Property & Bank

PIK2 Ditunjuk Jadi Proyek Strategis Nasional Tanpa Dukungan APBN

PIK2
Rencana pengembangan kawasan Ecopark PIK2 untuk mendukung PSN

Propertynbank.com – Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), dari 14 usulan PSN baru yang pembiayaannya berasal dari investor swasta dan tidak membutuhkan dukungan APBN. PSN ini ditetapkan untuk mendukung kebijakan percepatan hilirisasi, mendukung konektivitas, mendukung pengembangan dan pemerataan ekonomi nasional dan daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mendapatkan dukungan Kementerian sektor.

PIK2 merupakan salah satu pengembangan kawasan properti di Jakarta Utara, yang terletak di tepi Pantai (tropical coastland) dan mengusung filosofi gaya hidup yang dinamis dan modern dengan inovasi yang dikembangkan mengikuti perkembangan pasar. PIK2 merupakan lanjutan usaha patungan Agung Sedayu Group (ASG) dan Salim Group (SG) setelah berhasil mengembangkan Kawasan PIK 1 dan pulau reklamasi yakni Golf Island and Ebony dengan total luasan pengembangan sekitar 1.600 hektar.

Head of Public Relations Department Agung Sedayu Group, Fiona Chrysanti mengatakan, perencanaan PIK2 PSN dengan kisaran luas proyek 1.755 hektar, yang telah dikaji antara lain pengembangan baru berkonsep eco-park dan dapat disebut Taman Bhineka yang akan mengusung keragaman religi dan sikap toleransi di Indonesia.

Baca Juga : Pengunjung Membludak, Agung Sedayu Group Tutup ASG Expo 2024 Dengan Transaksi Rp 1,8 Triliun

Menurut Fiona, safari sebagai destinasi wisata alam yang dapat diakses oleh umum serta fasilitas penunjang yang diperlukan untuk mempermudah wisatawan untuk berkunjung termasuk hotel, restoran dan fasilitas lain yang berhubungan dengan wisata safari. Sedangkan lapangan Golf dirancang untuk dapat mengakomodir standar 27 holes dengan skala design bertaraf internasional.

“Wisata Mangrove sebagai destinasi wisata alam yang berbasis pesisir pantai termasuk safari mangrove dan taman rekreasi keluarga, dan kebun binatang berhabitat mangrove. Lalu sirkuit internasional untuk menyasar segmen pecinta otomotif dan direncanakan racing berskala nasional dan internasional sebagai magnet untuk segmen otomotif,” jelas Fiona dalam keterangan tertulis.

Selain itu, ekowisata dapat mencakup resort yang bertemakan pesisir pantai, taman terbuka dan tertutup dengan target segmen wisata ekowisata. Perhitungan sementara total investasi, kata Fiona, dapat mencapai sekitar Rp40 triliun dan akan dibangun mulai tahun 2024 dan ditargetkan selesai pada tahun 2060. Dalam perencanaan total investasi tersebut akan difasilitasi pihak swasta dan tidak ditargetkan menggunakan APBN/APBD.

PIK2 Sebagai PSN

Penetapan PIK2 sebagai PSN menjadi tonggak baru bagi pengembang untuk lebih berdampak lebih luas sehingga bukan hanya membangun infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan untuk hunian dan kegiatan komersial. Saat ini PIK2 merencanakan ekspansi target pasar baru yakni destinasi pariwisata baru di pesisir pantai Tangerang Utara dengan total cakupan area sekitar 1.755 hektar, dengan harapan target-target yang telah diidentifikasi dapat tercapai antara lain penyerapan lapangan kerja baru sekitar 30.000 orang, kunjungan wisatawan baik domestic maupun asing sekitar 10 juta wisman pertahun.

Baca Juga : ASG Tambah Destinasi Kuliner Tematik Tepi Laut Bernuansa Hawaii “Aloha” PIK

Kemudian kontribusi kepada pendapatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bentuk pajak (PPn, PBB, PB1, Pph). Potensi investasi modal dari swasta/asing yang berminat untuk menanamkan modalnya di PIK2 PSN. Lalu adanya pemerataan distribusi pembangunan di luar DKI Jakarta sehingga tercapai dampak sosial dan ekonomi antara lain mengurangi kesenjangan pendapatan di seluruh lapisan masyarakat, memperkecil kesenjangan antarwilayah, pemerataan infrastruktur sehingga dapat menunjang tercapainya Indonesia Emas pada tahun 2045.

PIK2
PIK2 merupakan mega proyek Agung Sedayu Group

“Diperlukan transportasi dan jalan tol yang memadai dalam hal untuk mengakomodir potensial animo di atas, dan saat ini kawasan PIK2 sedang dibangun jalan tol KATARA (Kamal-TeluknagaRajeg) sepanjang hampir 40 KM dan diperkirakan akan mulai beroperasi dalam 1 tahun ke depan,” ungkap Fiona.

Profil Agung Sedayu Group

Sebagai informasi, Agung Sedayu Group adalah perusahaan pengembang properti yang berpusat di Jakarta. Berdiri sejak 1971, portofolio pengembangan ASG tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang terdiri dari township, superblok, apartment, office tower, mall, industrial estate, hotel, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Status Pandemi Dicabut ASG “PEDE’ Persembahkan Batavia PIK

Agung Sedayu Group (ASG) berawal dari sebuah perusahaan kontraktor rumah pertokoan sederhana. ASG kemudian berkembang pesat sehingga mampu mengembangkan jangkauan pelanggan dan memperluas mitra usaha. Semenjak 1991, ASG mulai membangun Harco Mangga Dua, yang merupakan Mal Elektronik terintegrasi pertama di Indonesia. Lalu dilanjutkan dengan pengembangan beberapa kawasan residensial dan komersial berskala besar, seperti Taman Palem seluas 200 hektar dan beberapa apartemen gedung tinggi.

Di tengah fenomena banyaknya perusahaan pengembang yang gulung tikar pasca krisis, Agung Sedayu Group justru semakin mengokohkan posisinya dan mampu memenuhi derasnya tuntutan pasar terhadap kebutuhan ruang komersial dan hunian. Semenjak itu ASG semakin gencar menggarap proyek- proyek baru, termasuk proyek revolusioner Pantai Indah Kapuk, kawasan dengan konsep one-stop-living yang dikenal sebagai salah satu hunian elit Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *