Property & Bank

Dukung UMKM Naik Kelas Bank Commonwealth Dan Mastercard Lanjutkan Program MicroMentor Indonesia

 

Commonwealth
(KI-KA) Navin Jain, President Director, PT Mastercard Indonesia; Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth; Ade Soekadis, Executive Director of Mercy Corps Indonesia; Yulius, Staf Ahli Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam acara perayaan ulang tahun MicroMentor Indonesia yang ketiga di Samisara Grand Ballroom,Jakarta.

Propertynbank : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan begitu penting bagi perekonomian Indonesia mengingat jumlahnya yang begitu banyak dan tersebar di seluruh wilayah di Tanah Air, sehingga perlu ditingkatkan daya saing dan kapasitasnya.

UMKM telah membuktikan ketangguhan melewati masa Pandemi Covid-19 bahkan tahan terhadap krisis yang tengah melanda. Perkembangan UMKM ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik Pemerintah maupun swasta.

PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) dan Mastercard menjadi salah satu perusahaan swasta yang cukup memahami bahwa peranan swasta juga dibutuhkan dalam mendukung pertumbuhan UKM.

Hal ini dibuktikan kedua perusahaan tersebut melalui MicroMentor Indonesia (MMI), sebuah platform mentoring yang mempertemukan wirausaha dan mentor bisnis.

Bertepatan perayaan tiga tahun kerjasamanya, Mastercard dan PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) melanjutkan kolaborasi untuk program MicroMentor Indonesia (MMI) yang telah dilucurkan sejak tahun 2019 bersama MicroMentor Mercy Corps, bertekad memperluas jangkauannya mencapai 100.000 UMKM dan mentor pada bulan Januari 2023..

Hingga saat ini  MMI telah menjangkau lebih dari 60.000 UMKM dan 20.000 relawan mentor di Indonesia, menjadikannya komunitas relawan mentor UMKM terbesar di Indonesia. Selain itu, program ini juga telah memfasilitasi lebih dari 200.000 interaksi dengan UMKM dan pendampingan relawan.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari UMKM Nasional 2022 serta perayaan hari jadi MMI yang ketiga, Program mentoring bisnis digital kerja ini bertujuan mendukung target pemerintah Indonesia mencapai target transformasi digital nasional yaitu 30 juta UMKM menjadi bagian dari ekosistem digital pada tahun 2024, dengan cara menyediakan mentoring bisnis dan pelatihan keamanan siber kepada UMKM.

Seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia, UMKM diharapkan untuk berkembang secara berkelanjutan melalui inovasi dan digitalisasi. Dalam semangat hari UMKM Nasional, MMI berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak UMKM Indonesia agar mampu bangkit melalui skema, kebiasaan, dan strategi baru dalam memgembangkan potensi bisnis melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan di platform MMI.

“Sejalan dengan strategi Bank Commonwealth yang memiliki fokus kepada segmen UKM dan ritel, kami berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia. UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia, oleh karena itu pendampingan sangat dibutuhkan agar menjadi lebih kompetitif dan tangguh, terutama saat ekonomi mulai pulih seperti saat ini. Kami percaya program MMI dapat membantu UMKM Indonesia untuk bangkit dan tumbuh,” ujar Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth.

Sejak tahun 2014, Bank Commonwealth juga telah menjalankan program literasi keuangan bagi pengusaha wanita yaitu WISE (Wanita Indonesia Srikandi Ekonomi). Hingga bulan Juni 2022, sekitar 125.000 pengusaha telah mengikuti kelas WISE.

Dalam kurun waktu 3 tahun, program MMI telah mampu berperan aktif dalam ekosistem kewirausahaan Indonesia dimana target yang telah dicapai dapat diciptakan melalui beragam kemitraan strategis, di antaranya melalui Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta beragam pihak swasta dan asosiasi kewirausahaan lainnya di seluruh Indonesia.

UMKM Naik Kelas

Direktur Eksekutif, Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis  menambahkan Melalui layanan dan fitur yang telah dan akan dikembangkan berkat dukungan dari Mastercard Center for Inclusive Growth dan Bank Commonwealth, saya yakin MMI dapat terus meningkatkan jangkauannya dalam menumbuhkan wirausaha di seluruh Indonesia secara masif dan inkusif.

“Apalagi Presiden Jokowi mengatakan UMKM menjadi tumpuan ekonomi Indonesia ke depan. Tapi untuk mengembangkannya butuh inovasi, terobosan, salah satunya ya lewat digitalisasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Navin Jain, President Director, PT Mastercard Indonesia mengungkapkan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61 persen dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Mastercard telah bekerja sama dengan mitra-mitra utama seperti Bank Commonwealth, Mercy Corps Indonesia, serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyediakan pelatihan profesional dan bisnis untuk UMKM dan relawan mentor guna membantu mereka beralih ke digital lebih cepat dan lebih tangguh.

“Program MMI merupakan bagian dari komitmen Mastercard, di bawah Mastercard Academy 2.0, untuk memberdayakan 100.000 masyarakat Indonesia dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk berhasil dalam ekonomi digital. Mastercard percaya program ini sangat penting dalam mendukung pemulihan pasca pandemi dan perjalanan transformasi digital dari para pelaku usaha,” ujar Navin.

Pada kesempatan yang sama, Dr, Yulius M.A. mewakili  Menteri Koperasi dan UKM, Republik Indonesia, Teten Masduki, “Kementerian Koperasi dan UKM bersama dengan MicroMentor Indonesia telah melahirkan dua program unggulan diantaranya menciptakan 10.000 pendamping profesional SIGAP UMKM untuk mengakselerasi Digital bagi UMKM yang dikembangkan menjadi Gerakan Relawan Garda Transformasi Formal Usaha Mikro (TRANSFUMI).

“Sejak tahun 2021, program Garda Transfumi telah mengukuhkan 610 pendamping tersebar di 11 Provinsi yang ikut berkontribusi kepada capaian nasional terbitnya 1,7 Juta lebih NIB Per 18 Agustus 2022 dari target program strategis KemenkopUKM sebanyak 2,5 juta NIB dalam Sistem OSS.RBA. Pendampingan yang dilakukan Garda Transfumi sendiri telah mendampingi lebih dari 33.000 pelaku usaha mikro dan masih terus berproses. Pasca penerbitan NIB pelaku usaha nantinya akan dilanjutkan kepada mentoring dan pelatihan bisnis di MicroMentor Indonesi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *