Home / Breaking News / 529 Unit Sarhunta Di Likupang Siap Terima Tamu, Tarif Rp 200 Ribu/ Malam

529 Unit Sarhunta Di Likupang Siap Terima Tamu, Tarif Rp 200 Ribu/ Malam

Pondok wisata (homestay) Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Likupang, Sulawesi Utara

WISATA – Sebanyak 529 unit rumah dibangun dalam mendorong potensi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang – Manado di Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) berupa bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya. ”Program Sarhunta ini bertujuan untuk mendukung pemulihan pariwisata daerah. Selain itu juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang juga terdampak pandemi Covid-19,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

BACA JUGA :   Dipasarkan Pertama Kali Di Indonesia, Crown Bukukan Penjualan Artis Rp 65 Miliar

Sementara Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, Hujurat menjelaskan, jumlah bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha pondok wisata (homestay) sebesar Rp 36,74 Miliar. Dana dialokasikan untuk meningkatkan kualitas rumaha tidak layak huni yang ada di beberapa lokasi yang ada di KSPN tersebut.

Bantuan Sarhunta tersebut disalurkan untuk 263 unit yang terdapat di tiga Desa yaitu Marinsow, Pulisan, Kinunang dan satu Kelurahan di Pulau Bunaken. Pihaknya juga berharap Sarhunta yang sudah selesai dibangun Kementerian PUPR bisa dimanfaatkan dan dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sehingga lebih banyak wistawan yang berkunjung ke Likupang sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat serta peningkatan terhadap sektor pariwista,

BACA JUGA :   Di Kongres Pertamanya, Himperra Usulkan Solusi Pendanaan Perumahan

Untuk Rumah warga yang dijadikan homestay juga sangat nyaman karena fasilitas untuk penginapan sangat lengkap baik dan aman. Para wisatawan  juga bisa berinteraksi langsung dengan penduduk dan desain rumahjuga menonjolkan budaya dan kearifan lokal.

“Seluruh Homestay yang sudah rampung 100 persen  sudah mulai disewakan ke wisatawan dengan biaya sewa per malam nya Rp 200,000. Selain itu ada jenis bantuan peningkatan kualitas tanpa fungsi yang terdapat di sepanjang koridor KSPN Likupang berjumlah 266 unit progresnya sudah hampir rampung 100 persen,” terangnya.

BACA JUGA :   Transportasi Tertata Baik Mampu Cegah Stres

Di lain pihak, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Sarhunta di Likupang mengatakan, Kemenparekraf sangat mengapresiasikan program-program pembangunan infrastruktur dan perumahan dari Kementerian PUPR.

“Pembangunan rumah-rumah warga agar bisa dijadikan homestay adalah suatu wujud nyata bahwa pemerintah hadir untuk menggerakkan ekonomi masyarakat daerah khususnya desa, membuka peluang usaha dan membantu menambah penghasilan masyarakat. Tentunya dalam pengelolaan Sarhunta di Likupang juga harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin untuk mengantisipasi pnyebaran virus Covid-19,” tukasnya.

Check Also

Jadi University Residence Pertama Kingland Avenue Gandeng OHM

Properti : Pengembang properti PT Hong Kong Kingland kian menunjukkan komitmenya untuk mewujudkan konsep hunian “University …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 179

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link