Saturday , February 27 2021
Home / Breaking News / Hanya Pusat Belanja Yang Memenuhi Standar Kesehatan Masih Dikunjungi

Hanya Pusat Belanja Yang Memenuhi Standar Kesehatan Masih Dikunjungi

Penurupan sejumlah pusat belanja guna mengantisipasi penyebaran Covid – 19 (poto : tribunnews.com)

PROPERTI – Sektor ritel menjadi salah satu sektor properti yang mengalami koreksi di tengah pandemi. Sejak pandemi dinyatakan terdeteksi di Indonesia pada awal Maret tahun 2020, maka sejak itu pusat perbelanjaan menjadi salah satu sektor properti yang terkena imbas pandemi.

Berbagai pembatasan yang memperpendek durasi operasional pusat perbelanjaan, diakumulasi dengan kekhawatiran masyarakat untuk berada di tempat publik, menjadikan kunjungan pusat perbelanjaan mengalami tekanan yang cukup dalam.

BACA JUGA :   Terminal Dan Akses Tol Sentra Timur Mei 2016 Beroperasi

Sementara itu, Knight Frank Asia Pacific dalam Wealth Report 2021 menyebutkan bahwa, potensi pertumbuhan HNWI (High Net Worth Individual) dan UHNWI (Ultra High Net Worth Individual) atau individu dengan kekayaan bersih yang tinggi dan sangat tinggi terhitung cukup banyak di Indonesia, dan diprediksi akan meningkat di kisaran 57-67% sampai tahun 2025.

Strength ini pada hakikatnya masih ada, seiring upaya pemulihan kondisi ekonomi diharapkan dapat menstimulasi pergerakan sektor ritel. Lalu, bagaimana detil pergerakan sektor ritel di Ibukota pada Semester Kedua tahun 2020 ?

BACA JUGA :   Cipta Dana Siap Biayai KPA Calon Pembeli Apartemen Chadstone

Menurut Knight Frank, penurunan tingkat hunian mall saat ini tercatat mencapai sekitar 4% dari semester sebelumnya, saat ini berada pada kisaran 82%. Di tengah pandemi, Spark Mall dan Astha Mall memasuki pasar dan meningkatkan stok pasokan ritel Jakarta sehingga mencapai 4.765.914 m2. Indikasi penurunan harga sewa terjadi hampir pada seluruh grade pusat perbelanjaan dengan kisaran penurunan 0,4%-8,7%. Sementara service charge cenderung stagnant.

Knight Frank menyebutkan, di tengah koreksi yang terjadi, antara tahun 2021 sampai 2022 diperkirakan akan masuk 16 project pusat perbelanjaan baru. Meski sebelumnya, 7 project menunda kehadirannya di tahun 2020.

BACA JUGA :   Sukses Terapkan SPBE, PUPR Raih Penghargaan Dengan Predikat Sangat Baik

Sedangkan berdasarkan dinamika pasar yang dicatat oleh Knight Frank Indonesia, inovasi dari pusat perbelanjaan dari pengembang terkemuka masih mampu menggerakan minat masyarakat untuk sejenak menghibur diri sejenak dengan pergi ke mall, meski dengan durasi yang tidak seperti sebelum pandemi. Tentu saja pemberlakuan protokol kesehatan juga masih terus berlaku.

“Pusat perbelanjaan dengan konsep dan inovasi yang memberikan penyegaran masih menjadi pilihan masyarakat untuk berinteraksi di perkotaan, terutama ritel yang memiliki akses lokasi yang relatif dekat dengan  permukiman,” ujar Willson Kalip, Country Head dari Knight Frank Indonesia.

BACA JUGA :   Kompetisi Rumah Sempit Raih Penghargaan Di Marketing PR Awards 2019

Selain itu, kata dia, inovasi kanal penjualan dan pemasaran dalam bentuk pemanfaatan Omni Channel (online dan off-line) menjadi salah satu solusi bertahan untuk menarik minat konsumen berbelanja di tengah pandemi.

Check Also

Tahun 2021 Jababeka Siap Kembangkan Smart Township di Koridor Timur Jakarta

Properti : Pembangunan infrastruktur di Koridor Timur Jakarta yang begitu masif, menjadi buruan para pelaku industri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 176

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link