Property & Bank

Permintaan Ruang Perkantoran Masih Terbatas, Rumah Tapak Tetap Primadona

permintaan
Kawasan perkantoran Jakarta sepi disaat hari libur

Propertynbank.com – Pada pertengahan tahun 2023, tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 70% untuk Kawasan CBD dan 71% untuk Kawasan Non-CBD. Jumlah permintaan yang masih terbatas menyebabkan tingkat hunian di kedua kawasan tersebut tetap tertekan, meskipun tidak ada pasokan baru pada triwulan kedua ini.

Yunus Karim, Head of Research JLL mengatakan, untuk Kawasan CBD, pasokan gedung kantor baru diperkirakan akan selesai dibangun di area Thamrin pada triwulan ke depan. “Pasokan gedung perkantoran baru, baik di Kawasan CBD maupun Non-CBD, diperkirakan masih akan bertambah di tahun ini,” ujarnya pada Webinar JLL Indonesia Media Briefing, Selasa (25/7).

Sementara itu, tren di pusat perbelanjaan Jakarta tidak jauh berbeda dari triwulan sebelumnya. Aktivitas peritel pada triwulan kedua tahun ini masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman. Selain itu, fasilitas hiburan ramah keluarga juga kembali menjamur didorong oleh preferensi konsumen yang cenderung ke arah experiental retail.

Baca Juga : Permintaan Ruang Perkantoran Grade A Mulai Positif di Awal Tahun 2023

Menurut Yunus, pameran seni interaktif juga semakin populer di mal-mal Jakarta, dan semakin banyak penyewa yang mulai menerapkan konsep pengalaman interaktif di toko mereka. Tingkat hunian pusat perbelanjaan relatif stabil berada di angka 88% mengingat tidak adanya pasokan baru yang beroperasi di triwulan ini. Total pasokan pada tahun 2023 diperkirakan akan bertambah sekitar 60 ribu meter persegi.

Sedangkan aktivitas penjualan kondominium di Jakarta pada triwulan kedua menunjukkan tren yang sama dibandingkan dengan triwulan-triwulan sebelumnya. Penjualan terpantau di proyek-proyek kondomium yang sudah akan rampung atau yang menunjukan komitmen dalam perkembangan konstruksi yang signifikan. “Tingkat penjualan kumulatif relatif stagnan di angka 61% dan tidak ada peluncuran kondominium baru di wilayah Jakarta,” ungkap Yunus.

Permintaan Ruang Perkantoran

Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL menambahkan, melanjutkan momentum dari sejak tahun lalu, pencarian ruang perkantoran relatif tetap aktif terlihat di triwulan kedua, meskipun sedikit dipengaruhi oleh puasa dan libur lebaran. “Para perusahaan juga masih merumuskan strategi yang tepat dalam menentukan besaran kebutuhan ruang perkantoran mereka. Dengan dinamika pasokan dan permintaan yang ada, kami melihat harga sewa masih tetap tertekan dalam usaha untuk menarik tenant mengisi gedung perkantoran yang ada,” tutur Angela.

Di pihak lain, Vivin Harsanto selaku Head of Advisory JLL menjelaskan, senada dengan tahun-tahun sebelumnya, sektor rumah tapak masih menjadi sektor properti yang diminati. Hal ini kata dia, ditandai dengan kondisi pasar yang semakin kompetitif dengan diluncurkannya beberapa kawasan kota mandiri baru, dan klaster-klaster baru di area Tangerang dan Bogor.

Baca Juga : Naik 74%, Tingkat Huni Perkantoran Jakarta Tunjukkan Perbaikan

“Pengembang terpantau masih tetap aktif menawarkan berbagai tipe di berbagai segmen yang disertai dengan kemudahan pembayaran uang muka dengan cara bayar yang menarik. Selain akses tol, akses transportasi umum, dan reputasi pengembang, kelengkapan fasilitas penunjang dalam Kawasan juga menjadi daya tarik utama bagi para pembeli rumah tapak,” tegas Vivin.

Untuk kawasan industri, Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL menerangkan, terdapat banyak pasokan baru yang mayoritas beroperasi di Cikarang. Hal ini membuat tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau turun dari triwulan sebelumnya, namun masih cukup sehat di tingkat 88%. Pada triwulan ini tingkat permintaan juga tetap positif didominasi oleh penyedia jasa logistik dan beberapa sektor lainnya seperti automotif dan ritel.

“Bahkan beberapa ruang kosong yang ditinggalkan oleh penyewa e-commerce terpantau terisi kembali oleh penyewa baru, terutama di daerah Marunda. Terdapat tiga proyek yang masih dalam proses kontruksi dan direncanakan akan mulai beroperasi di akhir tahun 2023, di antaranya termasuk pemain-pemain domestik dan internasional yang baru memasuki pasar Jabodetabek, akan tetapi sebagian besar proyek baru tersebut sudah memiliki pre-committed tenant,” kata Farazia.

Baca Juga : Sepanjang 2022, Permintaan Ruang Perkantoran Grade A Meningkat

Di sektor perhotelan, Julien Naouri, Senior Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group menegaskan, para investor sangat yakin dengan fundamental perhotelan di Indonesia. Angka penjualan hotel yang tercatat tidak hanya menekankan kembalinya aktivitas transaksi investasi di Indonesia, tetapi juga memperkuat pemulihan arus kas hotel yang terus berlanjut di wilayah ini.

“Kami masih terus melihat ketertarikan mengenai peluang-peluang untuk berinvestasi di Indonesia dari para investor lokal dan asing. Indonesia memiliki beberapa keuntungan antara lain tingkat pertumbuhan populasi dan banyaknya potensi ekonomi. Seperti yang kami pantau, pergudangan modern, lahan industri, pusat data (data centre), dan rumah tapak masih menjadi sektor yang paling diminati,” pungkas James Allan, Country Head JLL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *