Property & Bank

Tren Rumah Multifungsi 2026 ala IKEA, Desain Fleksibel Jadi Kunci Hunian

Satu Ruang, Banyak Peran ala IKEA
Satu Ruang, Banyak Peran ala IKEA

Propertynbank.com – Perubahan gaya hidup masyarakat mendorong transformasi signifikan dalam cara rumah digunakan. Kini, satu ruang tidak lagi memiliki satu fungsi tunggal. Aktivitas seperti bekerja, makan, hingga beristirahat kerap dilakukan dalam area yang sama, sehingga menuntut pendekatan baru dalam desain interior hunian.

Fenomena ini menjadi sorotan dalam ARCH:ID 2026, di mana IKEA Indonesia mengungkap bahwa penggunaan ruang yang tumpang tindih semakin umum terjadi, baik di rumah tinggal maupun ruan publik.

Interior Design Leader IKEA Indonesia, Muhammad Yusuf Attorik, menjelaskan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar soal pergeseran fungsi ruang, melainkan munculnya berbagai kebutuhan dalam waktu yang bersamaan.

“Desain tidak lagi cukup hanya untuk satu fungsi. Ruang harus mampu mengakomodasi berbagai aktivitas tanpa menimbulkan friksi dalam alur penggunaan sehari-hari,” ujarnya.

Desain Rumah Fleksibel ala IKEA Jadi Kunci Hunian Modern
IKEA Indonesia
Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, menyampaikan presentasi dalam forum arsitektur ARCH:ID 2026 di Tangerang, Sabtu (25/4).

Menurut IKEA Indonesia, desain rumah yang terlalu spesifik mulai kehilangan relevansinya di tengah pola hidup yang dinamis. Banyak hunian yang sebelumnya dirancang dengan pembagian zona yang jelas, seperti ruang makan, ruang kerja, dan ruang keluarga, kini menghadapi keterbatasan saat harus menampung berbagai aktivitas sekaligus.

Sebagai contoh, ruang makan yang terlihat lapang dapat dengan cepat terasa sempit ketika digunakan untuk bekerja samabil mendampingi anak. Begitu pula area duduk yang awalnya tertata rapi, dapat kehilangan alur ketika pengguna mulai menggeser posisi furnitur untuk kebutuhan lain.

Tidak hanya di hunian, perubahan pola ini juga terlihat di ruang publik. Area yang dirancang untuk fungsi tertentu kerap mengalami pergeseran penggunaan ketika orang mulai menetap lebih lama, berpindah tempat, atau menjadikannya ruang berkumpul. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan ruang kini bersifat dinamis dan tidak lagi bisa diprediksi secara kaku.

IKEA Indonesia menilai bahwa akar persoalan bukan terletak pada luas ruang, melainkan pada cara ruang dimanfaatkan. Ketika kebutuhan terus berkembang, ruang yang tidak dirancang fleksibel akan terasa semrawut meskipun secara ukuran memadai.

Dalam konteks ini, fleksibilitas menjadi kunci utama dalam desain interior masa kini. Rumah dipandang sebagai sistem yang terus beradaptasi, mengikuti perubahan kebutuhan penghuninya dari waktu ke waktu. Kebutuhan di pagi hari tentu berbeda dengan malam hari, begitu pula penggunaan ruang saat hari kerja dan akhir pekan.

“Desain bukan hanya tentang estetika atau membuat ruang selalu terlihat rapi. Yang lebih penting adalah memastikan ruang tetap berfungsi dengan baik, bahkan ketika digunakan dengan cara yang berbeda setiap hari,” tambah Attorik.

Pendekatan ini mendorong penggunaan material yang tahan terhadap aktivitas harian serta furnitur multifungsi yang dapat menunjang berbagai kebutuhan tanpa perlu penyesuaian besar. Dengan demikian, ruang dapat tetap nyaman dan efisien tanpa harus sering diatur ulang.

Ke depan, konsep hunian diperkirakan akan semakin mengarah pada desain yang adaptif. Rumah tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang kerja, ruang interaksi, sekaligus ruang istirahat dalam satu waktu. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengembang properti untuk menghadirkan hunian yang lebih relevan dengan gaya hidup modern.

Sebagai tambahan informasi, IKEA didirikan oleh Ingvar Kamprad pada tahun 1943 di Småland, Swedia. Perusahaan ini dikenal dengan konsep desain sederhana, multifungsi, serta sistem kemasan datar (flat-pack) yang memungkinkan produk lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan