
Propertynbank.com – Sektor kondominium di Jakarta masih berjuang melawan tekanan pasar. Meskipun aktivitas tetap berjalan, data paruh pertama 2025 menunjukkan bahwa pemulihan pasar belum sepenuhnya menguat.
Permintaan terhadap proyek-proyek baru mengalami perlambatan dibandingkan tahun lalu, mengindikasikan bahwa konsumen masih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih.
Di tengah tantangan ini, kelas menengah tetap menjadi tulang punggung transaksi, mencatatkan kontribusi terbesar terhadap penjualan unit baru. Data terbaru mencatat bahwa dari seluruh penjualan kondominium, segmen middle menyumbang hingga 44% dari total.
Meskipun jumlah pasokan baru masih bertambah, terlihat adanya perlambatan secara agregat. Sebanyak 1.208 unit dari empat proyek baru diluncurkan sepanjang semester pertama 2025, namun volume ini menurun dibandingkan semester sebelumnya.
Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia mengatakan, pasar kondominium belum menunjukkan pergerakan yang benar-benar solid. Tahun ini, tren penyerapan proyek lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga : Sertifikasi Profesi Agen Properti Diwajibkan, Kemendag Minta Masukan AREA Indonesia dan AREBI
“Namun, kelas menengah dan menengah atas masih bergerak. Penting bagi pengembang untuk memahami karakteristik kelas menengah, terutama dalam hal preferensi produk, lokasi, dan akses pendanaan, agar bisa terus mendorong penjualan,” ujar Wilson beberapa waktu lalu.
Stimulus Pemerintah Dorong Pasar Kondominium
Kehadiran insentif seperti PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) dinilai cukup membantu dalam mendorong transaksi, khususnya di segmen harga tertentu. Namun, mengingat tekanan daya beli pada kelompok menengah ke bawah, pengembang masih memilih langkah hati-hati dalam merilis produk untuk segmen ini.
Sebaliknya, segmen menengah ke atas masih menunjukkan potensi pertumbuhan, mencerminkan adanya stabilitas pada pasar dengan daya beli lebih tinggi.
Baca Juga : Pinhome Sebut Insentif Pajak Dongkrak Pembelian Properti, KPR Maksimal 15 Tahun Diminati
Knight Frank Indonesia menyatakan, kondisi Pasar Kondominium Jakarta pada Semester I-2025 antara lain, total pasokan kondominium meningkat menjadi 248.269 unit, dengan tambahan proyek baru di area Non-CBD. Tingkat penjualan kumulatif mencapai 95,9%, mencerminkan pasar yang relatif masih aktif pada stok lama.
Selain itu, penjualan unit baru tercatat stabil dengan rata-rata serapan sebesar 56%, meskipun terdapat 4.198 unit baru yang masih dalam pemasaran. Harga jual unit baru mengalami kenaikan 1,9% (yoy), mencerminkan pergeseran ke arah produk yang lebih premium.
Knight Frank Indonesia menilai bahwa meski laju pertumbuhan pasar belum signifikan, potensi jangka menengah masih terbuka, terutama jika akses pembiayaan lebih inklusif bagi kelas menengah. “Inovasi produk dan fleksibilitas dalam skema pembiayaan menjadi kunci utama untuk menjaga dinamika pasar,” tutup Willson Kalip.
















