Property & Bank

Cluster Morizono Gardens at Candi Sawangan Tawarkan Konsep Hunian Jepang

Cluster Morizono
(Ki-Ka); Toyosada Shima – Direktur PT Sumitomo Forestry Indonesia, Fumuhide Nakatsu – Vice President PT Sumitomo Forestry Indonesia, Aditya Susanto -Presiden Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI), Aileen Chandra – Direktur Marketing PT Graha Perdana Indah (GPI) serta Indra Bachtiar selaku Direktur Finance PT Graha Perdana Indah (GPI).

Propertynbank.com – Gardens at Candi Sawangan resmi menggelar acara Grand Launching New Cluster Morizono, di kawasan perumahan skala kota (township) itu, Jalan Jl. Cinangka Raya, Sawangan, Depok. Morizono merupakan cluster ke-10 yang pengembangannya berkolaborasi dengan Sumitomo Forestry Indonesia.

Presiden Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI), Aditya Sutanto menjelaskan, Morizono adalah hunian yang menawarkan konsep The Art of Japanese Living atau konsep gaya hidup berasal dari Jepang yang diaplikasikan mulai dari fasad dan layout bangunan. Hunian ini didesain secara orisinil oleh Arsitek Jepang Takahiro Fuwa dan disupervisi oleh pengawas konstruksi yang berasal dari Jepang.

Morizono berasal dari bahasa Jepang, yaitu MORI (Hutan) dan ZONO (Taman). MORI terinspirasi dari sejarah panjang kerjasama antara PT Sumitomo Forestry Indonesia bersama PT Graha Perdana Indah (GPI) di industri kayu. Konsep Jepang yang disematkan antara lain; tatami  (ruang serbaguna) dan engawa (teras), yang terhubung dengan taman belakang rumah, sehingga menciptakan rumah yang asri dan terkesan luas.

Baca Juga : Kolaborasi Sumitomo dan GPI Rilis Cluster Morizono di Gardens at Candi Sawangan

Aditya Sutanto menjelaskan, Morizono mengusung konsep Green Living inovatif yang dikelilingi dengan kawasan asri dan berwawasan lingkungan serta dilengkapi berbagai perangkat pendukung Smart Home system seperti; Solar Panel, Smart Door Lock, CCTV Outdoor, Smoke Sensor, Alexa Voice Assistant, Smart Light Switch, Smart Doorbell, Smart CCTV Monitoring, Motion Sensor serta Smart Contact Sensor.

Penggunaan Solar Panel ditambah dengan Smart Home System dan pemilihan sanitair menjadi kelebihan utama di cluster Morizono ini, sehingga konsumen dapat menikmati efisiensi energi hingga sebesar 68%.

Motion Sensor dipergunakan untuk mendeteksi adanya gerakan dan memberikan notifikasi ke aplikasi serta memicu sistem otomasi yang dapat diatur melalui aplikasi smart home. Dengan demikian, perangkat pendeteksi gerakan ini juga dapat membuat  penggunaan listrik di rumah menjadi lebih efisien.

“Hal lainnya yang membanggakan, Morizono telah mengantongi Sertifikat EDGE Advanced (Excellence in Design for Greater Efficiencies), yaitu sertifikat yang diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) untuk bangunan yang telah memenuhi syarat desain dan konstruksi berkelanjutan,” jelas Aditya Dharmawan Sutanto usai peresmian rumah contoh Cluster Morizono, Sabtu (2/3).

Cluster Morizono tidak hanya mendapat pencapaian sertifikasi EDGE biasa, melainkan EDGE ADVANCED, dimana tingkat ADVANCED ini diperoleh dari pencapaian pengurangan energi diatas 40%.

Cluster Morizono
Penyerahan secara simbolis Sertifikat EDGE Advanced (Excellence in Design for Greater Efficiencies) oleh International Finance Corporation (IFC).

Sejalan dengan moto Morizono yaitu Harmony with Nature, dengan adanya sertifikasi EDGE ADVANCED preliminary ini, Cluster Morizono telah terverifikasi mampu mengurangi penggunaan energi hingga 68%, konsumsi air hingga 25%, serta upaya dekarbonisasi dari penggunaan material bangunan ramah lingkungan sehingga mampu menghemat embodied carbon pada material hingga 24%. Selain itu dengan tinggal di Morizono, para penghuni telah membantu membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik.

Pilihan Unit Cluster Morizono

Cluster Morizono dikembangkan di atas lahan seluas 5,6 hektar, dengan tiga tipe rumah berdasarkan luasan yaitu; Tipe Sumire 6×14 (LB 88 m2 / LT 84 m2), Tipe Ayame 7×14 (LB 109 m2 / LT 98 m2) dan Tipe Kaede 8×14 (LB 129 m2 / LT 112 m2) serta 2 tipe Shophouse yaitu shophouse 2 lantai 5×15 (LB 90 m2 / LT 75 m2) dan 3 Lantai 5×15 (LB 135 m2 / LT 75m2). Sumire, Ayame dan Kaede ini terinspirasi dari nama pohon atau bunga dalam bahasa Jepang. Untuk Fase awal akan dipasarkan sebanyak 109 unit rumah dan 5 unit Shophouse.

Tak hanya itu, Cluster Morizono nantinya juga memiliki fasilitas clubhouse eksklusif sekaligus menjadi cluster pertama di kawasan Gardens at Candi Sawangan yang dilengkapi clubhouse di dalam kawasan dengan fasilitas Smart Gate, Mushola, Kolam Renang, 24 Hours Security dan Shophouse.

Baca Juga : Gandeng Sumitomo Forestry, Gardens at Candi Sawangan Siapkan Klaster Berkonsep Jepang

Sementara ini, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,5 miliar, dengan berbagai macam penawaran menarik seperti subsidi biaya KPR, free biaya BPHTB, AJB, BN, PPN dan gratis biaya langganan internet selama 1 tahun. Tak hanya itu, dalam rangka Grand Launching terdapat juga promo Rp25 Juta All In untuk konsumen yang melakukan booking serta undian doorprize berhadiah mobil listrik. Morizono direncanakan serah terima secara bertahap pada 2025 mendatang.

Saat ini show unit Tipe Kaede (Tipe 8) dan Ayame (Tipe 7) sudah selesai dibangun sehingga para calon pembeli sudah bisa berkunjung dan merasakan langsung karya developer Jepang tersebut. Tidak hanya show unit rumah, show unit ruko juga sudah ready untuk dikunjungi yang merupakan pengembangan komersial area pertama di kawasan Gardens at Candi Sawangan dengan potensi market yang sangat besar karena posisinya berada tepat di jalan raya utama (boulevard) dengan captive market para penghuni Gardens yang jumlahnya lebih dari 1000 kepala keluarga.

Rumah-rumah yang dikembangkan di Cluster Morizono merupakan tipikal rumah 2 lantai yang dilengkapi dengan 3 hingga 3+1 kamar tidur, living room, ruang makan, dapur dan balkon. Morizono menargetkan para pembeli rumah pertama dari kalangan milenial dan Generasi Z yang menginginkan tinggal di pemukiman asri yang ramah lingkungan, modern dan lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya.

Sebagaimana diketahui, Gardens at Candi Sawangan merupakan kawasan hunian skala kota mandiri seluas 250 hektar yang berlokasi di selatan Jakarta tepatnya di kawasan Sawangan. Hunian modern berwawasan lingkungan ini hadir sebagai pemukiman asri yang ramah lingkungan dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang gaya hidup terpadu bagi para penghuninya. Hingga saat ini Gardens at Candi Sawangan sudah dihuni lebih dari 1000 kepala keluarga.

Cluster Morizono
Direktur PT Sumitomo Forestry Indonesia, Toyosada Shima bersama Direktur Finance PT Graha Perdana Indah (GPI), Indra Bachtiar melakukan seremoni pengguntingan pita sekaligus peresmian rumah contoh Cluster Morizono.

Fumihide Nakatsu, Vice President of Sumitomo Forestry Indonesia, menuturkan, dengan tinggal di Cluster Morizono maka penghuni dapat merasakan pengalaman hidup yang lebih baik dan dekat dengan alam. “Dengan segala kemudahan baik fasilitas yang lengkap, lokasi yang strategis,  dan bangunan yang tersertifikasi, Saya berharap, Morizono dapat memberikan pengalaman dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penghuninya,” tutur Fumihide Nakatsu.

Lokasi Strategis

Gardens at Candi Sawangan berlokasi strategis karena memiliki akses yang mudah dijangkau, diantaranya; hanya selangkah ke Mall, dan berjarak sangat dekat dengan akses 2 pintu tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2). Melalui akses  ini, perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta dapat ditempuh dalam waktu setengah jam, SCBD 40 menit.

Sementara, akses lainnya melalui ruas Jalan Tol Depok – Antasari yang telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Gardens at Candi Sawangan juga dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, sekolah, universitas, komersial area, serta rumah sakit.

Baca Juga : Gardens at Candi Sawangan Luncurkan Cluster Rivergate, Harga Mulai dari Rp 700 Jutaan

Sebagai informasi, sejak tahun 1691, SUMITOMO FORESTRY terdaftar di Bursa Saham Tokyo di Jepang. Didirikan 333 tahun yang lalu pada tahun 1691 sebagai perusahaan perkebunan, mereka telah memperluas bisnis dari waktu ke waktu untuk mencakup kehutanan, pengolahan kayu, konstruksi perumahan, properti, energi, perawatan lansia, dan lainnya.

Di bisnis konstruksi perumahan dan properti, Sumitomo memperluas bisnisnya ke Amerika Serikat dan Australia pada tahun 2003. Tahun lalu, Sumitomo berhasil mendirikan lebih dari 20.000 unit, diantaranya 9.400 unit di Jepang, 10.200 unit di Amerika Serikat, dan 3.400 unit di Australia. Dengan sejarah 54 tahun di Indonesia, Sumitomo bangga menjadi salah satu perusahaan Jepang tertua yang beroperasi di negara ini.

Sementara GPI adalah perusahaan developer properti asal Semarang yang telah mengembangkan berbagai proyek perumahan, mixed-use development dan lapangan golf. Dan sekarang dengan 1700 unit rumah yang sudah dikembangkan, GPI telah menjadi salah satu developer besar di Selatan Jakarta. Kedua belah pihak telah menjalin kemitraan selama kurang lebih 32 tahun di industri kayu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *