Property & Bank

Tren ESG Dorong Permintaan Gedung Perkantoran Hijau Meningkat

perkantoran, ruang perkantoran, gedung kantor, green office di cbd jakarta, pasar perkantoran jakarta
Gedung perkantoran di Jakarta

Propertynbank.com – Permintaan terhadap gedung perkantoran bersertifikasi hijau di Indonesia diproyeksikan terus meningkat seiring semakin kuatnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnis perusahaan. Standar keberlanjutan kini tidak lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kebutuhan utama, terutama bagi perusahaan multinasional dan korporasi global.

Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo, menilai tren ini akan mempercepat transformasi aset perkantoran melalui peningkatan kualitas bangunan maupun reposisi properti agar selaras dengan standar keberlanjutan modern.

Menurutnya, perusahaan kini semakin selektif dalam menentukan lokasi kerja, tidak hanya mempertimbangkan biaya operasional, tetapi juga bagaimana ruang kerja mampu mendukung produktivitas karyawan, kesejahteraan, serta tujuan jangka panjang organisasi.

“Perubahan pola kerja yang mengarah pada sistem hibrida turut memperkuat kebutuhan akan ruang kantor yang efisien, sehat, dan berkelanjutan. Dalam kondisi biaya energi yang terus meningkat, gedung hemat energi menawarkan keuntungan signifikan bagi penyewa, dengan potensi penghematan listrik sekitar 20 hingga 40 persen dibandingkan gedung konvensional,” ujar Bagus.

Senior Manager Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia, Zyotty Thamsil, menegaskan bahwa efisiensi energi kini menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

“Gedung berkinerja tinggi umumnya memiliki konsumsi energi lebih rendah, kualitas udara dalam ruang yang lebih baik, kenyamanan termal optimal, serta kemampuan mengukur pengurangan emisi karbon secara jelas. Faktor-faktor tersebut membantu perusahaan mencapai target keberlanjutan sekaligus mengendalikan biaya operasional,” kata Zyotty.

Meski demikian, tidak semua perusahaan memiliki akses langsung ke gedung bersertifikasi hijau. Sebagai alternatif, penyewa di gedung non-sertifikasi tetap dapat menerapkan konsep fit-out berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi ruang sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Head of Project Management Colliers Indonesia, Rahmat Alam, menjelaskan bahwa optimalisasi desain interior berbasis prinsip hijau mampu membantu organisasi menekan biaya sekaligus memperkuat kredibilitas ESG perusahaan di mata investor dan mitra bisnis.

“Di tengah kompetisi pasar perkantoran yang semakin ketat, insentif fit-out kini menjadi salah satu faktor penting dalam negosiasi sewa. Banyak pemilik gedung mulai menawarkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel guna menarik serta mempertahankan penyewa,” ungkap Rahmat.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengelola pengeluaran secara lebih efisien sekaligus mempercepat proses relokasi atau pembukaan kantor baru.

Desain Gedung Perkantoran

Colliers menekankan bahwa keberhasilan strategi ruang kerja ke depan bergantung pada pendekatan berbasis data. Perusahaan disarankan mengevaluasi pola kerja, tingkat pemanfaatan ruang, serta kebutuhan karyawan secara terukur agar keputusan properti selaras dengan target ESG dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Baik melalui pemilihan gedung bersertifikasi hijau maupun penerapan desain berkelanjutan pada aset eksisting, transformasi menuju ruang kerja ramah lingkungan diyakini akan menjadi arah utama perkembangan pasar perkantoran Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan