Property & Bank

Solusi Bagi Pekerja Informal, MilikiRumah Dorong Skema Rent to Own

rent to own
Proyek perumahan telah banyak yang mengintegrasikan sistem AI dari MilikiRumah

Propertynbank.com – Perusahaan rintisan MilikiRumah hadir dengan solusi inovatif berbasis teknologi yang menyasar segmen underbanked bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap atau pekerja informal. Hal ini juga sejalan dengan rencana Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang tengah menggodok skema Rent to Own (RTO).

Marine Novita, President Director MilikiRumah menjelaskan, MilikiRumah memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem pembiayaan alternatif yang inklusif dan berkelanjutan. Dia juga menegaskan pentingnya keberadaan skema alternatif seperti Rent to Own untuk membuka jalan bagi kelompok masyarakat yang selama ini tersisih dari sistem keuangan formal.

“Kami menyambut baik inisiatif Kementerian PKP yang tengah merumuskan skema pembiayaan RTO. Ini sejalan dengan visi MilikiRumah dalam memperluas akses kepemilikan rumah melalui pendekatan teknologi dan kemitraan multipihak,” ujar Marine dalam keterangannya, Kamis (9/10).

Menurut Marine, Rent to Own jadi angin segar bagi 60% pekerja sektor informal. Indonesia tengah dihadapkan pada fakta bahwa sekitar 60% angkatan kerja nasional bekerja di sektor informal, dengan penghasilan tidak tetap dan tanpa akses finansial yang memadai. Akibatnya, banyak dari mereka gagal mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konvensional.

Baca Juga : MilikiRumah Hadirkan Program Pra KPR, Dari Menyewa Bisa Punya Rumah 

MilikiRumah sendiri telah membangun model Pra KPR berbasis Rent to Own yang memungkinkan calon pembeli menghuni rumah lebih awal, sembari membangun reputasi pembayaran (Repayment Capacity) dan memperbaiki kondisi keuangan pribadi secara bertahap.

AI Jadi Mesin Utama MilikiRumah

Berbeda dari pendekatan konvensional, MilikiRumah memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk melakukan screening awal terhadap kemampuan bayar calon pembeli rumah.

Hingga saat ini, sebanyak 29 proyek perumahan dari 15 pengembang di Jabodetabek telah mengintegrasikan sistem AI dari MilikiRumah. Teknologi ini mampu memproses dan menganalisis data konsumen secara cepat dan akurat, membantu pengembang dan perbankan dalam menentukan potensi kelayakan calon pemilik rumah.

Baca Juga : Bidik Segmen Super High End, Botanic Villa at NavaPark BSD City Dibanderol Hingga Rp89 Miliar

Marine Novita menambahkan bahwa solusi berbasis SaaS (Software as a Service) dari MilikiRumah telah membantu para mitra pengembang untuk bekerja lebih efisien dalam menyaring prospek dan menyusun strategi penjualan.

Sebagai langkah konkret, MilikiRumah telah menjalin kemitraan strategis dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk program Rent to Own. Konsumen yang lolos program pendampingan dan menunjukkan kinerja pembayaran yang baik selama 12 bulan dapat “naik kelas” menjadi nasabah KPR BTN.

Lebih lanjut, MilikiRumah juga sedang menyiapkan inisiatif pembentukan RTO Fund, yaitu skema pendanaan alternatif untuk mendukung pembiayaan program Rent to Own secara independen. Dana ini diharapkan dapat menarik minat investor yang ingin memperoleh imbal hasil menarik sekaligus mendukung misi sosial kepemilikan rumah.

Rent to Own Dukung Developer

Banyak pengembang perumahan mengapresiasi solusi MilikiRumah. William Liusudarso, President Director Easton Urban Capital, mengatakan bahwa alat bantu AI dari MilikiRumah mampu meningkatkan efektivitas tim sales dengan lebih memahami kondisi finansial konsumen secara komprehensif.

Baca Juga : Summarecon Expo 2025 Digelar Di Summarecon Mall Bandung, Hadirkan Banyak Promo dan Hiburan

Hal serupa disampaikan oleh David Sulistyo dari Sakura Land, yang menilai proses pengajuan KPR menjadi lebih sederhana dan responsif. Sementara itu, Candra Wiantono dari Winland Development menyebutkan bahwa sistem SaaS MilikiRumah juga memberikan visibilitas real-time terhadap progres penjualan di lapangan.

Nabila (23 tahun), seorang mahasiswa sekaligus pelaku usaha klinik bersama keluarganya, merupakan salah satu konsumen program Pra KPR MilikiRumah. Kendati status pekerjaannya belum memenuhi syarat untuk KPR bank, MilikiRumah membuka jalan agar ia bisa mulai mencicil rumah sambil membangun kelayakan keuangan secara bertahap. “Saya tidak punya akses KPR, tapi MilikiRumah membantu saya agar bisa punya rumah. Usaha kami juga didampingi agar lebih tertata,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pihaknya tengah merampungkan kajian konsep Rent to Own sebagai bagian dari strategi untuk mengejar target program 3 juta rumah nasional. Skema ini ditargetkan akan difinalisasi dalam waktu dekat melalui koordinasi lintas sektor dengan bank, developer, dan stakeholder lainnya.

Baca Juga : Harga Rumah Seken di Depok Tertinggi di Jabodetabek, Sawangan Berpotensi Naik Kelas

“Skema ini sangat potensial untuk memperluas akses rumah layak. Kami akan dorong percepatan, dan mungkin hanya butuh dua kali pertemuan lagi untuk finalisasi,” ungkap Menteri PKP.

MilikiRumah hadir bukan hanya sebagai pelaku industri teknologi, tapi sebagai motor perubahan sosial di sektor perumahan nasional. Dengan pendekatan berbasis AI, kemitraan strategis, dan model pendanaan inovatif, MilikiRumah menargetkan kontribusi nyata dalam mencapai program 350.000 unit rumah subsidi FLPP di tahun 2025.

“Kami percaya semua orang berhak punya rumah. Tapi akses keuangan adalah tantangan utama yang harus dipecahkan. Rent to Own adalah salah satu jawaban, dan kami siap kolaborasi dengan semua pihak,” pungkas Marine Novita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan