Sunday , June 7 2020
Home / Indeks Berita / Rusun Khusus Nelayan di Lombok Timur Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Rusun Khusus Nelayan di Lombok Timur Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Rumah susun (Rusun) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur, jadi lokasi karantina masyarakat terjangkit virus Covid-19.

NASIONAL – Dalam rangkan membantu Pemerintah Daerah dalam menangani pandemi virus corona, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan menizinkan pemanfaatan bangunan rumah susun (Rusun) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur, sebagai lokasi karantina masyarakat terjangkit virus Covid-19.

“Kementerian PUPR bersama Pemda setempat menjadikan Rusun DKP untuk nelayan di Kabupaten Lombok Timur sebagai tempat isolasi orang dalam pemantauan (ODP) kasus kontak Covid-19” ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rini Dyah Mawarti beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :   Rangkaian HUT ke 50, Yayasan APL Gelar Kegiatan Disability Awareness ke 6

Rini menjelaskan , pemanfaatan bangunan Rusun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Nelayan tersebut digunakan sebagai lokasi isolasi pasien yang diduga mengidap Covid -19 tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid tanggal 3 April 2020 kepada Bupati Lombok Timur mengenai pemanfaatan segera Rusun tersebut.

Sementara itu, terkait pemanfaatan Rusunawa ini, SNVT Perumahan NTB telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna menjadikan Rusunawa ini sebagai tempat isolasi masyarakat.  “Pemanfaatan Rusunawa sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 juga sudah disetujui oleh Pemerintah daerah dan warga setempat,” terangnya.

BACA JUGA :   Keppel Land dan Metland Luncurkan The Riviera

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Timur, Sahri menceritakan bahwa seharusnya Rusunawa yang dibangun oleh Kementerian PUPR pada tahun 2016 ini dihibahkan pada 2018 lalu, tapi karena bencana gempa bumi maka serah terima tersebut ditunda.

“Rusunawa tersebut mengalami kerusakan ringan walaupun struktur bangunan masih kuat. Sehingga dilakukan revitalisasi pada 2019 lalu. Kami harap tahun ini bisa segera dilakukan serah terima agar bisa segera kami kelola,” ujar sahri.

BACA JUGA :   Intiland Bedah 25 Rumah Dekat Talaga Bestari

Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB , Rusunawa ini dibangun sebanyak satu Twinblock setinggi lima lantai. Jumlah unit hunian di Rusunawa ini berjumlah 114 unit dengan ukuran hunian tipe 24. Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penghuninya, Kementerian PUPR telah melengkapi setiap unit hunian dengan sejumlah meubelair seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur.

Terkait dengan pemanfaatan Rusun ini, Ruangan isolasi pasien Covid-19 hanya menggunakan unit hunian di lantai 3, 4 dan 5 sebanyak 72 ruang. Pemda pun telah membatasi akses keluar masuk Rusunawa tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dan penjagaan gedung diperketat melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Aparat Kepolisian.

BACA JUGA :   Bingung Mau Liburan Kemana? Ini 8 Lokasi Di Indonesia Paling Hits

“Dari informasi yang kami terima sampai dengan saat ini sudah ada tiga puluh satu Pasien Covid-19 yang diisolasi di Rusunawa tersebut. Sebagian besar warga Lotim yang ditampung untuk isolasi di Rusun tersebut adalah pelajar,” katanya.

Check Also

RAI

Memiliki Nilai Strategis, Masyarakat Kecewa Industri Pesawat Tak Masuk PSN 2020

TEKNOLOGI – Pemerintah beberapa waktu lalu mengumumkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi fokus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link