Kondominium Masih Ada Pergerakan Karena Pengguna Jadi Prime Mover

0
apartemen
Apartemen di Jakarta

PROPERTI – Sektor residential, terutama jual beli unit kondominium, menjadi salah satu sektor dengan transaksi yang masih terus bergerak di tengah pandemi.

Pada tataran regional, rerata indeks residential di beberapa kota di Asia Pacific berada pada kisaran 4,5% (yoy) di kuartal kedua tahun 2021, sedikit melemah dibandingkan kuartal sebelumnya (4,4%). Beberapa kota metropolitan juga mengalami pelemahan indeks harga residential bahkan cenderung negatif, seperti Bengaluru, Bombay, dan Kuala Lumpur.

Sementara itu, indeks residential Jakarta masih berada di atas Bangkok dan Singapur yang diprediksi masih akan berlangsung sampai akhir tahun ini. Senior Research Advisor, Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat menjelaskan, pasokan apartemen sektor strata kondominium di 1H21 tercatat 223.635 unit, mencakup kumulasi stok yang bertambah dari periode sebelumnya.

“Tingkat penjualan relatif stagnan dari periode sebelumnya di 95,7%, diikuti dengan kecenderungan harga jual yang melemah. Untuk stok baru yang akan masuk sampai tahun 2024 sejumlah 38.278 unit, menurun dibandingkan dengan semester sebelumnya (47.708 unit). Sedangkan angka penjualan awal (presales) untuk unit baru meningkat jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, yaitu di kisaran 62,5%,” ujar Syarifah.

Dikatakan Syarifah, serapan apartemen terbesar saat ini datang dari segmen menengah (middle) sebesar 41,3%, diikuti dengan segmen lower-middle sebesar 23,6%. Total unit yang terserap pasar oleh kedua segmen tersebut sejumlah 139.140 unit.

“Strategi pemberian insentif ditawarkan pengembang pada penjualan unit baru,  seperti uang muka  0%, buy now pay later, tambahan diskon uang muka, tambahan perabotan, dan lainnya. Dari perspektif pengelola atau pengembang apartemen, terungkap opini bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan terefleksi lebih baik dalam performa penjualan jika diperpanjang sampai akhir tahun ini,” tegas Syarifah.

Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip menambahkan pandemi pada dasarnya menjadi masa di mana konsumen mencari atau membeli hunian. Hal ini karena semua kegiatan (belajar/ bekerja) dilakukan di dalam hunian, sehingga unit dengan harga terjangkau dan dilengkapi aksesibilitas yang tinggi menjadi preferensi masyarakat saat ini. “Kemudahan pembayaran dan stimulus akan membantu merealisasikan optimisme transaksi,” pungkasnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link