Property & Bank

Pendapatan INPP Tumbuh 9,1 Persen, Perhotelan dan Komersial Kontributor Terbesar

INPP
Presiden Direktur CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Anthony Prabowo Susilo

Propertynbank.com – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) membukukan hasil positif sepanjang kuartal I tahun 2025. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pendapatan dan laba bersih yang ditopang dari berbagai lini usaha yang dikembangkan. Oleh karena itu, INPP atau yang juga dikenal dengan Paradise Indonesia, optimis hingga akhir tahun bisnis yang dijalankan terus tumbuh.

Presiden Direktur CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Anthony Prabowo Susilo mengatakan, kinerja positif yang dicapai berkat dukungan dari berbagai pihak dan kerja keras seluruh tim. Dengan mengusung konsep 4 M yakni mixed use development, mid-scale development, middle up market, dan major cities, kata dia, menjadi strategi utama mencapai keberhasilan INPP di bisnis properti.

“Kami merupakan emiten dengan porsi recurring income terbesar mencapai 82 persen dibandingkan perusahaan lain yang hanya 20 hingga 30 persen saja. Porsi recurring ini akan kami maintenance di 70 sampai 80 persen dan ini yang menjadi penopang pengembangan bisnis kami dengan strategi capital recycling.  Mal kami tidak ada anchor tenant, semuanya berupa ritel-ritel kecil tapi memiliki pangsa pasar kuat,” ujar Anthony usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik Tahun 2025 INPP, di Jakarta, Kamis (19/6).

Menurut Anthony, dengan pencapaian positif dan keberhasilan di awal tahun 2025 ini akan menjadi dasar yang kuat untuk memulai kinerja positif keseluruhan Paradise Indonesia hingga akhir tahun. Pencapaian lainnya, kata dia, Paradise Indonesia telah meresmikan secara keseluruhan hunian Antasari Place di Tower I.

“Dalam hal ini, semua sudah termasuk fasilitas serviced apartment dan retail pada semester pertama tahun 2025 ini. Setelah beroperasi penuh, maka proyek ini diharapkan dapat mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih tinggi. Selain itu proyek ekstension 23 Paskal Bandung juga telah kami buka,” ungkap Anthony.

Baca Juga : Tidak Hanya Modal Yang Kuat, INPP Terus Berkembang Karena Kreatifitas

Dirinya menegaskan, seiring dengan kinerja positif yang dicapai, maka INPP membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham. Hal ini merupakan bentuk pembuktian posisinya yang kokoh sebagai emiten properti dengan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) tertinggi di industri.

“Pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para investor sekaligus mencerminkan fundamental keuangan yang solid. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp67 miliar, setara dengan Rp6 per lembar saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2024,” jelas Antony.

Kontribusi Terbesar Pendapatan INPP

Sementara itu, Chief Financial Officer Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk, Surina menambahkan, Perseroan membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I 2025. Pendapatan perseroan tumbuh menjadi Rp286,4 miliar, naik 9,1 persen dari periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi besar dari segmen perhotelan dan komersial terhadap total pendapatan perusahaan.

Baca Juga : Tak Bergantung MICE, Bisnis Hotel INPP Tetap Moncer

“Segmen perhotelan mencatatkan pendapatan Rp130 miliar atau naik 15,5 persen (YoY), kemudian pendapatan segmen komersial Rp131,6 miliar, naik 9,8 persen (YoY). Pertumbuhan pada kedua segmen ini turut mendongkrak kenaikan pendapatan berulang (recurring income) Paradise Indonesia. Sampai dengan kuartal I tahun ini, pendapatan berulangnya naik 12,6 persen secara tahunan,” kata Surina.

Menurut dia, sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok perseroan juga tumbuh menjadi Rp98,99 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan menjadi Rp187,40 miliar. Sementara laba bersih melesat signifikan hingga 185,5 persen (YoY), menjadi Rp382,4 miliar. Kenaikan laba bersih yang signifikan juga dipengaruhi oleh keuntungan investasi yang dilakukan Paradise Indonesia pada entitas asosiasi (penjualan investasi saham) sebesar Rp515,3 miliar.

“Sejak tahun 2022, pendapatan Perseroan telah naik dibandingkan situasi saat pandemi. Pada tahun 2023-2024 kami terus melakukan improving dengan penambahan unit usaha baru. Recurring revenue tumbuh yang diraih dari seluruh proyek kami dalam pengembangan mixed use, jadi kenaikan recurring revenue itu support dari mixed use,” tutur Surina.

Ditambahkannya, dari tiga segmen yang digarap yakni hotel, komersial, residensial pada tahun ini akan fokus untuk penyelesaian ritel dan komersial. “Porsi penggunaan capex 56 persen untuk ritel, 36 persen residensial, sisanya untuk hotel. Pendapatan recuring porsinya 42 persen ritel dan 48 persen hotel,” pungkas Surina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan