Thursday , July 2 2020
Home / Breaking News / Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

Hapus Pengurusan IMB Yang Rumit, Dorong Saham Properti Makin Menarik

Menteri Agraria dan Tata Ruang & Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil (tengah) saat event IPBA thn 2016. Sofyan janji akan hilangkan IMB

EKONOMI – Harga saham properti mulai bergeliat pada perdagangan pada Rabu (18/9) pagi. Sejumlah regulasi dan kebijakan yang akan diterapkan pemerintah menjadi faktor bergairahnya emiten perusahaan yang bergerak di sektor properti. Salah satunya adalah rencana pemerintah untuk menghapus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dianggap menjadi salah satu penghalang masuknya investasi ke Indonesia.

Meningkatnya pergerakan saham properti terlihat dari data pasar pada siang, Kamis (19/9) kemarin. Contohnya harga saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) yang menguat 1,27% menjadi Rp 318/unit, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 0,74% ke Rp 680/unit, lalu saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), merangkak naik 0,36% ke Rp 1.410/unit.

Sementara sebaliknya, saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPKR) justru anjlok 3,7% menjadi Rp 260/unit. Kemudian disusul oleh PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang masing-masing terkoreksi sebesar 2,02% dan 1,75%. Lalu, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melemah 0,81% ke Rp 246/unit saham.

BACA JUGA :   Sebanyak 740 Rumah Tak Layak Huni Di Kabupaten Tanggamus Dibedah

Rencana dihilangkannya pengurusan IMB yang diharapkan akan terus meningkatkan sektor properti dan harga saham emiten properti khususnya, disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang & Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dalam Rapat Koordinasi Kadin Bidang Properti, Rabu (18/9) lalu. Menurut Sofyan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal dengan banyaknya perizinan di Indonesia yang menyebabkan investasi jadi terhambat.

Alhasil, perlu ada perubahan paradigma dengan tak terlalu banyak mewajibkan lisensi atau izin, tapi ketat pada penerapan standar. “Yang penting standar. Misalnya, mau bikin gedung silahkan bikin gedung, ini standarnya. Kalau tidak punya standar kita bongkar gedung ini. Ini tanggungjawab,” kata Sofyan.

BACA JUGA :   Paramount Land Gelar IXOR Seri 2

Selain itu, pada kesempatan yang sama Sofyan juga menyampaikan pemerintah menghapus ketentuan pajak progresif bagi pemilik lahan yang lebih dari satu bidang, dalam RUU Pertanahan. Poin tentang pajak progresif ini sempat menuai protes dari dunia usaha, karena merugikan.

Sebelumnya, penerapan pajak progresif ini merupakan bagian dari upaya mengendalikan lahan yang bertujuan agar penggunaan lahan dapat lebih maksimal. Kalau aturan ini diterapkan bagi pengembang, akan memberatkan karena tanah yang sudah dibayarkan pajaknya belum tentu laku dijual.

BACA JUGA :   Rumah Di Cikarang, BTN Tawarkan Rp800 Ribu/Bulan

Lebih lanjut, sejatinya pada Juni pemerintah juga telah memberikan kelonggaran untuk pelaku usaha di sektor properti, yakni memberikan relaksasi atas Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dengan menaikkan nilai threshold-nya menjadi di atas Rp 30 miliar.

Sayangnya dengan begitu banyak stimulus yang diberikan, pelaku pasar belum sepenuhnya yakin dengan prospek industri properti tahun ini. Hal ini dapat terlihat dari pergerakan saham para emiten pengembang properti yang bervariatif. (Artha Tidar)

Check Also

Catatkan RBC 779,33%, Kinerja BNI Life Masih Lebih Tinggi Dari Ketentuan OJK

KEUANGAN – Sepanjang kuartal I 2020 indeks harga saham gabungan anjlok 28% yang diakibatkan oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link