Property & Bank

Bidik Gen Milenial & Z, Farpoint Bangun Maestria Kawasan Mini Township Berkonsep Sustainable Community Living

Maestria

PropertynbankGenerasi Milenial dan Gen Z telah mendominasi segmen pencari properti dalam beberapa tahun terakhir. Kebutuhan mereka untuk memiliki rumah pun tampak dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2022, menunjukkan dari total 10,51 juta keluarga yang belum memiliki rumah, lebih dari 8,6 juta di antaranya adalah Generasi Milenial dan gen Z.

Adapun pemenuhan suplai hunian dalam menjawab permintaan Generasi Milenial dan Gen Z akan rumah pertama membutuhkan terobosan tersendiri.

Pasalnya, generasi ini tidak hanya mencari tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga melihat rumah sebagai investasi jangka panjang. Oleh karena itu, selain kenyamanan, mereka mencari properti yang memiliki daya tahan tinggi, prospek masa depan yang cerah, dan fasilitas lengkap.

Farpoint, perusahaan real estate terpercaya di Indonesia, memahami preferensi Generasi Milenial dan Gen Z dalam memiliki rumah yang sesuai dengan karakteristik unik mereka. Bekerjasama dengan SWA Group (SWA), firma arsitektur lanskap, perencanaan, dan desain perkotaan terkemuka dari Amerika Serikat, Farpoint meluncurkan Maestria, Mini Township seluas 55 hektar dengan konsep sustainable community living.

Dhaval Barbhaya dari SWA dipercaya menjadi Master Planner untuk pengembangan hunian Maestria dengan menggabungkan alam yang menawan, danau yang luas, dan pemandangan pegunungan di sekitar area.

Hellen Triutomo, Landed Home Business Unit Director, Farpoint, mengatakan, “Kami berharap Maestria Residences dapat menjawab keinginan Generasi Millenial and Gen Z untuk memiliki hunian idaman, baik bagi yang tinggal sendiri maupun bersama keluarga, dalam kawasan rumah tapak kualitas premium dengan harga terjangkau”.

Hellen Triutomo menambahkan bahwa Maestria dapat menjawab kebutuhan generasi muda akan rumah di lingkungan yang aman dan nyaman, strategis  dengan akses TOD (Transit Oriented development) yang mudah dicapai bagi para pengguna kereta atau commuter line sehingga dapat menjadi investasi jangka panjang.

Dhaval Barbhaya, Principal, Planner + Urban Designer, SWA Group, USA, mengungkapkan Maestria dirancang berdasarkan empat prinsip utama. Pertama, melindungi, melestarikan, dan memberdayakan ekosistem sekitar. Kedua, menghubungkan masyarakat dengan sistem transportasi yang efisien. Ketiga, menciptakan lingkungan yang dinamis dan ramah pejalan kaki. Terakhir keempat, memberikan sebanyak mungkin ruang terbuka yang memungkinkan siapa saja untuk berkumpul dan berinteraksi.

Senada juga diungkapkan Sibarani Sofian, Founder, Director of Urban+, menjelaskan perencanaan Maestria sangat memperhatikan keberlanjutan.

“Maestria terdiri dari kawasan hijau yang sifatnya alami dan kawasan terbangun tempat berlangsung sendi-sendi kehidupan, di mana keduanya terintegrasi untuk menciptakan harmonisasi yang mungkin kerap dilupakan kompleks hunian lain. Di sini, Maestria juga mengusung konsep walkability area dimana area ini ramah untuk para pejalan kaki, dan tiap orang bisa cukup berjalan kaki untuk berkegiatan dan mengunjungi area-area penting sambil menikmati udara segar dan lingkungan yang asri. Ini tentunya mencerminkan gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan yang kini tengah menjadi perhatian besar Generasi Milenial dan Gen Z,” ujar Sibarani.

Di Maestria, setiap unit mengedepankan desain hunian inovatif 2 musim dengan konsep sustainable community living yang berpusat pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Yori Antar, Design Principal, Han Awal & Partners Architect, menerangkan bahwa pendekatan arsitektur tersebut terinspirasi dari iklim Indonesia yang terdiri dari dua musim.

“Seluruh rumah di Maestria menggunakan sebanyak mungkin material yang cocok untuk menghadapi iklim Indonesia sebagai negara tropis; sehingga kuat dalam menahan teriknya kemarau maupun terjangan musim hujan. Ventilasi rumah juga dirancang dengan maksimal sehingga udara panas tidak terjebak di dalam rumah. Tiap rumah pun memiliki area outdoor yang didesain sehingga penghuni bisa dengan mudah berinteraksi dengan tetangganya, serta ciri rumah dengan desain yang timeless. Pendekatan arsitektur ini pun menjadi apresiasi kami untuk Indonesia agar nilai-nilai luhur dan rasa local pride dapat terus diturunkan ke generasi berikutnya,” tutur Yori.

Maestria juga menyediakan fasilitas lengkap yang meliputi tiga area utama, yaitu Central Park, Central Lake, dan Central Market. Central Park merupakan pusat rekreasi keluarga dengan konsep taman terbuka yang dipenuhi pepohonan, lengkap dengan fasilitas seperti social space, playground, dan open green space.

Central Lake menawarkan pemandangan danau yang indah serta sarana olahraga seperti jogging track dan akses ke Clubhouse yang menyediakan Multifunction Room, Sky Deck Area, Infinity Pool, hingga Basketball Court. Central Market siap memenuhi kebutuhan harian dengan produk-produk dari pelaku usaha lokal / UMKM, termasuk dari warga sekitar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setempat secara berkelanjutan.

Hunian Asri dan Kemudahan akses

Terletak di Barat Serpong, Maestria Residences juga akan dilengkapi dengan akses masuk yang mudah dari kota Jakarta seiring dengan pembangunan Tol Serpong-Balaraja, sebagai akses tambahan dari Tol Jakarta-Serpong dan Tol Jakarta-Tangerang. Tak lupa, akses KRL lewat Stasiun Parung Panjang dan Stasiun Cilejit juga memberi pilihan mobilitas yang lebih luas untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Maestria pun dikelilingi kota-kota terencana di Tangerang yang berfasilitas lengkap dan kian berkembang, membuatnya jadi pilihan ideal bagi yang banyak beraktivitas tinggi di area BSD City, Alam Sutera, dan sekitarnya.

Peluncuran Maestria ini sekaligus memperkenalkan tipe-tipe rumah yang tersedia, meliputi Deluxe, Suite, Double Suite, Loft Plus, Premier dan Premier Corner. Farpoint menawarkan unit rumah Maestria dengan harga mulai dari Rp 500 juta dengan cicilan mulai dari Rp 3 jutaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *