Wednesday , April 21 2021
Home / Breaking News / Pasokan Perkantoran Hingga 2024 Diperkirakan Menurun Tajam

Pasokan Perkantoran Hingga 2024 Diperkirakan Menurun Tajam

Gedung Perkantoran

PERKANTORAN – Sepanjang tahun 2021, sektor perkantoran diprediksi akan lebih baik dibanding tahun 2020 dari sisi penyerapan, meskipun belum tercermin di tingkat hunian yang masih rendah karena belum ada keseimbangan antara supply dan demand.

Colliers International memprediksi, pasok perkantoran di Jakarta pada 2021 hingga 2024 mengalami penurunan yang cukup drastis, khususnya untuk tambahan pasokan baru. Konsultan properti ini memperkirakan tambahan pasok baru di 2021- 2024 hanya sekitar 930.000 m2 dan hampir 60% lokasinya ada di CBD.

BACA JUGA :   JGC Perkenalkan Shinano Ke Ratusan Agent

Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengatakan, rerata proyeksi tambahan pasok perkantoran di CBD tahun 2021-2024 hanya 40% jika dibandingkan 2017-2020. Sedangkan di luar CBD, rerata proyeksi tambahan pasok baru juga lebih rendah dibandingkan tahun–tahun sebelumnya.

“Beberapa proyek yang masih dalam perencanaan akan melihat sentimen pasar terlebih dahulu dan tidak akan memulai konstruksi sebelum mendapatkan komitmen penyewa. Sementara reduksi penggunaan ruang kantor diperkirakan sangat mungkin terus berlangsung. Oleh karena itu, kinerja Working From Home harus dievaluasi,” ujar Ferry beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :   HUT ke 47, REI Tekankan Komitmen Bangun Hunian Bagi MBR

Namun begitu Ferry menambahkan, tingkat permintaan atau serapan ruang kantor diperkirakan menguat. Tapi, tambahan pasok baru dari beberapa proyek yang akan selesai terus memberikan tekanan terhadap tingkat hunian. Dirinya memperkirakan dengan terbatas pasok baru, kumulatif serapan mulai mengejar dan rerata tingkat hunian mulai membaik di 2023-2024

Sementara itu, perkantoran di Surabaya pada tahun 2021 juga akan ada penambahan pasokan baru sekitar 160.000 m2.  Beberapa proyek mendatang masih dalam tahap perencanaan saat ini. Meskipun telah mencapai tingkat penjualan yang relatif tinggi (karena dipasarkan dengan skema jual), namun tingkat komitmen untuk menempati gedung di Surabaya pada 2021 dan 2022 masih relatif kecil. “Kondisi ini akan terus menekan rerata tingkat hunian,” tutur Ferry.

Ferry memprediksi pasar sewa perkantoran di Surabaya, diharapkan membaik terutama untuk permintaan ruang kantor dengan ukuran yang relatif kecil. Imbasnya, dikarenakan gedung lebih baru, tingkat permintaan unit yang dimiliki individual investor diharapkan mulai menguat. “Lebih lanjut, diharapkan dapat mendorong tingkat penjualan untuk ruang kecil,” pungkasnya.

Check Also

Ini Dia, Rumah Subsidi Berkualitas Dengan Konsep Syariah

APA KABAR – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera. Pembaca setia Majalah Property&Bank di mana saja berada. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 178

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link