Fasilitas Dibangun, Graha Laras Sentul Makin Lengkap

Pembangunan fasilitas merupakan bentuk komitmen

0
(ki-ka) Makmun Nawawi Camat Sukaraja Kab Bogor, Hirwandi Gafar Direktur Commercial & Lending Bank BTN dan I Wayan Madik Kesuma Direktur Utama PT KAS saat launching area komersial di Perumahan GLS

PERUMAHANPT Kesuma Agung Selaras (KAS) yang mengembangkan Graha Laras Sentul (GLS) tetap eksis dan atraktif membangun meskipun dalam kondisi yang kurang kondusif karena pandemi. PT KAS terus menyelesaikan fasilitas umum seperti Mesjid maupun area komersial.

Hari ini, Rabu (29/9) PT KAS melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Graha  Laras Sentul dan juga resmi memasarkan area komersial. Pembangunan Mesjid, merupakan bentuk komitmen PT KAS kepada konsumen, dalam memenuhi kebutuhan sarana ibadah di kawasan perumahan Graha Laras Sentul.

Direktur Utama PT KAS I Wayan Madik Kesuma mengatakan, dengan hadirnya Mesjid tersebut, dirinya berharap dapat menjadi ruang ibadah yang bermanfaat bagi warga. Selain itu, sambung dia, Mesjid juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi untuk kepentingan bersama.

Selain pembangunan Mesjid dan area komersial, sebelumnya, PT KAS juga telah membangun jembatan penghubung antara proyek perumahan dan ruas jalan utama di Kota Bogor, yaitu JL Raya Bogor Km 51, pada April 2021 lalu. Dikatakan Wayan, pembangunan infrastruktur dan sarana lainnya ini memberikan efek positif dan merubah wajah kawasan perumahan yang luasnya mencapai 18 hektar tersebut.

“Saat pandemi tahun lalu hingga saat ini progres penjualan proyek Graha Laras Sentul tak terkendala dan tidak mengalami kesulitan dalam pemasaran. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas ini menjadi bukti dan komitmen kami kepada konsumen. Setelah kita buka akses ke JL Raya Bogor yang merupakan jalan utama kondisi penjualan kita malah naik,” imbuh Wayan.

General Manager PT Kesuma Agung Selaras, Elin Saputri menambahkan, hingga saat ini Graha Laras Sentul sudah dihuni oleh sekitar 140 kepala keluarga atau 140 unit rumah. Dirinya optimis hingga akhir tahun jumlah penghuni rumah akan bertambah menjadi 200-an unit, karena proses akad kredit masih terus berlanjut hingga kini.

“Kondisi saat ini masih cukup memuaskan. Nilai penjualan saat ini sudah mencapai Rp200 miliaran dan target tahun 2021 ini sebesar Rp250 miliar. Sepertinya target tahun akan terlampaui,” jelas Elin yang menegaskan bahwa tahun 2020 lalu penjualan adalah sebesar Rp120 miliar.

Saat ini Graha Laras Sentul fokus memasarkan tipe 55/72 meter (2 lantai) dengan harga Rp800 jutaan dan tipe 69/105 meter persegi (2 lantai) dengan harga Rp1,3 miliar. Kedua tipe ini menawarkan kemudahan uang muka, yang tipe 55 uang muka hanya Rp5 juta sudah all in biaya surat-surat dan lainnya. “Demikian juga tipe 69, uang muka hanya Rp10 juta sudah all in. Kami juga berikan bonus pendingin ruangan (AC) untuk semua tipe,” jelas Elin.

Sementar itu, Direktur Consumer & Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Hirwandi Gafar yang hadir di acara peletakan batu pertama tersebut mengakui, Graha Laras Sentul memiliki komitmen dalam mengembangkan proyeknya. Menurut dia, hal ini bisa dilihat dari progres pembangunan unit rumah yang tak tertunda, lalu fasilitas-fasilitasnya dan juga infrastruktur.

“Mereka komitmen dengan janjinya, seperti buka akses jalan ke JL Raya Bogor dengan membangun jembatan itu karena PT KAS ingin penghuni perumahan mendapatkan kemudahan akses. Sementara terkait pengembangan area komersial mereka juga jeli melihat kondisi dan melihat kebutuhan pasar dan memang sudah saatnya mereka mengembangkan area komersial ini, ” terang Hirwandi.

Dalam memasarkan area komersial seluas 1 hektar tersebut,  Wayan menggunakan cara yang inovatif. Pihaknya tak mau hanya sekedar membangun kawasan ruko, tapi ingin menjadikan area komersial yang berada di jalan boulevard Graha Laras Sentul ini sebagai destinasi baru di kota Bogor dan juga kabupaten Bogor. “Kami akan bersinergi dengan brand-brand besar, kami menyediakan kavling mulai dari ukuran 1.000 meter persegi sesuai kebutuhan mereka,” tegasnya.

Wayan mengaku, beberapa brand ritel, kuliner hingga lifestyle terus melakukan penjajakan untuk masuk ke kawasan Graha Laras Sentul. Captive market dari jumlah unit rumah yang ada di Graha Laras Sentul yang akan mencapai 1.000 unit menurut Wayan adalah kekuatan pasar tersendiri. “Belum lagi, beberapa perumahan lama yang ada di sekitar Graha Laras Sentul juga menjadi kekuatan pasar,” pungkas Wayan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link