Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Efek COVID-19, Adhi Commuter Alihkan Rencana IPO Tahun Depan

Efek COVID-19, Adhi Commuter Alihkan Rencana IPO Tahun Depan

PT Adhi Commuter Properti memutuskan menunda rencana melantai di bursa saham tahun ini

PROPERTI – Imbas pandemi virus corona, PT Adhi Commuter Properti memutuskan menunda rencana melantai di bursa saham. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk ini sebelumnya berencana melepas saham perdana tahun ini.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Adhi Commuter Mochamad Yusuf menjelaskan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, maka perseroan memutuskan untuk menunda penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) menjadi tahun depan.

BACA JUGA :   Didukung Sejumlah Artis, Gorry Holdings Luncurkan Fitur Gorrymart

“Proses IPO kami jalankan dengan menyesuaikan kondisi market, dan melihat kondisi saat ini kami tengah menyusun rencana IPO untuk tahun depan,” kata Yusuf, pada Rabu (10/06/2020). Untuk raihan dana IPO, Yusuf mengungkapkan hingga saat ini perseroan belum merubah target perolehan dana.

Sesuai rencana, melalui aksi IPO Adhi Commuter menargetkan mampu mendapatkan dana segar sebesar Rp 2,5 triliun. Sekadar informasi, rencana IPO ini telah didengungkan perseroan sejak tahun 2019. Rencananya IPO ini bakal dieksekusi pada kuartal II tahun ini, dan akan menggunakan laporan keuangan Desember 2019 sebagai dasar IPO.

BACA JUGA :   Pengembang Harap Wamen PUPR Paham Sektor Perumahan

Adhi Commuter sebelumnya berencana menggunakan 80% dana IPO untuk membiayai belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini. “Capex yang kami rencanakan senilai Rp 3,5 triliun untuk pengadaan lahan baru dan pengembangan,” kata Yusuf, dalam konferensi pers, Selasa (18/2).

Ia menjelaskan, dengan adanya rencana untuk mengakuisisi beberapa lahan baru yang berada di kawasan Tangerang, Bogor, dan Depok tersebut, maka total bank tanah (land bank) yang akan dimiliki oleh perusahaan menjadi seluas 680 hektare (ha). Dengan capex Rp 3,5 triliun, perusahaan menargetkan bisa menambah 500 ha landbank.

BACA JUGA :   Bali United Bidik Dana Segar Rp 300 Miliar Untuk Pengembangan Klub Dari IPO

Adapun sisa dana IPO sebesar 20% akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) kewajiban-kewajiban perusahaan. Adhi Commuter sedianya merencanakan melantai di bursa tahun lalu, setelah pada 2018 spin off dari induk usahanya. Namun, manajemen menganggap kondisi pasar tahun lalu tidak memungkinkan untuk IPO.

Sebagai informasi, ACP sedang mengembangkan beberapa proyek Transit Oriented Development (TOD) dan hotel. Sampai dengan saat ini, ACP mengerjakan 12 proyek yang berada di sepanjang jalur KRL, Jabodebek dan busway, di antaranya adalah LRT City Bekasi Timur – Eastern Green & Green Avenue, LRT City Jatibening Baru – Gateway Park.

BACA JUGA :   Fokus Biayai UMKM, Langkah Strategis BRI Hadapi Ketidakpastian

Lalu, LRT City Ciracas – Urban Signature, LRT City Sentul – Royal Sentul Park, LRT City MT Haryono – The Premiere MTH, MTH 27 Office Suites, Cisauk Point – member of LRT City, LRT City – Oase, LRT City – Rivia, LRT City – Adhi City, dan LRT City – Grand Central Bogor.

Mengacu data laporan keuangan Maret 2020, Adhi memiliki setidaknya 10 anak usaha langsung di antaranya PT Adhi Persada Properti, PT Adhi Persada Beton, PT Adhi Persada Gedung, PT Adhi Commuter Properti, dan PT Dumai Tirta Persada. (Artha Tidar)

Check Also

Pahala BTN

Jalankan Strategi Dengan Tepat, Laba Bank BTN Kuartal III/2020 Naik 39,72%

INFO PERBANKAN – Mengakhiri kuartal III/2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan prestasi sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link