
Propertynbank.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi ke-3 Tahun 2025 pada Selasa, 2 Desember 2025. Agenda strategis yang berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang konsolidasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pemantauan keterhunian rumah subsidi serta mengevaluasi kinerja penyaluran Tapera dan FLPP sepanjang 2025.
Rakor dihadiri oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, Anggota Komite Tapera Unsur Profesional Dr. Eko D. Heripoerwanto, perwakilan Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, direksi dan pejabat bank penyalur, serta jajaran pimpinan asosiasi pengembang perumahan.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pengembang dalam memastikan rumah subsidi benar-benar dihuni, BP Tapera memberikan penghargaan kepada asosiasi dengan kinerja keterhunian terbaik.
Penghargaan dibagi ke dalam dua kategori yakni Kategori Jumlah Rumah Dihuni antara lain REI (Realestat Indonesia), APERSI, HIMPERRA. Kategori Persentase Rumah Dihuni antara lain APERNAS, PERUMNAS dan REI.
Baca Juga : Dorong Tercapainya Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Siap Dikritik
BP Tapera berharap momentum ini dapat memacu seluruh asosiasi dan pengembang untuk semakin meningkatkan kualitas hunian, mempercepat keterhunian, serta aktif memberikan pendampingan bagi MBR penerima manfaat.
Realisasi FLPP 2025
Dalam laporannya, Sid Herdi Kusuma mengungkapkan bahwa hingga 30 November 2025, realisasi pembiayaan FLPP telah mencapai 232.673 unit rumah dengan nilai Rp28,8 triliun. Meski capaian sudah tinggi, Sid menegaskan perlunya akselerasi menjelang penutupan tahun. “Perlu adanya dorongan lebih besar lagi dari Bank Penyalur untuk memaksimalkan kinerja di sisa penghujung tahun,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan keterhunian rumah subsidi, memastikan akad hanya dilakukan pada rumah yang aman dari risiko bencana, telah rampung dibangun, siap huni, dan sesuai regulasi.
Baca Juga : CINITY Hadirkan 4 Brand Ternama, Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Terpadu
Sid mengingatkan seluruh pihak untuk memastikan pemasangan plakat/stiker KPR Subsidi sesuai aturan serta memaksimalkan penggunaan QRC dalam aplikasi SiAkiQC.
BP Tapera juga mendorong Bank Penyalur agar terus menggandeng asosiasi pengembang dalam meningkatkan literasi dan edukasi kepada MBR, terutama terkait pelaporan keterhunian secara mandiri melalui aplikasi akuHUNI minimal dua kali setahun.
Sebagai bagian dari upaya continuous improvement, BP Tapera kini tengah mengembangkan fitur MBR Rating, yang memungkinkan MBR menjadi subjek aktif dalam pemantauan hunian. “Kami mengimbau seluruh pihak untuk terus melakukan continuous improvement dalam melayani masyarakat,” ujar Sid.
BP Tapera Perkuat Sinergi
Rakor ini diharapkan mampu mengokohkan komitmen dan kolaborasi semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, bank penyalur, hingga asosiasi pengembang agar program pembiayaan perumahan dapat berjalan tepat sasaran.
“Fokus utama BP Tapera tetap sama: memastikan rumah yang dibangun benar-benar dihuni dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia,” pungkas Sid.















