The HUD Institute Gaungkan Rumah Sehat Produktif Untuk Keluarga Sejahtera

0
kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 dan Tasyakuran ke-10 The HUD Institute melalui aplikasi zoom

NASIONAL – Rumah harus ditempatkan sebagai tempat terbaik untuk melakukan kegiatan produktif berpenghidupan yang berkesinambungan (liveability) sebagai langkah progresif mengutamakan Kesejahteraan Sosial (Social Welfare).

Demikian benang merah yang muncul dalam kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 dan Tasyakuran ke-10 The HUD Institute, di Tangerang Selatan, Rabu dan Kamis, 13-14 Januari 2021 kemarin. Oleh karena itu, tema yang diangkat dalam Mubes tersebut juga disesuaikan yaitu Rumah Sehat Produktif Untuk Keluarga Sejahtera.

[irp]

Disadari maupun tidak, pandemi COVID-19 telah merubah kehidupan global dalam aspek sosial, budaya dan ekonomi, termasuk bidang perumahan dan perkotaan. Dua bidang ini, harus mampu menyesuaikan dan berinovasi. Khususnya agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang prosentasenya mencapai 70% semakin mudah mengakses rumah layak (terjangkau, aman, nyaman, dan produktif).

Menurut The HUD Institute  dengan berbagai kajian dan diskusi para pemerhati, pemerintah (pusat dan daerah), akademisi, dan praktisi bahwa hadirnya COVID-19 di tengah-tengah kehidupan sebagai hambatan dan tantangan bersosial.

[irp]

Sekretaris Umum The HUD Institute Muhammad Joni menyebutkan bahwa lahirnya UU No. 11 Tahun 2020 UU tentang Cipta Kerja dan masih belum tuntasnya berbagai mandat aturan turunan menjadi tantangan Pemerintah, dunia usaha dan harapan masyarakat di masa Pandemi ke depan.

Apalagi target RPJMN 2020-2024 dalam menaikkan rasio sektor ini yang dalam PDB semula hanya 2,9% menjadi sebesar 4%. Plus, target meningkatkan rumah tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% ke 70% serta penanganan perumahan melalui intervensi langsung sebesar 5,6 juta unit (pertahun 1,1 juta unit).

[irp]

“Semua itu adalah pekerjaan rumah yang memerlukan inovasi dan kelenturan aksi semua stakeholder di tengah tekanan Pandemi COVID-19. Dengung kolaborasi saat ini tidak hanya dengung kolaborasi yang saling menguntungkan, tetapi saling melengkapi dengan upaya optimum (all out) untuk mewujudkan mandat konstitusi berbangsa bernegara yaitu Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melalui peningkatan peran Pemerintah, Pemda dan Masyarakat serta Komunitas,” terang Joni.

Pada kesempatan Mubes tersebut, diputuskan juga bahwa Zulfi Syarif Koto, kembali menjabat sebagai Ketua Umum The HUD Institute periode 2021-2026 didampingi Muhammad Joni yang juga kembali terpilih Sekretaris Umum.  Selanjutnya Majelis Tinggi Yayasan The HUD Institute yang terdiri dari Pendiri/Deklarator, Dewan Penasehat/Pengarah, dan Dewan Penyantun Yayasan memberikan kewenangan kepada Dewan Pengurus Masa Bakti 2021 – 2026 untuk segera menyusun program kerja untuk masa 5 tahun ke depan berdasarkan berbagai masukan kebijakan, terutama sektor Perumahan dan Perkotaan (industri properti) untuk mendukung UU Cipta Kerja.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 181

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link