Property & Bank

Industri Logistik Tumbuh Pesat Di tengah Pembangunan IKN, Ini 9 Dampak Positifnya

IKN, logistik
poto setkab.go.id

Propertynbank.com – Pembangunan Ibu kota Nusantara (IKN) juga ikut memberikan keberlangsungan yang besar untuk sektor logistik Pelabuhan untuk masa depan. Direktur PT Mitra Investindo Tbk (MITI) Bambang Ediyanto mengatakan, dengan adanya proyek Ibu kota Nusantara tentu akan memberikan satu tempat baru bagi arus logistik dan barang.

“Potensinya tentu besar. Karena statusnya sebagai ibu kota. Jika berjalan on the track maka pemusatan arus barang tidak hanya berada di pelabuhan besar yang ada saat ini seperti di Pulau Jawa Sumatera dan Sulawesi,” katanya mengutip dari Investor.

Perusahaan pelayaran dan logistik saat ini banyak yang sudah siap pindah ke IKN. Bambang mengatakan semua akan fokus di Balikpapan, sebagaimana juga MITI yang akan menerapkan ful logistik yang saat ini sedang siapkan seperti tracking pergudangan, shipping line, kontainer dan lainnya. Bambang optimis Balikpapan memiliki peluang besar karena perannya sebagai Ibu kota negara.

Baca Juga : Peluang Investasi Properti di IKN, Kebutuhan Rumah Baru Mencapai 16.000 Unit

“Kita tahu pengelolaan logistik itu punya peran penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Harapannya pengelolaan logistik efisien akan menekan biaya tinggi sehingga harga jual juga bisa lebih bersaing,” ungkapnya.

Potensi besar logistik pelayaran di IKN dapat dilihat dari tingginya investasi penyewaan jasa kapal tunda di perairan IKN. Berdasarkan Data Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengatakan harga-harga komoditas alam masih terlihat stabil sejak pertengahan 2023. Dapat dilihat, dari tingginya permintaan pengangkutan bahan-bahan infrastruktur yang berada Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi faktor dalam meningkatnya investasi sektor logistik.

Ketua Umum INSA Carmelitar Hartoto mengungkapkan, harga komoditas misalnya Nikel dan batu bara masih tinggi. Dirinya mengatakan terdapat angkutan untuk IKN, pipa serta material dan lainnya. Ia juga mengungkapkan sudah ada hubungan dengan konstruksi, alat-alat infrastruktur, bahan-bahan bangunan yang sudah masuk banyak di IKN.

Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Proses pembangunan saat ini masih berjalan dan sejumlah BUMN juga hadir dengan memunculkan investasi di beberapa sektor. Seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), sampai BUMN Karya. Di bidang infrastruktur sejumlah ruas tol IKN bisa rampung 2024 mendatang melalui BUMN Hutama Karya dan Brantas Abipraya.

Baca Juga : IKN Gelar Groundbreaking Ketiga Desember 2023, Investasi Mencapai Rp10 Triliun

Kementerian BUMN sebelumnya sudah resmi membuka perusahaan patungan yang dinamai PT Karya Logistik Nusantara (KLN). Perusahaan itu terdiri dari enam BUMN Karya. Keenam perusahaan tersebut antara lain PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).

Bambang menambahkan bahwa MITI terus berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan kinerja pada penyediaan layanan perkapalan dan logistik yang terus berkembang dan terintegrasi, khususnya dalam mendukung persiapan IKN.

Dampak Terhadap Industri Logistik

Pembangunan ibu kota negara baru memiliki dampak signifikan dari segi logistik. Beberapa dampak tersebut melibatkan aspek-aspek berikut:

Infrastruktur Logistik Baru
Pembangunan ibu kota negara baru akan memerlukan pembangunan infrastruktur logistik yang luas, termasuk jalan, pelabuhan, bandara, dan fasilitas transportasi lainnya. Pembangunan ini dapat mengubah dan meningkatkan infrastruktur logistik secara keseluruhan.

Optimalisasi Rute Pengiriman
Lokasi yang baru dapat mengubah rute pengiriman yang optimal untuk barang dan material. Perusahaan logistik perlu menyesuaikan strategi mereka untuk memastikan distribusi tetap efisien.

Peningkatan Konektivitas
Dengan pembangunan ibu kota negara baru, ada peluang untuk meningkatkan konektivitas antara kota baru dan wilayah lainnya. Ini dapat mempercepat distribusi barang dan memudahkan akses ke pasar.

Baca Juga : Cuan Besar di IKN, Transaksi Properti Baru Diprediksi Mencapai Rp 12 Triliun per Tahun

Perubahan Pusat Distribusi
Pemindahan pusat pemerintahan ke lokasi baru dapat memicu perubahan dalam pusat distribusi. Perusahaan logistik perlu meninjau ulang dan, jika perlu, menyesuaikan lokasi pusat penyimpanan dan distribusi mereka.

Peningkatan Teknologi Logistik
Pembangunan ibu kota baru dapat memberikan dorongan bagi pengadopsian teknologi logistik yang lebih canggih, seperti sistem manajemen rantai pasok berbasis AI, pelacakan real-time, atau otomatisasi proses distribusi.

Perubahan Pola Transportasi
Pembangunan ibu kota baru mungkin memicu perubahan dalam pola transportasi, termasuk peningkatan penggunaan transportasi umum, pengurangan kendaraan pribadi, atau pergeseran ke moda transportasi yang lebih berkelanjutan.

Penyesuaian Sistem Penyimpanan
Dengan adanya infrastruktur logistik baru, perusahaan logistik mungkin perlu menyesuaikan sistem penyimpanan mereka untuk mengakomodasi pertumbuhan dan perubahan dalam volume barang yang diangkut.

Peningkatan Daya Saing Logistik
Ibu kota negara baru dapat menjadi magnet ekonomi dan bisnis. Ini dapat meningkatkan persaingan di sektor logistik karena perusahaan bersaing untuk memenuhi permintaan logistik yang meningkat.

Kebutuhan Tenaga Kerja Baru
Pembangunan ibu kota baru dapat menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja baru di sektor logistik. Pendidikan dan pelatihan khusus mungkin diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ini. Penting diperhatikan jika dampak logistik dapat bervariasi tergantung pada skala pembangunan, perencanaan infrastruktur, dan strategi yang diadopsi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. (Nabilla Chika Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini