Property & Bank

Cuan Besar di IKN, Transaksi Properti Baru Diprediksi Mencapai Rp 12 Triliun per Tahun

IKN
Property and Bank Business Forum bertajuk Peluang Bisnis Properti di Nusantara, Ibu Kota Negara Berstandar Dunia

Propertynbank.com – Langkah pemerintah memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Ibukota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan, akan memberikan dampak positif dan keuntungan bagi berbagai sektor, khususnya industri properti. Oleh karena itu, tak salah jika sejumlah pengembang memanfaatkan kesempatan ini dengan menghadirkan produk yang dibutuhkan di kawasan IKN dan sekitarnya.

Selain itu, guna mengoptimalkan segala hal yang terkait terutama dalam pengembangan proyek properti, perusahaan pengembang terus mendorong progres proyek yang tidak hanya berfokus di Jabodetabek atau pulau Jawa tetapi juga di luar Jawa, seperti di Kalimantan Timur.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis bahwa sektor perumahan dan properti akan tetap tumbuh dan kuat karena pemerintah telah merespon dengan cepat melalui berbagai kebijakan yang dapat memperkuat perumahan dan properti di Indonesia dan terutama di IKN.

Dalam Property and Bank Business Forum bertajuk Peluang Bisnis Properti di Nusantara, Ibu Kota Negara Berstandar Dunia, Jumat (3/11/2023) lalu, Direktur Rumah Umum Dan Komersial, Kementerian PUPR, Fitrah Nur menjelaskan, agar dapat mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan IKN, maka diupayakan harus melihat langsung ke lapangan.

Baca Juga : Presiden Jokowi Groundbreaking Bandara IKN, Desember 2024 Beroperasi

“Saya berharap para pelaku usaha properti dan perbankan dapat terus mendukung dan berkolaborasi dengan program pemerintah di sektor perumahan sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional,” jelas Fitrah Nur, yang mewakili Direktur Jendral Perumahan di seminar nasional yang digelar di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta itu.

Sementara itu, dalam pengantar seminar, peneliti dan analis properti, Torushon Simanungkalit mengatakan prediksi kebutuhan rumah baru di IKN akibat pertambahan penduduk pada 2024 sebanyak 83.750 unit. Kebutuhan ini, sebutnya, berdasarkan proyeksi jumlah penduduk tahun 2024 yang mencapai 488.409 jiwa.

“Berdasarkan estimasi kami bahwa penduduk ikn pada tahun 2025 hampir mencapai 2 juta orang, artinya ini menjadi suatu prospek bagi pengembangan industri propertI dan perumahan di IKN,” ujar Torushon. Ia memperkirakan, pada tahun 2045 di IKN akan mempunyai potensi pembangunan perumahan rumah baru 400.000-500.000 unit.

“Ini artinya dalam tempo 20 tahun kedepan rata-rata pengembangan permintaan rumah di ikn antara 20.000-21.000 unit pertahun dengan kapitalisasi properti bisa mencapai sebesar Rp12 triliun per tahun,” tegas Torushon yang berpengalaman di bidang riset properti dan sempat membesarkan konsultan Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI).

Hal ini, sambungnya, juga akan menguntungkan bagi pasar perkantoran yang diperkirakan hingga tahun 2045 akan memiliki harga 3 juta meter persegi. “Itu masih belum termasuk perusahaan lain seperti BUMN, atau perusahaan swasta lain. Permintaannya mungkin akan lebih dari yang kami hitung, bisa juga sampai 5 juta meter persegi nantinya,” ungkapnya.

Baca Juga : Jokowi Akan Groundbreaking 10 Proyek IKN Senilai Rp 12,5 Triliun

Menurut dia, peluang besar juga akan terjadi untuk pusat belanja modern disana diperkirakan hingga tahun 2045 akan membutuhkan 19 unit mall atau pusat belanja. Begitu juga dengan bisnis hotel. Dengan bertumbuhnya IKN menjadi pusat pemerintahaan maka akan banyak kegiatan bisnis, usaha atau kunjungan lain.

“Untuk hotel diperkirakan hingga tahun 2045 akan memerlukan lebih dari 68 unit hotel dan akan bertahap sesuai diperkirakan dari perpindahan penduduk nantinya disana baik melalui perpindahan yang dilakukan oleh pemerintah maupun dilakukan oleh masyarakat itu sendiri,” pungkas Torushon.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembiayaan Otorita Ibukota Nusantara (IKN), Muhammad Naufal Aminuddin mengatakan tidak semua area di IKN akan digunakan untuk pembangunan karena mengusung konsep smart city dan forest city.

“Konsep pembangunan IKN dari 256 hektar yang akan dibangun, IKN yang mengusung smart city dan forest city artinya tidak seluruhnya bisa dibangun lahan. Artinya konsep disini adalah kota didalam hutan. 75 persen dari lahan IKN itu digunakan untuk hutan termasuk 10% di dalamnya untuk ketahanan pangan dan jadi yang bisa dipakai untuk pembangunan itu hanya 25 persen,” ujarnya.

Naufal menambahkan, peluang investasi juga berpotensi ada disekitar IKN seperti Balikpapan dan Samarinda.  “Tentunya IKN tidak hanya dibangun tetapi diharapkan juga membuat kota disekitarnya menjadi tidak ikut menurun jadi kita tentunya membangun IKN menjadi satu kesatuan. Nah untuk mendukung itu akan dibangun satu sistem yang bernama  Tri-city economy. Sehingga diharapkan dengan adanya akses yang lebih baik juga akan mendorong tiga kota ini,” katanya

Peluang investasi di IKN bisa memberikan hal sangat besar mencakup bidang-bidang lain selain perumahan. Investasi yang ditawarkan diantaranya adalah fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, kompleks perkantoran dan mixed use, Transit oriented development (TOD), Jalan tol dan terowongan bawah laut, bandara dan pelabuhan, pengembangan financial center, energi baru terbarukan hingga eco leisure and wellness areas.

Baca Juga : Tony Blair Institute dan OIKN Akan Bentuk Zona Riset dan Inovasi Khusus Di IKN

“Skala inversitasi yang ditawarkan ada project specific investment dan area developer atau investasi skala besar dan bundling. Jenis investasinya berupa direct investment serta Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnerships (PPP),” kata Naufal.

Saat ini lebih dari 500 proyek investasi dan kontribusi yang telah diidentifikasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Sekitar 190 proyek adalah pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan campuran sebanyak 149 proyek. “Khusus hunian ada 72 proyek dengan estimasi nilai proyek berkisar Rp153,4-168,7 triliun,” tutupnya.

Menanggapi besarnya peluang investasi di IKN, Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie mengatakan pengembang sudah melihat besarnya captive market untuk pengembangan properti di IKN. Bahkan jauh sebelum ada IKN, beberapa pengembang besar telah memiliki cadangan lahan (land bank) seperti di Samarinda dan Balikpapan. Pengembang swasta sudah teruji jeli dalam melihat potensi pasar properti di Kalimantan Timur termasuk di IKN Nusantara.

“Apalagi saat ini progres pembangunan di sana luar biasa cepat. Pengembang swasta telah melihat captive market-nya besar sekali karena akan ada pemindahan ASN dan TNI/Polri kesan, dan itu menjadi peluang pasar,” ungkapnya.

IKN
Seminar dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Property&Bank Indra Utama dan Pemimpin Redaksi MyHome Arini Yunita

Pengamat properti Panangian Simanungkalit menambahkan, dalam menggarap pembangunan di IKN, pemerintah diharapkan agar lebih serius dan tidak boleh gagal. Dia mencontohkan beberapa kasus pengembangan kawasan yang digawangi pemerintah, tapi tidak terwujud sesuai dengan harapan.

Baca Juga : Siapkan Investasi Rp 500 Miliar, Mayapada Group Bangun Rumah Sakit Pertama di IKN

“IKN adalah proyek pemerintah terbesar sepanjang sejarah. Pembangunan dan pengembangan IKN tidak boleh gagal karena investasi besar dipertaruhkan. Apalgi Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi negara maju di 2045. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menarik masyarakat tidak hanya tinggal tetapi juga menghidupkan ekonomi di IKN,” tegas Panangian.

Ciputra Grup Siapkan Kawasan Terpadu di IKN

Pada kesempatan seminar tersebut, Managing Director PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) Budiarsa Sastrawinata mengatakan pihaknya berencana membangun proyek kawasan terpadu berkonsep bisnis seluas 302 hektare di IKN. Kawasan ini, sebutnya, berbasis MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition), hotel, mal, dan residensial.

Dikatakan Budiarsa yang juga Ketua Pokja (IKN) dari Kadin Indonesia, kawasan terpadu yang dikembangkan Ciputra Grup ini, pada tahap pertama akan dikembangkan seluas 150 hektare. Proyek pertama yang akan digarap di IKN rencananya berupa hotel dan MICE hingga lapangan golf.

“Kita melihat pada tahap awal pengembangan kota baru itu, pasti orang akan butuh datang tempat menginap dan tempat pertemuan-pertemuan dan pameran, sehingga, kita melihat potensinya ada pada di kawasan yang berkonsep MICE,” ujarnya. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persetujuan kerja sama dengan pemerintah. Dia menargetkan proyek tersebut akan dibangun dalam waktu dekat. (Nabilla Chika Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *