa proyek ini dirancang untuk menghadirkan ruang usaha yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga pengalaman bagi pengunjung. “Konsep kawasan yang diusung memungkinkan terciptanya aktivitas ekonomi yang produktif sekaligus menjadi destinasi baru bagi masyarakat Balikpapan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).

Dari total pengembangan seluas 8 hektar, tuturnya, tahap pertama mencakup pembangunan di atas lahan sekitar 3 hektar. Pengembangan awal menghadirkan produk komersial berkonsep low density yang dipadukan dengan fasilitas pendukung, termasuk hotel berbintang, guna menciptakan ekosistem bisnis yang hidup dan berkelanjutan.
Pada tahap pre-launching, perusahaan mulai memasarkan unit ruko tiga lantai dengan harga mulai dari Rp3 miliaran. Respons pasar menunjukkan antusiasme tinggi, di mana lebih dari 50 persen unit yang dipasarkan sejak awal Februari telah berhasil terjual.
Menurut Diana, keunikan proyek ini terletak pada pendekatan masterplan kawasan yang dirancang sebagai satu kesatuan urban modern, bukan sekadar deretan ruko. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan ikon komersial baru yang sejalan dengan transformasi Balikpapan sebagai kota modern penyangga IKN.
Balikpapan menjadi kota pertama yang dimasuki Paradise Indonesia pada awal tahun ini. Selama lebih dari 23 tahun, perusahaan telah mengembangkan berbagai proyek properti di sejumlah kota besar seperti Bali, Batam, Bandung, Makassar, Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Hingga kini, Paradise Indonesia telah menyelesaikan 26 proyek di delapan kota dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen.
“Kami mengembangkannya dengan mengusung strategi berbasis konsep 4M, yaitu fokus pada kota besar (major cities), menyasar segmen menengah atas (middle-up), mengembangkan proyek mixed-use, serta menghadirkan proyek berskala menengah yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ungkap Diana lebih lanjut..
Dengan pertumbuhan ekonomi regional yang terus meningkat dan posisi strategis Balikpapan sebagai gerbang menuju IKN, imbuh Diana, kehadiran 88 Plaza diyakini akan memperkuat dinamika sektor properti sekaligus membuka peluang investasi baru di Kalimantan Timur. Proyek ini, kata dia, sekaligus menjadi refleksi perubahan Balikpapan menuju kota modern yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
















