
Propertynbank.com – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas upayanya memperkuat ekosistem properti nasional. Menteri PKP dinilai konsisten membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha perumahan.
“Terima kasih kepada Menteri PKP yang sudah empat kali hadir di acara REI. Beliau membuktikan bahwa sektor perumahan membutuhkan kerja super team,” ujar Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, dalam Rakernas REI 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (4/11).
Menurut Joko, pemerintah menetapkan properti sebagai instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan. Alasannya, industri properti mampu menyerap 14–17 juta tenaga kerja, memberi efek berantai ke 185 sektor, hingga berkontribusi besar terhadap penanggulangan stunting. Selama lima tahun terakhir, properti juga konsisten masuk empat besar penyumbang investasi terhadap PDB. “Ini bukti bahwa properti adalah pengungkit utama ekonomi nasional, kami menyebutnya Propertinomic,” ujarnya.
Lebih lanjut Joko melaporkan bahwa peran organisasi yang ia pimpin dalam mendukung program perumahan pemerintah cukup signifikan. Sebanyak 401 anggota telah mengajukan KUR, dengan nilai yang sedang diproses mencapai Rp1,82 triliun. Dari angka itu, 53 persen berasal dari anggota REI. Serapan FLPP oleh anggota juga mencapai 42 persen per November, dan diperkirakan naik menjadi 46 persen pada akhir tahun.
Namun, Joko menyoroti persoalan serius: ratusan proyek anggota masih terhambat akibat tumpang tindih perizinan di sembilan kementerian/lembaga. “Ada sekitar 314 proyek yang mandeg. Kami berharap dukungan Menteri PKP untuk membantu penyelesaiannya,” tegasnya.
Menteri PKP Minta REI Kritik
Sementara itu, dalam sambutannya Menteri PKP mengapresiasi kontribusi pengembang dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia bahkan meminta REI tidak segan memberikan kritik terhadap program kementerian.
Namun demikian, dirinya juga berharap dukungan dari para pengembang perumahan seluruh wilayah Indonesia untuk mensukseskan Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto dengan membangun rumah yang berkualitas dan layak huni bagi masyarakat.
“Saya sebagai Menteri PKP juga tidak segan meminta Ketua dan Pengurus DPP dan DPD REI serta para pengembang anggota REI untuk mengevaluasi kinerja Kementerian PKP. Silakan berikan kritik dan saran kepada kami tentang apa yang perlu dikerjakan dan dievaluasi. Kementerian PKP siap untuk mendorong program perumahan yang dibutuhkan oleh pengembang,” ujar Menteri Ara di hadapan sekitar 1.000 peserta Rakernas.
Rakernas REI 2025 mengusung tema Propertinomic 2.0: Mengatasi Hambatan dan Percepatan Program 3 Juta Rumah. Menteri PKP berharap forum ini menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan sektor perumahan.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan 11 kebijakan yang telah dijalankan pemerintah, mulai dari BPHTB gratis untuk MBR, PBG gratis, insentif PPN DTP hingga 2026, pelonggaran GWM BI, hingga program pembiayaan mikro perumahan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil gotong royong banyak pihak, termasuk kementerian/lembaga dan perbankan.
“Pengembang pasti senang jika kebijakan jelas dan cepat. Mari kita gotong royong membangun rumah rakyat,” pungkas Ara.
















