Home / Apa Kabar / Rumah Subsidi, Fenomenal dan Menjadi Primadona di Tengah Pandemi

Rumah Subsidi, Fenomenal dan Menjadi Primadona di Tengah Pandemi

Cover Majalah Property&Bank Edisi 177, tahun 2021

APA KABAR – Tidak bosan-bosannya, kami menyapa dan kembali hadir ke ruang baca Anda, baik dalam format printed (cetak), maupun versi digital. Di tengah turbulensi industri media cetak, kami harus bersyukur jika sampai detik ini masih bisa survive dan selalu ditunggu kehadirannya.

Meski begitu, awak redaksi dan pengelola juga tak henti-henti mencari inovasi dan kreatifitas media yang terbaik bagi pembaca dan pemasang iklan, agar tetap bersaing dengan perkembangan teknologi informasi.

BACA JUGA :   Gemerlap Event IPBA XIV 2019 dan Arsitek Plus Sentuhan Teknologi Global

Pembaca, di tengah tekanan pendemi yang belum beranjak pergi, industri properti paling merasakan dampaknya. Angin segar berhembus dari pemerintah yang akan memberlakukan uang muka 0 rupiah. Keuntungan lain bagi pembeli rumah subsidi selain itu adalah bebas premi asuransi serta bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Meski tidak seperti insentif bagi industri otomotif yang menghapuskan pajak penjualan sampai 0 rupiah, tidak adanya kenaikan harga rumah subsidi serta diberlakukannya uang muka nol rupiah, diyakini bisa sedikit memberikan harapan kepada indistri properti, khususnya perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

BACA JUGA :   Serentak, FOX Harris Hadir Di Tiga Kota Besar Di Indonesia

Dengan suku bunga subsidi hanya 5%, kini sejumlah perbankan sudah mulai membuka keran dan mengucurkan KPR kepada golongan masyarakat yang sebelumnya sempat tak terlayani. Saat ini, harga rumah subsidi tidak mengalami kenaikan dan dipatok pemerintah di harga Rp 150.500.000 sd Rp 219.000.000

“Dengan tidak naiknya harga rumah FLPP tahun 2021, maka diperkirakan capaian realisasi FLPP akan melebihi target yang ditetapkan,” kata Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR.

BACA JUGA :   Trivo Group, Dengan Niat Baik Menyulap Kawasan Sepi Jadi Bergengsi

Pada 2021, anggaran FLPP sebesar Rp 19,12 triliun akan disebar ke sejumlah bank pelaksana untuk untuk membiayai 157.500 unit rumah. Ditaksir target ini akan mencapai 170.000 unit rumah karena harga rumah subsidi tidak naik. Jika ini berjalan sesuai rencana, penjualan rumah bersubsidi bakal booming dan bisa jadi primadona industri properti di masa pandemi.

Pembaca, terkait dengan kondisi ini, adalah Ahmad Hidayat Assegaf, CEO Green Construction City yang telah merasakan menariknya usaha pengembangan rumah bersubsidi. Lewat strategi yang terbilang unik dalam hal kepemilikan lahan, efisiensi pembangunan rumah serta cara pemasaran yang fokus, perusahaan GCC yang dirintisnya sejak tahun 2015 lalu, terus berkembang sebagai salah satu perusahaan properti yang disegani dalam penyediaan rumah bersubsidi.

BACA JUGA :   Menyoal Pelayanan Fasilitas Publik

Cerita dan strategi pengembang ini dalam membesarkan bisnis perumahannya, akan diturunkan secara berseri dalam beberapa edisi. Edisi ini, akan kami turunkan hasil wawancara sesi pertama dan strateginya membangun dan menjual rumah bersubsidi. “Saya punya formulla untuk membangun 2 juta unit rumah subsidi pertahun, di atas target pemerintah yang hanya 1 juta rumah,” katanya.  Bagaimana rahasia dan strateginya? Ikuti ulasan dan liputan redaksi di edisi ini.

Check Also

Sinarmasland Gelar Wish For Home Periode Dua, Ini Keuntungan Konsumen

Ngopsor Wish for Home PROPERTI – Setelah sukses pada periode sebelumnya, Sinarmasland kembali menjalankan program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 180

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link