
Propertynbank.com – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) merupakan salah satu pengembang yang konsisten mendorong konsep kota terpadu. Dalam usia yang ke-50 tahun, perusahaan ini telah membangun sembilan kota terpadu di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jabodetabek hingga Makassar.
Bagi, Summarecon menyebut kawasan-kawasan kota terpadu tersebut merupakan mesin pertumbuhan siap pakai. Apalagi, dengan gencarnya perpindahan penduduk ke kota-kota besar atau dikenal dengan urbanisasi, menjadikan kota terpadu sebagai sebuah peluang emas. Tingginya kebutuhan akan hunian layak dan fasilitas terintegrasi, konsep kota terpadu tampil sebagai solusi.
Magdalena Juliati, Executive Director Summarecon mengatakan, kota terpadu bukan cuma menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi motor baru pertumbuhan bisnis. Melalui pengembangan kota terpadu, kata dia, Summarecon ingin menciptakan ruang hidup sekaligus ruang usaha yang berkelanjutan.
“Kawasan seperti Summarecon Bekasi sebagai bukti konkret bahwa wilayah pinggiran bisa berubah menjadi episentrum baru bagi hunian, perdagangan, dan gaya hidup,” ujar Magdalena. Summarecon Bekasi, sambungnya, kini menjadi daya tarik, bukan hanya bagi warga lokal, tapi juga dari luar kota, terutama dalam hal pendidikan dan gaya hidup.
Baca Juga : APERSI Usulkan Solusi Skema Sewa-Beli Rumah Subsidi Bagi Pekerja Informal
Summarecon Bekasi berjarak sekitar 21 kilometer dari pusat Jakarta dan kini telah menjelma menjadi kota satelit modern. Kota ini dilengkapi infrastruktur penting seperti flyover KH Noer Ali, pusat belanja, hotel, sekolah, hingga area perkantoran, kawasan ini tak lagi sekadar tempat tinggal, tapi juga destinasi.
Jejak Summarecon Bangun Kota Terpadu
Summarecon sendiri mengawali langkahnya lewat Kelapa Gading, yang pada tahun 1975 hanya mencakup 10 hektare. Kini, wilayah tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 500 hektare yang menaungi ribuan rumah, apartemen, ruko, dan pusat gaya hidup ternama seperti Mal Kelapa Gading, La Piazza, hingga Gading Food City.
Di belahan timur Indonesia, Summarecon Mutiara Makassar hadir dengan konsep berbeda: Aeroport City. Berlokasi strategis dekat bandara dan pelabuhan, kawasan seluas 400 hektare ini dirancang sebagai pusat logistik, perdagangan, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kehadiran Convention Center terbaru di sana menjadi penanda keseriusan Summarecon dalam mendekatkan fasilitas bisnis skala nasional ke Makassar.
Baca Juga : Renovation Expo 2025, Pameran Strategis Solusi Industri Interior dan Hunian Masa Kini
Dikatakan Magdalena, kota terpadu menjadi lokasi yang menarik bagi pelaku usaha karena target pasarnya sudah jelas. Penghuni, pekerja, pelajar, hingga pengunjung harian menciptakan ekosistem konsumen yang hidup sepanjang waktu.
Lalu, ujarnya, konektivitas dan kelengkapan infrastruktur memudahkan operasional. Dari jalan lebar, akses internet, keamanan kawasan, hingga keberadaan fasilitas penunjang seperti taman, sekolah, rumah sakit, semuanya dirancang untuk kenyamanan hidup dan bisnis.
Tak hanya itu, kolaborasi antar jenis usaha juga terjadi secara alami. Restoran menarik pelanggan belanja, pusat kebugaran menarik warga kompleks, dan sekolah membuka peluang bisnis penunjang seperti tempat les, laundry, atau bahkan daycare. “Di dalam kota terpadu, setiap elemen saling menghidupi. Inilah nilai tambah yang tidak bisa ditiru oleh kawasan biasa,” ungkap Magdalena.
Sedangkan segmen usaha yang dikategorikan paling prospektif antara lain F&B seperti kafe, restoran, kedai kopi, hingga ritel gaya hidup seperti butik, elektronik, dan apotek, semua punya ruang tumbuh. Jasa harian seperti laundry, klinik, pusat les, hingga co-working space juga menjadi kebutuhan nyata.
Baca Juga : Dorong Pengusaha Berbaginomics, Menteri PKP Apresiasi Program Bedah Rumah Summarecon
Selain itu, sektor hiburan dan teknologi pun mendapat tempat seperti bioskop, ruang seni, hingga startup berbasis urban solution bisa menjadikan kota terpadu sebagai laboratorium nyata dengan basis pengguna yang mapan.
Menurut Magdalena, laju urbanisasi terus bergerak. Peluang pun terbuka bagi yang bisa membaca arah pergerakan dan memilih lokasi yang strategis. Kota terpadu menawarkan lebih dari sekadar tempat; ia menawarkan ritme kehidupan modern yang saling terkoneksi.
“Dalam dunia bisnis yang serba cepat, memilih tempat yang tepat bisa menjadi pembeda antara tumbuh dan stagnan. Dan bagi banyak pelaku usaha, kota terpadu seperti yang dikembangkan Summarecon mungkin adalah jawabannya,” pungkasnya.
















