Property & Bank

Manfaatkan Opportunity Di Tengah Pandemi, Omset Central Group Naik 13 Kali Lipat

Central Group
Central Hills, Batam, hunian yang dikembangkan Central Group bersama Alam Sutera

Propertynbank.com – Hanya dalam waktu 10 menit 16 detik, sebanyak 72 unit hunian di The Icon Central, yang dikembangkan Central Group, Batam ludes terjual dengan nilai penjualan mencapai Rp96 miliar. Menariknya, launching yang dilakukan pada akhir tahun 2020 itu, digelar tengah malam, tepatnya jam 24.00 wib.

Lalu, siapakah pencetus ide launching yang dilakukan di tengah malam tersebut? Dia adalah Tung Desem Waringin, motivator kawakan yang kini telah memiliki puluhan perusahaan dengan berbagai bidang bisnis. Sejak September 2020 lalu, Central Group menggandeng Tung Desem Waringin sebagai partner, untuk mengembangkan properti di Batam dan rencana ekspansi ke Jabodetabek dan daerah lain di Indonesia.

“Ada tiga hal yang harus dimiliki jika ingin berhasil dalam menjual suatu produk, pertama adalah memiliki manfaat nyata, bisa dipercaya dan harus memiliki perbedaan dramastis dengan yang lain. Maka, dengan konsep inilah yang membuat Central Group bisa unggul dan tetap melejit meskipun dalam kondisi pandemi,” ujar Tung Desem Waringin.

Dikatakan Tung Desem, secara umum mungkin pengembang ingin mendapatkan untung semaksimal mungkin. Namun, hal ini berbeda dengan Central Group yang tidak hanya berusaha mendapatkan keuntungan, tapi juga berupaya untuk memberikan keuntungan kepada pembeli. Sehingga, setiap properti yang dikembangkan memberikan nilai tambah kepada pemilik atau penghuni.

Tung Desem mencontohkan, proyek Serenity Central, Batam misalnya, yang membangun fasilitas kolam renang dengan panjang mencapai 184 meter, lebih panjang dibanding Marina Bay Sands yang panjangnya 146 meter. Begitu juga dengan view, jika pengembang lain sangat terbatas, sementara Central Group memberikan view langsung ke Marina Bay Sands di Singapore. “Pengembang lain menjual dengan harga Rp 4 miliaran maka kami hanya jual dengan harga terjangkau mulai dari Rp 400 jutaan,” jelas Tung Desem.

Sebagai pengusaha, kata Tung Desem, jangan hanya mau untung dan menang sendiri, tapi yang penting adalah bagaimana klien atau konsumen juga mendapatkan keuntungan. Dalam menjalankan usaha, Tung Desem menjalankan tujuh kiat utama yakni punya manfaat yang nyata, bisa dipercaya, perbedaan yang dramatis, test dan ukur, sistemasi, faktor kali dan rela berbagi.

Bersama Tung Desem, Central Group Selalu Sold Out

CEO Central Group, Princip Muljadi mengaku, sejak berkolaborasi dengan Tung Desem, Central Group sangat akrab dengan kalimat sold out. Padahal, sebelumnya penjualan properti Central Group tergolong slow down. Oleh karena itu, bagi Princip, bekerjasama dengan Tung Desem sangat luar biasa dan banyak sekali manfaatnya.

“Central Group dalam dua tahun terakhir tumbuh sangat pesat dengan perkembangan berkali lipat. Sejak berdiri 32 tahun lalu, baru kali ini omset Central Group meningkat 13 kali lipat hanya dalam setahun. Setiap proyek yang dikembangkan bersama pak Tung Desem selalu sold out hanya dalam waktu 6 bulan,” ujar Princip Muljadi.

Menurut Princip, hal yang membuat Central Group tumbuh pesat adalah, di saat pengembang-pengembang di Batam menahan ekspansi karena pandemi, tapi Central Group bersama Tung Desem justru tetap mengembangkan properti. Bagi Princip, saat itu merupakan sebuah oppotunity yang sangat besar.

Lebih lanjut dikatakan Princip, saat ini hunian yang paling dicari di Batam bukan lagi ditengah perkotaan, namun yang berada di pegunungan dan lokasi-lokasi yang masih asri. Sektor properti di Batam kata dia, terus mengalami pertumbuhan dalam enam bulan terakhir, terlebih pandemi Covid-19 yang sudah menuju ke arah endemi.

“Oleh karena itu kami optimis proyek-proyek yang dikembangkan Central Group bersama pak Tung Desem akan diminati oleh masyarakat. Saat ini kami juga sudah didukung oleh tim digital marketing yang kuat, sesuai dengan kebutuhan saat ini. Ditambah lagi mulai April 2022, kunjungan dari Singapore ke Batam sudah kembali normal, sehingga tidak perlu lagi karantina dan hal ini menjadi keuntungan bagi sektor properti di Batam. Kami sudah banyak permintaan dari warga di Singapore yang tertarik untuk investasi properti di Batam,” ungkap Princip.

Dijelaskan Princip, kebutuhan hunian di Batam saat ini disesuaikan dengan aktifitas masyarakat yang dilakukan dari rumah atau yang dikenal dengan work from home (WFH). Oleh karena itu, maka Central Group juga menyesuaikan tren tersebut dengan lebih mengutamakan hunian sehat, banyak bukaan sehingga mudah masuk cahaya matahari.

Sebagai informasi, Central Group mulai menggarap sektor properti dengan proyek perdana Nagoya Plaza Hotel Batam, sejak 32 tahun yang lalu. Central Group sudah menserahterimakan sebanyak 3.886 unit properti dan telah mengembangkan lahan untuk properti hingga 253 hektar sehingga sudah menjadi pengembang yang bisa dipercaya.

Proyek-proyek properti yang sudah dikembangkan antara lain, The Central Sukajadi, Central Raya Tiban, Central Raya Batu Aji, Central Batu Aji, Central Raya Tanjung Uncang, Perumahan Barelang, Central Laguna Hills, Central Hills (kerjasama dengan Alam Sutera), The Icon Central dan Serenity Central.

“Kami juga sedang menjajaki untuk pengembangan bisnis ke luar Batam, terutama Jabodetabek. Kami telah melakukan survey ke beberapa lokasi, bertemu dengan sejumlah perusahaan yang mungkin bisa menjadi partner dalam pengembangan bisnis properti berikutnya,” pungkas Princip Muljadi.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *