Property & Bank

Kocek Dana Sebesar 6 Triliun Astra Land Siap Bangun Proyek Ke 4

Menara Astra menjadi gedung tertinggi ke empat di Jakarta

Propertynbank : Masyarakat kelas menengah di Indonesia dipercaya akan terus tumbuh. Bahkan, di 2025 mendatang, masyarakat kelas menengah dipercaya akan mencapai lebih dari setengah populasi Indonesia.

Dengan jumlah yang mencapai sekitar 68 persen dari populasi tinggal kelas menengah ini tinggal di daerah perkotaan. Jumlah yang cukup besar dan akan terus bertambah menjadi ceruk pasar yang sangat luas bagi pengembang properti.

Salah satunya Astra Property melalui entitas anak Astra Land Indonesia menyiapkan anggaran konstruksi atau development cost sebesar Rp 6 triliun untuk membangun proyek anyar di kawasan Cikupa, Tangerang, Banten.

Proyek terbaru ini bakal menjadi portofolio keempat Astra Property bersama Hongkong Land, setelah Anandamaya (jl Sudirman), Asya (Jakarta Garden City), dan Arumaya (Jl TB Simatupang).

Kendati bukan yang terbesar secara nilai dan luas area pengembangan, namun proyek ini dianggap sebagai pertaruhan Astra Land Indonesia di tengah kondisi industri properti yang penuh tantangan.

CEO Astra Land Indonesia Wibowo Muljono tetap memandang tahun ini dan masa-masa mendatang dengan optimisme tinggi.

Tidak saja didukung oleh kucuran finansial dari induk usaha PT Astra International Tbk sehingga meningkatkan kepercayaaan diri untuk membangun properti berkonsep township, melainkan juga didorong kondisi makro.

Disisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,27 persen, serta indikator penjualan properti residensial yang mengalami pertumbuhan 13,58 persen untuk seluruh kategori hunian dalam survei Bank Indonesia Kuartal III-2022, juga menambah pertimbangan Astra Land Indonesia.

“Kami mempunyai sumber daya kapital (finansial), dan selalu ditawari oleh pihak kedua. Kami dalam posisi tinggal memilih, proyek mana atau lahan mana yang akan diakuisisi,” ungkap Wibowo

Wiboro bercerita, proses penawaran proyek yang berada di jantung CBD Swarna Sutera milik PT Alam Sutera Realty Tbk ini berlangsung selama tiga tahun hingga akta jual beli (AJB) ditandatangani.

Menurutnya, Tangerang merupakan daerah yang terus berkembang. Sebagai kota satelit, Tangerang memiliki sederet kelebihan akses transportasi dan fasilitas umum lainnya, seperti pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang tentu menjadi daya tarik utama bagi para calon konsumen dalam mencari hunian.

Melihat ceruk pasar yang besar menjadi fokus  astra Land Indonesia untuk membidik kalangan menengah ini. Hal ini didukung oleh kontribusi Arumaya yang mengalami lonjakan penjualan 200 persen hingga Kuartal III-2022.

Harga aktual Arumaya dibanderol sekitar Rp 45 juta per meter persegi, atau naik dari harga penawaran perdana pada 2018 lalu senilai Rp 36 juta per meter persegi.

Menyusul kontributor terbesar kedua adalah Asya yang menunjukkan peningkatan penjualan sekitar 17 persen-18 persen dengan posisi harga terkini Rp 2,9 miliar hingga Rp 7 miliar per unit.

Karena itu, setelah proyek keempat di Tangerang ini rilis secara resmi pada Kuartal IV-2023, Astra Land Indonesia akan mulai melirik kawasan potensial lain di luar Jadebotabek.

Beberapa kota yang menjadi target Astra Land Indonesia yakni Makassar, Medan, dan Surabaya bakal menjadi incaran utama, karena purchasing power serta jumlah populasinya lebih banyak di atas kota-kota lainnya.

“Tahun 2025 mendatang, kami pastikan mulai merambah kawasan di luar Jadebotabek,” ujar Wibowo.

Adrian Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *