Intiland dan GAS Garap Amesta Living di Surabaya Timur,

Bidik kalangan milenial, harga mulai Rp 800 jutaan

0
Direktur Permasaran Intiland untuk Surabaya Harto Laksono berbincang dengan Renny Yolanda Vice CEO PT Abdael Nusa dan Hans Wibisono Direktur Utama PT Graha Abdael Sukses mengenai pengembangan proyek baru Amesta Living Surabaya, usai penjelasan ke media Kamis (11/11).

PERUMAHANPT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) dan PT Abdael Nusa berkolabarasi mengembangkan Amesta Living, sebuah kawasan mixed-use terpadu seluas 60 hektare di Surabaya, Jawa Timur. Keduanya sepekat mendirikan PT Graha Abdael Sukses (GAS) guna membangun proyek yang berlokasi di Nol Outer East Ring Road Surabaya Timur itu.

PT Abdael Nusa merupakan perusahaan pengembang properti asal Surabaya yang masih satu kelompok usaha dengan perusahaan property management Provest. Menurut Direktur Pemasaran Intiland, Harto Laksono, Amesta Living merupakan langkah ekspansi strategis Intiland untuk memperkuat pasar properti di Surabaya, sekaligus mengantisipasi pesatnya perkembangan Surabaya Timur.

“Kami ingin menghadirkan sebuah pengembangan kawasan hunian dan komersial terpadu yang lokasinya strategis, memiliki rencana pengembangan yang baik, serta dibangun dengan konsep sustainable living. Amesta Living kami harapkan dapat menjadi solusi kebutuhan masyarakat terhadap sebuah kawasan hunian berwawasan lingkungan yang memenuhi beragam kebutuhan untuk tinggal, bekerja, beraktifitas, dan bersosialiasi dengan baik,” kata Harta Laksono dalam keterangan tertulis, Kamis (11/11).

Sementara itu, Vice Chief Executive Officer PT Abdael Nusa, Renny Yolanda mengungkapkan, kolaborasi dengan Intiland bukan pengalaman baru. Tahun 2003, Abdael Nusa telah menjalin kerjasama dengan Intiland untuk pengembangan salah satu klaster hunian eksklusif di kawasan perumahan Graha Famili Surabaya.

“Kolaborasi dalam pengembangan Amesta Living didasari oleh kesamaan visi dan core values terhadap pengembangan sebuah kawasan untuk memberikan well-being bagi para penghuninya. Ini adalah proyek idealisme dan kami memikirkan secara detil seluruh aspeknya untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang nyaman dan terjangkau,” ujar Renny Yolanda lebih lanjut.

Amesta Living terletak di OERR yang merupakan jalan nasional. Jalan selebar 60 meter ini membentang dari sisi utara kota Surabaya hingga ke dekat Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo. Dibutuhkan waktu hanya sekitar 10 menit untuk menunju Bandara Internasional Juanda. Kawasan ini juga dekat dengan berbagai fasilitas publik serta akses jalan tol yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

“Potensi pasar kawasan Surabaya Timur sangat baik dengan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas hunian terus meningkat. Kami optimistik Amesta Living akan sukses dan manjadi solusi kebutuhan masyarakat terhadap kawasan hunian yang ideal,” kata Harto Laksono.

Direktur Utama GAS, Hans Wibisono menambahkan, Amesta Living dibangun dengan mengusung konsep pendekatan biophilic design. Konsep ini mementingkan terciptanya harmoni antara manusia dengan alam, membentuk lingkungan sehat yang mendorong kreativitas dan hidup dengan lebih produktif.

“Pengembangan Amesta Living rencananya terbagi menjadi beberapa tahapan. Tahap awal ini untuk fasilitas perumahan dan tahapan berikutnya akan dikembangkan fasilitas komersial, bisnis, ritel, apartemen dan lainnya,” ungkap Hans Wibisono.

Pengembangan tahap pertama meliputi area seluas 10 hektare yang diperuntukan sebagai penyediaan fasilitas hunian untuk pengembangan sekitar 700 unit rumah. Pada pengembangan awal rencanannya akan dibangun sebanyak 300 unit rumah compact dua lantai yang terbagi ke dalam berbagai tipe ukuran, dengan harga mulai Rp800 jutaan.

Menyasar segmen konsumen dari kaum milenial, keluarga muda dan pembeli rumah pertama, rumahrumah di Amesta Living mengusung konsep desain Japandi (Japan dan Skandinavia) yang dirancang oleh arsitek terkemuka Budhi Harmunanto. Desain rumah mengutamakan aspek life balance, kesederhanaan, praktis, teratur, fungsional serta multifungsi.

“Kebutuhan hunian yang lokasinya strategis, compact, terjangkau, serta desain yang menarik menjadi incaran bagi para konsumen, terutama para pasangan muda, milenial, maupun mereka yang ingin memiliki hunian pertama. Segmen pasar ini sedikit berbeda dengan proyek hunian tapak yang kami kembangkan di area Surabaya Barat,” tutup Harto Laksono.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 182

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link