Property & Bank

Pasar Properti Indonesia Menyongsong Pemulihan di 2026

Kebijakan Tarif AS, pasar properti indonesia
Kawasan perkantoran dan permukiman di Jakarta

Propertynbank.com – Sepanjang 2025, pasar properti Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah iklim ekonomi global dan domestik yang masih berhati-hati. Di kota-kota utama seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, pelaku pasar mengedepankan strategi efisiensi, fleksibilitas, dan pemilihan lokasi strategis dibandingkan ekspansi agresif.

Konsultan properti Colliers menyebtkan, sektor perkantoran di Jakarta dan Surabaya relatif stabil dengan aktivitas sewa yang didominasi perpanjangan kontrak. Minat relokasi dan ekspansi terbatas mulai terlihat, khususnya pada gedung berkualitas dengan biaya kompetitif. Terbatasnya pasok baru, terutama di Surabaya, membantu menjaga tingkat hunian.

Di sektor apartemen, menunjukkan kinerja yang beragam. Jakarta mencatat perbaikan permintaan seiring terbatasnya pasok baru dan dukungan insentif pemerintah. Di Surabaya, permintaan masih moderat dengan preferensi pada unit siap huni dan pengembang bereputasi. Sementara itu, Bali tetap atraktif dengan pengembangan apartemen berkonsep gaya hidup, wellness, dan pariwisata, terutama di kawasan Canggu dan Uluwatu.

Sedangan sektor ritel, menurut Colliers mengalami pemulihan bertahap. Mal kelas atas di Jakarta, pusat perbelanjaan berorientasi keluarga di Surabaya, serta mal berbasis pariwisata di Bali menunjukkan kinerja yang lebih tangguh. Penyewa berbasis pengalaman, khususnya F&B dan hiburan, tetap menjadi pendorong utama permintaan.

Baca Juga : Pemerintah Akan Bangun Rusun Subsidi Meikarta, Dekat Kawasan Industri dan Fasilitas Publik

Semetara untuk sektor perhotelan, masih menghadapi tekanan akibat menurunnya permintaan dari segmen pemerintah dan MICE. Namun, diversifikasi ke segmen korporasi, FIT, serta peningkatan wisatawan mancanegara—terutama di Bali—memberikan peluang pemulihan. Kualitas layanan, personalisasi, wellness, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor pembeda utama.

Colliers juga mengungkapkan, sektor industri di Surabaya mencatat aktivitas yang lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya akibat kehati-hatian investor, namun keterbatasan pasok lahan menjaga tingkat penyerapan tetap tinggi.

Baca Juga : BSN Resmi Beroperasi, Fokus Digital dan Perluasan Layanan Syariah

Kemudian, untuk sektor hunian ekspatriat di Jakarta tetap stabil, didukung oleh permintaan pengganti dari perusahaan multinasional dan keterbatasan pasok hunian sewa premium. Fokus pada kualitas aset dan fasilitas modern menjadi kunci daya saing.

Pasar Properti Indonesia Makin Pulih

Menurut Colliers Indonesia, memasuki 2026, dengan pasokan yang tetap terkendali dan permintaan yang berangsur pulih, pasar properti Indonesia diperkirakan bergerak ke arah yang lebih seimbang. “Properti dengan lokasi strategis dan pengelolaan profesional diproyeksikan mencatatkan kinerja yang lebih solid di seluruh sektor,” sebut laporan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan