Home / Indeks Berita / BNSP : Sertifikat Kompetensi Dapat Dicabut Bila Langgar Kode Etik

BNSP : Sertifikat Kompetensi Dapat Dicabut Bila Langgar Kode Etik

Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Aldo Tobing

NASIONAL – Maraknya kasus mafia tanah merupakan modus yang melibatkan banyak pihak. Tentu pihak penegak hukum yang menangani kasus ini terus berupaya memberantas mafia tanah tersebut.

Menanggapi hal ini, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Aldo Tobing mengatakan, salah satu hal yang penting untuk mencegah terjadinya praktik mafia tanah adalah dengan peningkatan kapasitas SDM yang berkaitan secara langsung.

BACA JUGA :   ERA Platinum Hadir Lagi Di Kota Solo

“Peningkatan SDM dimaksud adalah tersedianya standar pelayanan pertanahan yang terukur bagi pihak yang menjadi pelaku terbitnya sertipikat tanah termasuk Kantor Pertanahan setempat, notaris sebagai PPAT dan Broker Properti. Seseorang dapat dinyatakan kompeten jika memenuhi ketiga unsur yaitu, pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja,” jelas Aldo kepada Property&Bank.

Lalu, apa saja upaya yang telah dilakukan oleh BNSP agar setiap sumber daya manusia yang terkait memiliki kompetensi, sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas. Bagaimana mendapatkan sertifikasi profesinya? Simak ulasan lengkap Aldo Tobing di Majalah Property&Bank edisi cetak maupun digital, no 177 bulan Maret 2021.

Check Also

Bukukan Laba Bersih Ciputra Development Bagi Dividen Rp157,5 Miliar

PROPERTI : Perusahaan properti PT. Ciputra Development Tbk, Kamis 29 Juli 2021, melakukan Rapat Umum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 180

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link