Monday , August 10 2020
Home / Indeks Berita / Mudahkan Pelanggan, PLN Fasilitasi Laporan Meter Listrik Via Whatsapp

Mudahkan Pelanggan, PLN Fasilitasi Laporan Meter Listrik Via Whatsapp

Jika pelanggan tak melapor stan meter, PLN akan menghitung tagihan listrik dari rata-rata pemakaian tiga bulan terakhir. BUMN itu tengah mempersiapkan layanan Whatsapp agar pelanggan dapat melaporkan pemakaian listrik selama pandemi corona.

UMUMPLN menghentikan sementara pencatatan dan pemeriksaan meter listrik pelanggan pascabayar selama pandemi corona. Sebagai gantinya, BUMN itu menyiapkan layanan Whatsapp agar pelanggan dapat melaporkan angka stan dan foto kilowatt hour (kWh) meter.

Layanan tersebut mulai berlaku untuk tagihan rekening Mei 2020. “Ini bagian dari physical distancing, kami mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan pelanggan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” ujar Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono dalam siaran pers pada pekan lalu.

BACA JUGA :   Tiga Langkah Penanganan Darurat Banjir Bandang di Luwu Utara, Apa Saja?

Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp PLN. Caranya, pelanggan menyiapkan nomor kWh dan foto stan meter. Lalu, pelangan membuka aplikasi WhatsApp dan ketik 2 ke nomor 08122 123 123. Selanjutnya, pelanggan hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan dalam WhatsApp PLN.

Pelaporan angka stan meter disesuaikan dengan tanggal pencatatan meter yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri, melalui aplikasi WhatsApp. Laporan dari pelanggan akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya.

BACA JUGA :   75 Sekolah dan Madrasah di Wilayah Tertinggal di Lampung Direhabilitasi

“Di akhir April ini, pelanggan akan melapor untuk rekening tagihan Mei. Demikian juga pada akhir Mei nanti, kami mohon pelanggan dapat mengirimkan kembali angka stan meter untuk dasar perhitungan tagihan Juni,” kata Yuddy.

Bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan memakai modul perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir. “Jadi pelanggan yang tidak bisa melaporkan, tidak perlu khawatir,” jelasnya.

BACA JUGA :   The Masterpiece & The Empyreal Hadir Di REI Expo

Dirinya menambahkan, jika ada ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, PLN akan mengakumulasikannya pada rekening bulan berikutnya, sehingga pelanggan tak akan dirugikan. Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123.

PLN juga menghimbau kepada masyarakat untuk membayar listrik secara online demi meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas. “Sebagai upaya preventif mencegah penularan Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA :   Trimitra Propertindo Tutup Atap Tower Parkland

Pembayaran listrik bisa dilaksanakan melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya. Pembayaran listik juga bisa melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya.

Tak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui contact center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut berisi layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan. (Artha Tidar)

Check Also

rumah khusus

Pengembang Minta Relaksasi, Bank Tegaskan Tidak Ada Pengetatan KPR

BERITA UTAMA – Indonesia masih berpeluang untuk mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah pertumbuhan ekonomi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link