Property & Bank

Permintaan Apartemen Jakarta Meningkat, Unit Siap Huni Jadi Daya Tarik Utama di 2026

Apartemen Jakarta
Apartemen di Jakarta

Propertynbank.com – Pasar apartemen Jakarta menunjukkan kondisi yang relatif stabil pada kuartal pertama 2026. Di tengah kehati-hatian pengembang dalam meluncurkan proyek baru, permintaan hunian vertikal tetap terjaga dan didorong oleh tingginya minat terhadap unit siap huni. Dukungan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga menjadi salah satu faktor yang mendorong aktivitas transaksi di sektor ini.

Berdasarkan laporan terbaru Colliers Indonesia, hampir 50% dari sekitar 300 unit apartemen yang terjual pada kuartal pertama 2026 berasal dari kategori unit siap huni. Tren tersebut menunjukkan adanya perubahan preferensi konsumen yang kini semakin mengutamakan kepastian dalam bertransaksi, baik dari sisi serah terima unit maupun potensi pemanfaatan properti dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan insentif PPN DTP sebesar 100% sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan daya tarik pembelian properti karena membantu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung konsumen.

Selain untuk kebutuhan hunian, unit siap huni juga semakin diminati oleh investor yang ingin segera memperoleh manfaat dari aset yang dimiliki, baik melalui penyewaan maupun potensi kenaikan nilai properti di masa mendatang. Di tengah kondisi pasar yang masih selektif, kepastian menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pembelian.

Apartemen Jakarta Didominasi Penjualan Unit Siap Huni

Data Colliers menunjukkan bahwa unit siap huni menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan apartemen pada awal tahun ini. Hal tersebut sekaligus mencerminkan perubahan strategi pasar yang kini lebih berfokus pada produk yang telah selesai dibangun dibanding proyek yang masih dalam tahap konstruksi. Dari sisi pasokan, sekitar 2.000 unit apartemen dijadwalkan selesai sepanjang tahun 2026. Namun hingga kuartal pertama, realisasi penyelesaiannya baru mencapai sekitar 10% dari target tersebut. Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi pergeseran jadwal penyelesaian sejumlah proyek yang saat ini masih berlangsung.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan bahwa apabila seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal, maka sebagian besar pasokan apartemen untuk beberapa tahun ke depan akan terkonsentrasi pada tahun ini. “Untuk sisa tahun 2026, apabila seluruh proyek selesai tepat waktu, maka akan merepresentasikan sekitar 70% dari total pasok selama periode 2026-2029. Artinya, berdasarkan konstruksi saat ini, proyeksi pasok mendatang setelah tahun 2026 akan sangat terbatas,” ujar Ferry.

Proyeksi terbatasnya pasokan baru setelah 2026 berpotensi menjadi faktor pendukung stabilitas pasar apartemen Jakarta. Jika permintaan tetap terjaga sementara pasokan baru tidak bertambah secara signifikan, keseimbangan pasar diperkirakan akan semakin baik dalam beberapa tahun mendatang.

Secara geografis, Jakarta Selatan masih menjadi kawasan paling aktif dalam pengembangan apartemen dengan kontribusi sekitar 60% dari total pasokan sepanjang tahun 2026. Dominasi kawasan ini menunjukkan bahwa Jakarta Selatan tetap menjadi lokasi favorit bagi pengembang maupun konsumen karena didukung aksesibilitas yang baik serta kedekatannya dengan berbagai pusat bisnis dan komersial. Sementara itu, pengembang cenderung mengadopsi strategi yang lebih konservatif dibandingkan periode sebelum pandemi. Alih-alih meluncurkan proyek baru secara agresif, mereka lebih fokus menyerap stok yang masih tersedia di pasar.

Dari sisi harga, pasar apartemen Jakarta masih bergerak relatif stabil meskipun beberapa kawasan mencatat pertumbuhan terbatas. Untuk menarik minat pembeli, pengembang lebih memilih menawarkan berbagai insentif tambahan, mulai dari unit yang telah dilengkapi furnitur, potongan harga, hingga kemudahan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ke depan, harga apartemen berpotensi menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya konstruksi yang dipengaruhi dinamika geopolitik global. Namun dengan dukungan insentif pemerintah, terbatasnya pasokan baru, serta tingginya minat terhadap unit siap huni, prospek pasar apartemen Jakarta dinilai masih cukup positif sepanjang tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan