Property & Bank

Tertinggi di Asia Pasifik, Tingkat Kekosongan Perkantoran di Jakarta Mencapai 26,1 %

perkantoran
Co-Founder dan CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono (paling kiri)

Propertynbank.com – Sektor perkantoran saat ini masih terkoreksi karena perekonomian yang belum pulih, perlambatan transaksi, dan persiapan menuju tahun politik. Terhitung ditahun 2023 ini masih banyak ruang kosong diperkantoran Jakarta yang membuat banyak orang bertanya-tanya apakah gedung perkantoran tersebut kosong atau dialihfungsikan menjadi hunian.

Hal tersebut bisa saja terjadi bahkan tidak cuma hunian, gedung perkantoran yang kosong juga bisa dimanfaatkan sebagai rumah sakit atau universitas. Ada beberapa gedung yang tidak bisa langsung diubah menjadi hunian misalnya gedung yang menggunakan precast.

Saat ini tingkat kekosongan ruang kantor di Jakarta berdasarkan Laporan Jakarta Property Market Outlook 2024 yang di keluarkan oleh Leads Property yang mengatakan mencapai di angka 26,1% atau sekitar 3,1 juta meter persegi.

Baca Juga : Sabar ! Bisnis Gedung Perkantoran Kembali Booming Tahun 2026

Jika dibandingkan dengan kota Hongkong tingkat kekosongan hanya 15,7%, Bangkok sekitar 23,2%, Singapore 4,0%, Sydney dengan tingkat kekosongan 11,5%, Melbourne 15,0%, Tokyo 5,7%, Taipei 8,2%, Manila – Makati sekitar 21,0% dan Seoul CBD dengan tingkat kekosongan paling sedikit yaitu 1,5%. Dari data tersebut dikatakan bahwa Jakarta menjadi wilayah dengan tingkat kekosongan tertinggi di Asia Pasifik. Tingkat kekosongan tersebut dipicu oleh banyak pasokan ruang kantor atau oversupply.

“Pada umumnya sektor properti memang biasa ketika memiliki kelebihan pasokan namun yang membedakan presentase ada dari penyerapan ruang tersebut. Sektor properti di dunia selalu memiliki kelebihan pasokan tetapi hanya sedikit seperti 95% terserap sehingga ada 5% yang tidak terserap dapat di toleransi, namun jika 60% terserap atau 75% terserap itu baru bisa dikatakan memiliki kelebihan pasokan,” jelas Co-Founder dan CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono.

Selain oversupply, tingginya tingkat kekosongan ruang kantor karena tidak adanya regulasi dari pemerintah untuk membatasi pembangunan ruang kantor. Hal tersebut menjadikan Jakarta memiliki tingkat kekosongan gedung yang tertinggi di Asia Pasifik. Tantangan yang timbul dari kondisi ekonomi global yang stabil dan memasuki tahun pemilu tahun 2024 menjadikan gedung perkantoran di Jakarta masih dalam sentiment hati-hati.

Baca Juga : Tarik Minat Tenant, Perkantoran CBD Jakarta Tawarkan Strategi Menarik di 2023

“Sejumlah pengembang juga akan hati-hati kedepannya untuk merilis proyek baru karena ancaman resensi ekonomi global yang membuat permintaan kantor masih akan tumbuh secara terbatas,” ujar Hendra menambahkan.

Adapun tingkat hunian ruang kantor di Jakarta sekitar 73% pada kuartal III 2023 yang diisi oleh Jakarta CBD sekitar 72% dan Jakarta OCBD sekitar 76%. Berbeda halnya pada tahun 2014-2015 yang tingkat huniannya masih sekitar 90%an. Saat ini Pasokan Perkantoran di Jakarta berada dengan total luas lahan 11 juta meter persegi dengan wilayah Jakarta CBD di sekitar 64% dan Jakarta OCBD di sekitar 36%.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk perkembangan perkantoran di Jakarta

Dekat transportasi umum
Lokasi gedung kantor yang terhubung jalur MRT & LRT akan tetap diminati, terutama untuk kawasan dengan aturan ganjil-genap seperti Thamrin dan Sudirman

Preferensi pembaharuan sewa
Penyewa akan diprediksi cenderung memilih pembaharuan sewa ditengah kondisi ekonomi yang tidak stabil dan masih adanya WFA

Flexible space yang mulai dicari
Penerapan sistem hybrid dengan cara kerja WFA (Work From Anywhere) berpotensi mengembangkan tren pencarian ruang kantor yang fleksibel di pasar perkantoran komersial

Baca Juga : Permintaan Ruang Perkantoran Masih Terbatas, Rumah Tapak Tetap Primadona

Okupansi gedung baru rendah
Pengembang kesulitan mencari tenant yang berkomitmen untuk gedung baru dikarenakan kondisi permintaan yang lesu

Gedung bersertifikat Green Building marak dicari
Permintaan gedung kantor ramah lingkungan dan bersertifikat green building akan terus meningkat, banyak perusahaan saat ini yang mulai menerapkan prinsip keberlanjutan (ESG) untuk mencapai sustainability goal

Kehadiran penuh dikantor perlu ditingkatkan
Kebijakan hybrid working akan lebih diketatkan dan manajemen dari perusahaan tersebut mulai mendorong untuk menaikan kehadiran pegawai dikantor

Tren upgrade perkantoran
Karena harga sewa yang masih kompetitif, penyewa yang akan pindah cenderung melakukan upgrade ke gedung baru yang lebih berkualitas dengan desain lebih baik dan lokasi yang lebih strategis. (Nabilla Chika Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *