Wednesday , September 30 2020
Home / Indeks Berita / Progres Pengerjaan Proyek LRT Jabodebek Tahap I Telah Mencapai 71,2%

Progres Pengerjaan Proyek LRT Jabodebek Tahap I Telah Mencapai 71,2%

Progres pengerjaan konstruksi proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek per 20 Maret 2020 sudah mencapai 70,9 persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

UMUM – PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatat progres kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek tahap I telah mencapai 71,2% hingga 22 Mei 2020. Mengutip data  pada Jumat (06/06/2020), pada lintas pelayanan 1 yakni Cawang-Cibubur progresnya 85,7%, lintas pelayanan 2 yakni Cawang-Kuningan-Dukuh atas sudah 65,9%.

Kemudian lintas pelayanan 3, Cawang-Bekasi Timur progres mencapai 64,8%. Bentangan beton panjang (longspan) kereta light rail transit (LRT) Jabodebek di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Soebroto sepanjang 148 meter, diklaim tahan terhadap bencana gempa bumi.

BACA JUGA :   Hari Raya Nyepi, Pemerintah Tutup Sementara Jalan Tol Bali Mandara

Longspan tersebut merupakan bagian dari jalur LRT Cawang-Dukuh Atas. Pembuat jembatan lengkung bentang panjang (longspan) di Kuningan pada proyek LRT Jabodebek Arvilla Delitriana mengatakan, pada saat pembuatan desain longspan memperhatikan betul ancaman gempa, yang bisa saja terjadi di ibu kota.

Sebagai informasi, Adhi Karya mendapat penugasan membangun LRT Jabodebek, sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 beserta perubahannya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun memastikan proyek LRT Jabodebek tetap berjalan. Hal ini ditegaskan usai pemangkasan belanja modal (capex) 2020 perseroan sebesar Rp 3,5 triliun.

BACA JUGA :   Sosok Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Baldan

Pemangkasan belanja modal ini sebagai dampak dari keuangan perusabaan yang tertekan akibat minimnya pendapatan akibat pandemi covid-19. Untuk 2020, belanja modal KAI didominasi untuk proyek LRT Jabodebek yang mencapai Rp 6,9 triliun. Pada tahun anggaran 2020, KAI sebelumnya telah menganggarkan belanja modal Rp 12 triliun.

Dengan adanya pemotongan ini, maka belanja modal hanya tinggal di kisaran Rp 9 triliun. “Khusus Capex LRT tidak dipotong, jadi progres tetap masih oke,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, pada Senin (01/06/2020).

BACA JUGA :   Komite Keselamatan Konstruksi : 38 Proyek Lanjut

Didiek menegaskan, kalaupun ada pengaruh sebagai dampak dari covid-19, itu hanya bersifat minim dan tak mengubah target penyelesaian pada Desember 2021. “Pengaruh di konstruksi LRT yang dikerjakan oleh Adhi Karya. Target penyelesaian diharapkan tetap sesuai jadwal,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

permata bank

PermataBank Dukung Upaya Pemerintah Putus Rantai Penyebaran COVID-19

INFO PERBANKAN – Dalam upaya mendukung pemerintah Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link