Property & Bank

Ibukota Negara Pindah, 8 Proyek Di Jakarta Ini Siap Ditawarkan ke Investor

jakarta
Salah satu pusat perkantoran di Jakarta

Propertynbank.com – Pemerintah DKI Jakarta telah menerbitkan peraturan tata ruang yang diperbarui dalam mendukung iklim bisnis dan investasi yang ramah, untuk menarik lebih banyak Investor ke Jakarta, terlebih jika nanti ibukota negara pindah.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta,  Benni Aguscandra mengatakan, pada Triwulan I tahun 2023 ini realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi DKI Jakarta telah mencapai angka US$ 1,2 Miliar. “Kami senang bisa membagikan capaian di Triwulan I 2023, dimana ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif,” kata dia dalam sebuah webinar.

Menurut Benni, realisasi PMA di Jakarta, mencatatkan pencapaian yang luar biasa, dengan total US$ 1,2 Miliar. Pada tahun 2022 lalu, R.R Tiongkok menjadi penyumbang Investor Asing terbesar untuk Penanaman Modal Asing (PMA) di Jakarta. “Transportasi dan Perumahan memberikan kontribusi yang signifikan dalam realisasi Penanamaan Modal Asing R.R Tiongkok di Jakarta, yang perkembangannya tidak terbatas kemungkinan untuk lebih banyak kolaborasi lagi,” papar Benni.

Baca Juga : JXB Luncurkan The Tavia Collection, Konsep Hotel Baru di Jakarta

Sebagai salah satu kota besar di Asia Tenggara, Benni menyebut Jakarta adalah kota yang penuh peluang, yang tidak hanya menawarkan lingkungan bisnis yang ramah, tetapi juga pasar yang besar dan unik.

Untuk itu, melalui Jakarta Investment Centre (JIC) Benni mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh para calon investor, mulai dari perizinan, hingga memfasilitasi investor lokal maupun asing untuk dapat melakukan realisasi investasi di Jakarta.

Realisasi PMA dan PMDN Jakarta Triwulan I 2023

Berdasarkan data Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi DKI Jakarta pada periode Januari-Maret (Triwulan I) tahun 2023 menembus angka Rp.36,5 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$ 1,2 Miliar atau setara Rp.17,5 Triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp.19,0 Triliun.

Secara agregat realisasi investasi DKI Jakarta yang mencapai Rp.36,5 Triliun pada Triwulan I tahun 2023 ini pun telah memberikan kontribusi 11% terhadap capaian realisasi penanaman modal nasional. Benni juga mengungkapkan, secara kumulatif sektor usaha terbesar realisasi investasi PMDN dan PMA di DKI Jakarta pada Triwulan I tahun 2023 adalah sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan nilai Rp.13,95 Triliun; sektor Jasa Lainnya Rp.6,60 Triliun; dan sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran Rp.4,88 triliun. Ketiga sektor ini memiliki kontribusi 70% dari total realisasi investasi di DKI Jakarta pada Triwulan I tahun 2023.

Lebih lanjut, Benni memaparkan, berdasarkan wilayah kota Administrasi di DKI Jakarta, sebaran realisasi investasi secara kumulatif pada periode Triwulan I tahun 2023. Adapun realisasi investasi PMDN dan PMA kumulatif terbesar berada di wilayah Jakarta Selatan dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp.19,5 Triliun, dimana PMDN sebesar Rp.6,95 Triliun dan PMA sebesar Rp.12,55 Triliun.

Benni mengungkapkan bahwa tingginya angka realisasi investasi di Jakarta tidak terlepas dari berbagai inovasi layanan penanaman modal dan kemudahan perizinan/ nonperizinan, yang dilakukan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta. “Kinerja investasi DKI Jakarta mencatatkan hasil yang positif. Capaian ini tidak terlepas dari arahan Pj. Gubernur DKI Jakarta agar seluruh jajaran Pemprov. DKI Jakarta untuk terus melakukan berbagai inovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat guna mendorong laju investasi di Jakarta,” jelas Benni.

Indonesia Pasar Konsumen Terbesar Keempat di Dunia

CEO of China ASEAN Business Alliance (CABA), Victor Tay mengungkapkan dalam ASEAN, Indonesia memiliki ekonomi terbesar. Pada tahun 2022, Indonesia berhasil mendapatkan investasi asing sebesar USD 43 miliar, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah negara ini. “Indonesia adalah satu-satunya anggota G20 di ASEAN dan memiliki sumber daya alam yang melimpah serta pasar domestik yang besar dengan populasi sekitar 200 juta orang,” Ungkap Victor dalam Webinar bertema Unlocking Jakarta’s Potential: Opportunities and Challenges.

Baca Juga : REI DKI Jakarta Salurkan Santunan Ke 567 Anak Binaan Dinsos DKI Jakarta

Victor menyebut, dalam hal ukuran populasi, Indonesia adalah pasar konsumen terbesar keempat di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurutnya, kelas menengah Indonesia juga menjadi kekuatan dominan dalam pasar konsumen. “Indonesia telah berinvestasi dalam proyek infrastruktur utama di bidang konektivitas, transportasi, urbanisasi, dan energi. Misalnya, terdapat investasi dalam kereta api cepat Jakarta-Bandung, MRT Jakarta, dan kereta api cepat Jakarta-Surabaya,“ papar Victor.

Victor mengatakan ekonomi digital Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan nilai industri digital meningkat dari US$ 41 miliar pada tahun 2019 menjadi US$ 75 miliar pada tahun 2022. Menurutnya, beberapa faktor yang menyumbang pada pertumbuhan ini termasuk populasi muda yang besar dan melek teknologi, penetrasi ponsel yang tinggi, popularitas pembayaran digital, dan kebijakan pemerintah yang mendukung.

Proyek di Jakarta Siap Ditawarkan Kepada Investor

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk mengungkapkan peluang berinvestasi di Jakarta pasca relokasi Ibukota. Tona menyebut, pasca relokasi Ibukota, Jakarta tetap menjadi Daerah Khusus yang akan berperan sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, moneter, perizinan penanaman modal dan kegiatan usaha nasional dalam skala regional dan global.

“Peluang investasi muncul pada transisi pembangunan misalnya relokasi Ibu Kota, konstruksi pembangunan berorientasi transit dan rencana tata ruang terperinci berbasis investasi,” ungkap Tona saat menjadi pembicara dalam Webinar bertema Unlocking Jakarta’s Potential: Opportunities and Challenges.

Selain itu, Tona mengatakan pergeseran kebijakan akan membawa manfaat ke depan, termasuk dalam aspek investasi, terutama di sektor properti dimana struktur modal dan produk keuangan harus terintegrasi sejak awal dalam biaya investasi yang dibutuhkan oleh pengembangan area berskala besar.

“Ke depan Pemprov DKI Jakarta akan fokus pada pembangunan (kembali) perkotaan di beberapa titik di seluruh kota, menggunakan pembangunan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) sebagai konsep utamanya,” ungkap Tona.

Baca Juga : Sambut HUT Jakarta ke-496 Agung Sedayu Group Hadirkan Batavia PIK

Selain itu, Tona mengatakan tahun ini JIC akan kembali menggelar Jakarta Investment Forum (JIF), yang akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2023 mendatang. “Tahun ini adalah acara tahunan ketiga Jakarta Investment Forum. Dan kami juga mengadakan beberapa seminar dan webinar yang disebut JIC talks dan menghadiri forum bisnis. JIC juga mempromosikan proyek-proyek investasi potensial. Kami melakukan kerja sama yang erat dengan kedutaan, IPC, kamar dagang, dll” papar Tona.

Tona pun kemudian memperkenalkan 8 proyek pembangunan berkelanjutan yang siap ditawarkan untuk kerja sama investasi. Adapun 8 proyek tersebut di antaranya, Extended Concourse: Stasiun MRTJ Bundaran HI, Extended Concourse: Stasiun MRTJ Fatmawati; Dek Pejalan Kaki Dukuh Atras; Blok M Mixed Use; Pembangunan Terpadu Rorotan; Lot A Ancol; Lot B Ancol; dan Pengembangan Ancol Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *