Monday , January 25 2021
Home / Indeks Berita / Di Tengah Pandemi Covid-19, PT Bukit Asam Bukukan Laba Usaha Rp 1 Triliun

Di Tengah Pandemi Covid-19, PT Bukit Asam Bukukan Laba Usaha Rp 1 Triliun

PT Bukit Asam
Penjualan batu bara oleh PT Bukit Asam di sepanjang triwulan pertama 2020 naik sebesar 2,1%

UMUM  – PT Bukit Asam Tbk mencatatkan peningkatan penjualan batu bara di sepanjang triwulan pertama 2020 sebesar 2,1% atau naik dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk volume produksi mengalami sedikit kontraksi sekitar 2,8% yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi khususnya pada awal tahun. Sementara itu untuk angkutan batu bara dengan menggunakan kereta api mengalami peningkatan sebesar 12,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari 5,8 juta ton menjadi 6,5 juta ton.

BACA JUGA :   Rumah123 Gelar Property Agent Awards 2015

Pencapaian Perseroan ini tak lepas dari strategi manajemen dalam melakukan efisiensi yang berkelanjutan di semua lini & mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Vietnam dan sejumlah negara Asia lainnya, di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA). Strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market juga menyokong pencapaian ini.

Sepanjang triwulan I tahun 2020, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, yang terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar Rp3,3 triliun, penjualan batu bara ekspor sebesar Rp1,8 triliun dan aktivitas lainnya sebesar Rp87,2 miliar yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

BACA JUGA :   Adira Finance Perkenalkan Transaksi Aman Melalui Aplikasi Adiraku

Dengan gambaran pendapatan dan peningkatan beban pokok penjualan serta beban usaha, laba usaha Perseroan masih bisa mencapai Rp1,08 triliun. Kemudian diiringi dengan tercapainya EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp903,2 miliar. Total aset Rp27,7 Triliun dengan total Liabilitas Rp7,8 Triliun.

“Pencapaian tersebut diatas merupakan hasil dari strategi efisiensi yang diterapkan oleh Perseroan guna menghadapi volatilitas harga batu dan kecenderungan berkurangnya permintaan pasokan batu bara,” jelas keterangan tertulis yang diterima propertynbank.com.

BACA JUGA :   Kementerian LH dan Kehutanan Gelar Festival Iklim

Menurut keterangan tersebut, beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA pada kuartal pertama 2020 adalah secara operasional melakukan upaya penurunan HPP melalui penerapan optimasi biaya jasa penambangan dengan menekan stripping ratio dan jarak angkut yang paling optimal, optimasi jam jalan alat dan penghematan BBM. Saat ini PTBA juga tengah melakukan upaya negosiasi tarif dengan beberapa mitra kerja utama.

Check Also

Larangan Gunakan Keramik Impor, Asaki Nantikan Langkah Konkret Pemerintah

BAHAN BANGUNAN – Kebijakan Substitusi impor yang diharapkan menjadi langkah pemerintah dalam menekan impor, bisa membantu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link